Pakaian dikemas. Zip beg ditutup. Ya, harini Medinna boleh balik setelah seminggu duduk di hospital tapi sejak hari yang dia merajuk dengan Aufan, sampai harini tak bertegur
" adik " panggilan Abang Putera membuatkan Medinna memandang ke arah abangnya
" hmm "
" nanti kalau abang dapat kerja jauh macam mana ?" Soal abang Putera. Memanglah, tahun ni abang Putera last study mungkin akan dapat kerja terus sebab hospital tempat pakcik kawan dia ada kosong
Eh tapi hospital tu dekat melaka !! Medinna macam mana ?
" ikut abang pindah " senangnya jawapan
" oh no sayang , just stay at our home, tu kan rumah arwah mama dan papa, takkan nak tinggalkan "
" lepastu ? Takkan nak tinggal seorang diri ? Taknak lah ! "
" so ? Kahwin lah "
Putera meletuskan ketawa. Ingat lawak ke ? Tak lawak okay bang. Medinna mencebikkan bibir. Abang suka bergurau bodoh macam tu
Kereta yang dipandu Putera meluncur perlahan di jalan raya
" abang jom pergi mall " rengek Medinna
" adik baru sihat lah " Putera memandang sekilas wajah Medinna
" baru sihat means dah sihat kan doktor ? So jom lah , boleh lah hm "
Walaupun Abang Putera tak menjawab tetapi jalan yang dilalui cukup membuatkan Medinna tahu ini jalan ke mall. Abang Putera gempak kan ?
" letih lah abang, dah dua jam berjalan. Dah tengahari, makan pon belum. Lapar tahu tak ?" Kalau ikut Medinna pergi mall memang macam ni. Lama weh !
" ala sekejap lah abang, Medinna ada barang nak beli lagi " wajah dicomelkan, mata dikedipkan
" tapi dah 4 beg abang pegang, banyak dah ni " beg yang diisi pakaian diangkat
" okaylah kita pergi makan dulu, meh Medinna pegang satu " satu beg diambil dari tangan abangnya
" satu je ?" Soalan yang diaju dibiarkan, langkah menghala ke restoran chicken rice
Keluhan dilepaskan setelah punggung melabuh di kerusi. Beg pakaian diletak di kerusi kosong
" adik nak air apa ?"
" chocolate ais " mata masih fokus dengan iphone 6 nya. Telefon pemberian arwah papa
Abang Putera mengangkat tangan memanggil pelayan restoren itu. Datang seorang lelaki bersama kertas dan pen ditangan
" ya encik, order ? Chicken rice berapa pinggan ?" Soalnya ramah dengan senyuman
" two "
" minum ?"
" chocolate ais and iced lemon tea "
Selepas mengambil order, pelayan itu meninggalkan meja mereka
" hoi meh lah join " suara Abang Putera yang seakan memanggil seseorang mengejutkan aku, kepala diangkat dan terpancul lah wajah Aufan dan eh siapa perempun ni ?
Medinna kembali memandang telefon. Rilek rilek biarkan
" dari mana bro ?" Soal Aufan
Dapat dengar kerusi ditarik
" aku dari hospital lah, Medinna baru keluar tadi " Aufan anggukkan kepala
" hai girl, whats your name ?" Tangan wanita yang datang bersama Aufan Medinna pandang
ANDA SEDANG MEMBACA
Cinta Terindah
General Fiction" sakit..takut..aku nak kau " balas Medinna, sayu hati Aufan bila Medinna seperti sangat sangat lemah " listen girl. Please be my Sumaiyah , Sumaiyah yang kuat, bukan yang lemah . Sabar sikit, i'll come to get you . I'll save you. Aku janji " Medinn...
