[Completed Chapter]
Pada kepindahaannya yang ke-45, Leila kabur dari rumah. Dia melihat kacaunya dunia, serta alasan ayahnya yang terus mendesak mereka untuk terus bergerak sebagai keluarga nomaden.
---***---
Leila, 17 tahun, ter...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ALATAS BENAR-benar tidak tidur. Dia berjaga saat kami tidur bergantian.
Truck membagi waktu jaga kami: tiga jam pertama, dia dan Alatas; tiga jam selanjutnya, aku dan Alatas. Kadang, Truck malah membiarkanku mendapat bonus tidur setengah jam lebih lama. Entah dia memang sedang mendapat hidayah dan mencoba berbuat kebajikan, atau dia cuma tidak mau membiarkanku terjaga lama-lama untuk mengurangi kemungkinan aku menikamnya saat tidur. Pria itu juga tidak membiarkan Erion ikut tugas jaga.
"Tidur!" bentaknya ke Erion, mengingatkanku pada Ayah saat aku begadang nonton film di kamar.
Kadang, kubiarkan Erion mencuri waktu. Saat Truck tidur, anak itu membuka matanya, lalu merayap diam-diam ke sebelahku. Dia ikut mengobrol, sesekali mengejek Alatas atau melempar guyonan tentang Truck sampai lelaki itu bertanya-tanya kenapa kami cekikikan berdua.
Yah, aku tidak bisa memaksa Erion kalau dia memang mau bangun—siapa yang bisa tidur di tengah-tengah keadaan begini? Cuma Truck yang bisa.
Selama Truck tidur, Alatas menceritakan banyak hal yang sulit dibicarakannya kalau Truck bangun. Mulai dari Icore yang mampu membuat listrik, gempa, dan menyalin Fervor lain yang tengah aktif. Ada beberapa Fervor yang tidak bisa mereka salin. Contohnya, Brainware, Cyone, Calor, dan Detektor. Semua Fervor itu bisa aktif dengan sendirinya, bahkan tanpa disadari oleh si Fervent sendiri. Persis seperti saat aku mendengar suara Erion bahkan tanpa aku berniat membaca pikirannya sama sekali.
Brainware, yang kedua. Alatas bilang, "Brainware punya keuntungan. Ia tidak terdeteksi Detektor, tak bisa diredam Peredam, dan tak bisa disalin Icore. Brainware praktis imun terhadap semua jenis kekuatan yang punya dampak pada Fervor lain."
Phantom. Mereka memanipulasi medan gaya, mengubah bentuk zat, levitasi, sampai telekinesis level tinggi. "Kalau mau tahu lebih jauh, tanya Erion saja. Dia malah pernah menerbangkanku ke atas pohon untuk mengintai."
Steeler, yang keempat. "Err ... yah, oke, ini bidangku. Main-main dengan logam. Sejujurnya, aku juga tidak pandai-pandai amat. Tapi, aku pernah hampir membunuh saudaraku dengan tempelan kulkas."
Teleporter, Fervor ke—" Sudah sampai yang ke berapa aku menjelaskan ... ah! Kelima. Teleporter bisa berpindah-pindah tempat dalam sekejap. Dengan catatan, mereka tahu dan mengenali lokasinya, jadi mereka hanya bisa pergi ke tempat yang memang pernah mereka kunjungi sebelumnya. Pernah ada kasus di Herde, seorang laki-laki seumuranku yang mencoba kabur, tapi malah tertanam ke pagar. Butuh 11 jam sampai Agen Herde bisa mengeluarkannya dari dalam tembok."
Aku dulu Teleporter, lho, celetuk Erion tiba-tiba. Tapi, sudah hilang.
"Jadi, sekarang kau bukan lagi Multi-fervent?" tanyaku sambil terperangah. Aku tahu mereka semua berasal dari tempat percobaan yang buruk, tetapi masih tak bisa kubayangkan bocah ini pun menjadi salah satunya.