2

1K 78 2
                                        

"Yook Sungjae!"

"Yook.. Sungjae??" Joy mengulang perkataan Hayoung, "apa Yook Sungjae?" tanya Joy.

"iya astaga! Yook Sungjae!!" geram Hayoung.

Joy membulatkan matanya, "jankkanman! Benar apa yang kau katakan?! Apa dia benar-benar Yook Sungjae?!" tanya Joy pada Hayoung. Apa aku tidak salah dengar?

"ck! Ya! Apa telingamu ini bermasalah, eoh?! Sudah aku katakan beberapa kali! Namanya Yook Sungjae!! Arghhh!!" Hayoung menarik telinga Joy.

Apa dia Sungjae oppa?? Tidak mungkin, itu sudah lama sekali. Dan dia bukannya ada di London? Mungkin orang itu memiliki nama yang sama dengan Sungjae oppa. Joy terus berdebat dengan hatinya.

"ada apa?" tanya Yerin, "sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu."

Joy menggeleng, "tidak. Hanya saja dia seperti temanku." jawab Joy. Dan Yerin mengangguk.

"sudahlah, ayo kita kembali ke meja sebelum bel masuk. Aku tidak mau makananku menjadi dingin karenamu!" ucap Hayoung lalu meninggalkan mereka bertiga.

"YAAK!" Joy mengejar Hayoung lalu menjitaknya.

♡♡♡

Kriiiiiiiing

Bel pulang sekolah berbunyi, semua orang kluar dari kelas mereka masing-masing. Sedangkan Joy yang masih duduk di kursinya, ia belum ingin pulang.

"Joy-ah! Maaf aku tidak bisa pulang bersamamu." ucap Hayoung sambil menghampiri Joy.

Joy melirik Hayoung, "tumben, apa kau mau pergi bersama seseorang? Apa itu seorang namja?!" tanya Joy.

Hayoung terkekeh, "hehe, Joy aku belum memberitahumu bahwa aku sudah memiliki namchin, kan? Hari ini aku akan pergi bersamanya." jelas Hayoung.

Joy membulatkan matanya, "MWO?! Nugu?"

Hayoung tersenyum, "dia anak dari teman appa ku, dia tidak sekolah disini." jawab Hayoung, "dia baik, kami di kenalkan oleh orang tua kami."

"apa kalian di jodohkan?" tanya Joy.

Hayoung mengangkat bahu, "molla, awalnya kami hanya berteman. Tapi, kami tahu kami memiliki perasaan yang sama."

Joy terdiam, "pergilah. Aku akan pulang sendiri."

Hayoung tersenyum lebar, "apa kau tidak apa-apa?" tanya Hayoung dan kemudian senyuman meluntur.

Joy mengangguk, "ya. Aku akan merasakan apa yang kau rasakan saat aku pergi bersama Youngjae." jawab Joy, "pergilah!"

Hayoung mengangguk, "Bye Joy!" Hayoung melambaikan tangannya sambil berjalan meninggalkan kelas.

Seiring hilangnya Hayoung, senyuman di bibir Joy menghilang. Ia jadi teringat dengan Youngjae. Kekasihnya.

Namja itu belum menghubunginya lagi selama beberapa hari. Dan selama itu Youngjae tidak pernah masuk sekolah. Joy merasa mereka tidak ada masalah sama sekali, dan hubungan mereka baik-baik saja.

"apa aku hubungi dia saja? Perasaanku tidak enak." Joy mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya.

"nomor yang anda tuju sedang sibuk. Cobalah beberapa—"

"haaaaaaah~" Joy menghembuskan nafas panjang, "apa dia sedang sakit? Kalau begitu, nanti aku hubungi dia lagi."

Setelah membereskan buku-buku, Joy pergi meninggalkan kelas.

"apa aku pulang jalan kaki? Seolma!" gerutu Joy, "aku akan menelepon eomma."

Joy menekan beberapa angka di ponselnya, "yeoboseyo? Eomma!"

[ne? Ada apa?]

"aku sudah pulang."

[lalu?]

Joy menggerutu kesal, "eomma dimana?"

[masih di kantor, sayang. Kamu mau eomma jemput kamu?]

"kalau eomma sibuk, suruh saja supir eomma menjemputku."

[memang Hayoung kemana? Apa dia tidak bersamamu?]

"dia pergi bersama temannya. Temanku yang lain sudah pulang sejak tadi. Aku sendirian."

[baiklah, nanti eomma suruh Pak Jang menjemputmu. Tunggu ya sayang?]

"ne. Cepat ya? Aku sudah lapar."

[nanti eomma suruh Bi Chaeyeon membuatkan makanan untukmu. Kalau begitu, sampai nanti di rumah sayang.]

"hmm.."

Joy memasukkan ponselnya ke dalam kantung almamaternya, "semoga aku tidak menunggu lama."

...

Joy menunggu kedatangan supir pribadi ibunya di halte bus dekat sekolah. Walau masih ada beberapa orang yang memakai seragam yang sama dengannya, tapi menurut Joy itu sangat sepi.

"Pak Jang lama sekali? Aku sudah lapar!!" gumamnya sambil memajukan bibir.

Saat ia sedang melirik ke kanan dan ke kiri, ia melihat seseorang yang sedang berdiri tidak jauh dari halte bus. Namja itu terlibat tidak asing bagi Joy.

"bukankah itu namja yang kata Hayoung bernama Yook Sungjae?" tanya Joy pada dirinya sendiri.

Joy memperhatikan namja itu dari tempat ia duduk, "mencurigakan" itu yang Joy ucapkan ketika namja itu terlihat diam-diam menghampiri sebuah mobil mewah yang terlintas di depannya.

"mau apa dia mendekati mobil mewah itu? Dan sepertinya ada seseorang didalam sana?" gumam Joy sambil mendelik mobil mewah itu.

Joy terdiam, "Tapi kata Hayoung, dia Sungjae? Kalau dia benar-benar Sungjae yang aku kenal, mungkin aku akan mengenal seseorang di dalam sana! Aku harus mengikutinya!"

Saat Joy hendak mengikuti namja itu, klakson mobil terdengar. Sepertinya supir pribadi Ibunya sudah sampai.

"Nona Sooyoung!" terdengar suara dari pria paruh baya.

Joy yang hendak mengejar namja itu pun tidak jadi karena supir pribadi ibunya sudah sampai.

"Pak Jang?" Joy tersenyum ka arah pria paruh baya itu.

Pria itu membalas senyuman Joy, "apa sudah menunggu lama?" tanya pria itu.

Joy menggeleng, "tidak, aku sebenarnya tidak terlalu lapar jadi bisa menunggu." ucap Joy.

"apa Nona mau pulang sekarang?" tanya pria paruh baya itu, "apa Nona mau pergi ke suatu tempat?"

Joy melirik mobil mewah yang sedari tadi sudah pergi, "tidak, aku mau pulang dan makan saja." jawab Joy. Lain kali saja.

"baiklah kalau begitu. Ayo naik!" Pak Jang membukakan pintu mobil untuk Joy, dan Joy masuk ke dalamnya.

Aku masih penasaran, tapi aku cari tahu nanti. Mungkin eomma tahu? Joy mengangguk-angguk sendiri.

"ada apa Nona Sooyoung?" tanya Pak Jang.

Joy menggeleng, "aniyo. Saya hanya kepikiran tentang tugas di kelas."

"ooh baiklah."

♡♡♡

*cerita ini hanya fiktif belaka. Semua yang ada pada cerita ini hanya khayalan dari penulis.

Gomawooo~

Before We Get Married ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang