" Aufan, kau tak pergi meeting ke ?" Soal Putera kelang kabut menuruni tangga, bersiap siap untuk pulang ke KL selepas mendapat panggilan dari Erma tentang adiknya
" dah habis semalam, harini rasa macam nak rest dua tiga hari lagi sebab aku kan meeting seminggu tapi tak sangka habis dalam 4 hari je, senang berurusan dengan Dato' tu " mata terarah ke beg baju ditangan Putera
" kau nak pergi mana ?" Soal Aufan
" aku nak balik KL lah, Medinna sakit tapi tak kena tahan wad " Putera meletakkan beg di atas sofa, kaki melangkah ke arah laci mencari kunci pendua rumah
" teruk ke ? Haritu teruk tak pulak kau balik , harini nak balik pulak " kata Aufan
" bukan teruk ke tak, Medinna kena serang dengan perempuan mana entah sebab tu aku nak balik "
" siapa ? Perempuan mana ?" Aufan sudah memikirkan tentang Rissa, kuat hatinya mengatakan begitu
" aku taktahu , kawan dia pun tak kenal sangat " kunci pendua sudah dihulur ke arah Aufan
" kau peganglah kunci ni nanti nak balik KL kunci semua pintu, bawa kunci ni sekali " kata Putera lagi
" aku nak ikut " Aufan sudah bangun, menuju ke arah tangga
" takpayah, duduk je sini buat macam rumah sendiri, aku okay lah drive sorang "
" aku nak ikut Putera, aku rasa aku tahu kerja siapa " Tak sempat Putera berkata lagi, Aufan dah lesap ke dalam bilik mengambil pakaian
" jom " kunci kereta miliknya diambil, terus masuk ke dalam kereta, Putera masih duduk di luar
" aku naik kereta aku lah " Aufan menggiyakan sahaja kata kata Putera
Fatin, Erma dan Intan sudah gelisah menunggu kehadiran Abang Putera. Abang Putera yang menyuruh mereka menemani Medinna dirumahnya
" abang " suara Medinna yang perlahan dapat ditangkap telinga Intan
" Medinna, Medinna kau okay ke ni ?" Pipi Medinna ditepuk perlahan, mahu mengejutkan Medinna
" nak abang " air mata sudah mengalir, mata masih terpejam
" tadi Fatin dah telefon, nanti dia sampai, tak lama dah ni " pujuk Intan, Erma dan Fatin pula sudah turun ke dapur, kata mereka mahu memasak apa yang ada, mereka pun makan brrakfast tadi je, sekarang sudah jam 4 lebih petang
" kau nak air ?" Medinna angguk
" nah " air disuap ke bibir pucat Medinna
" kejap, itu mesti abang kau yang bagi salam, biar aku tengok ye, Erma dengan Fatin tengah masak dekat dapur " Medinna sudah tersenyum sahaja, tak sabar gayanya nak jumpa abang
Dengar sahaja jeritan " sekejap " dari mulut intan yang mungkin berlari membuka Pintu, suara Erma dan Fatin juga dapat didengari jeritan " sekejap " mereka, kalau ada mereka ni, memang bising lah rumah
" adik ! " jerit Putera di muka pintu, terus sahaja mendakap adiknya itu
" abang rindu adik, rindu sangat dik, sorry tak dapat balik haritu, maaf ye " muka Medinna sudah hilang tersebam ke dada Putera
" adik rindu abang jugak tahu tak " rambut Medinna diserabutkan, cara dia lah tu
" Assalamualaikum " Medinna pandang ke arah pintu biliknya
" Waalaikumusalam, masuk lah " jemput Putera mengajak Aufan masuk ke bilik Medinna
" eh no no, ini bilik perempuan " balas Medinna
" haa masuk lah abang Aufan, makan sama sama " sampai pula Fatin dan Erma membawa nasi goreng bersama pinggan, Aufan terus mengikut langkah Erma dan Fatin, lapar jauh perjalanan tak berhenti makan pun
ANDA SEDANG MEMBACA
Cinta Terindah
Ficción General" sakit..takut..aku nak kau " balas Medinna, sayu hati Aufan bila Medinna seperti sangat sangat lemah " listen girl. Please be my Sumaiyah , Sumaiyah yang kuat, bukan yang lemah . Sabar sikit, i'll come to get you . I'll save you. Aku janji " Medinn...
