19 [SEASON 2]

438 33 3
                                        

"ya! Joy-ah, kenapa kau cemberut seperti itu, eoh? Ini kan tahun terakhir kita di sekolah!! Seharusnya kau bersemangat sekarang!" Hayoung terus saja membuntuti Joy yang baru saja datang.

Joy tidak menggubris apa yang Hayoung katakan, "diamlah Oh Hayoung.. Aku tidak bisa bersemagat karena Jae oppa telah kembali ke London.."

"eoh? Sungjae seonbae kembali ke sana? Untuk apa? Jangan-jangan.." Hayoung menghentikan perkataannya karena Joy menatapnya dengan tatapan aneh, "ehehe.. Sepertinya dia tidak akan kenapa-kenapa.. Okay.. Hehe.."

"hmm ku harap juga begitu. Aku begitu frustasi mendengar bahwa dia kembali ke sana. Dan ini pun menjadi kedua kalinya dia meninggalkan ku demi studinya," Joy terlihat tidak bersemangt dan lemas.

Hayoung tertawa, "haha.. Bersemangatlah Joy-ah! Kita akan melewati tahun terakhir kita dengan cepat! Agar kau menjemput Sungjae seonbae dan segera menikah dengannya.. Haha!!"

Joy terdiam, "ah.. Aku pun berharap seperti itu, tapi mau bagaimana lagi? Lagi pula, sebagai tunangan nya aku harus mendukung bukan?" Joy tersenyum. Ia melihat Hayoung terdiam.

"ah benar! Kita harus selalu samping mereka dan mendukung apapun yang mereka cita-citakan!" Hayoung mengangguk-angguk.

Joy melirik Hayoung, "mereka?"

"ah! Itu si Yerin sudah datang! Yerin-ah! Sini!!" Hayoung memanggil Yerin yang baru saja muncul di balik gerbang, "ahh!! Kau lambat sekali! Ini kan tahun terakhir kita!"

Napas Yerin terengah-engah, sepertinya dia habis lari, "maafkan aku, aku kesiangan. Kau tahu sendiri, aku sudah pindah ke rumah baru ku sejak liburan akhir semester. Jarak rumah ku ke sini jauh."

"baiklah.. Baiklah.. Palli kita ke kelas!" Hayoung menggandeng lengan kedua sahabatnya itu menuju kelas, "kajja!!"

"selamat pagi Joy.."

Joy terkejut ketika seorang namja berjalan dari arah berlawanan yang saat ini sedang menyapanya dengan senyuman manis yang begitu mengembang.

"k-kau?!" bukan hanya Joy yang terkejut, tetapi kedua sahabatnya hanya bisa menatap namja itu dengan tatapan tidak percaya.

"ya! Choi Youngjae! Kau kembali?! Mau apa kau?!" Yerin memekik kan nama itu dan membuat beberapa orang menatap mereka, "Daebak! Kau kembali dengan senyum lebar saat kau sudah mencampak kan seseorang, ya?! Dan kau menyapa Joy tanapa malu!"

"Yerin-ah.." Joy hendak menahan agar Yerin tidak begitu emosi, "cukup.."

"mwo?! Apa namja seperti dia memang seenaknya?! Kau meninggalkan Joy tanpa sebab! Dan saat kita ketemu di kafe, haha sangat lucu sekali! Kau menghindari kami!" walau Yerin hanya seorang sahabat, tetapi ia sangat tahu bagaimana tersakitinya Joy saat Youngjae meninggalkan sahabatnya itu tiba-tiba.

"ya! Hentikan!" Joy kembali mencoba menghentikan sahabatnya namun hasilnya nihil.

"benar apa kata dia! Mau apa kau kesini?! Mau kembali menyakiti Joy lagi?! Jangan harap Joy bisa menerima mu! Karena dia sudah memiliki seseorang yang lebih baik dari mu! Dan lebih bertanggung jawab!" Hayoung yang terbawa emosi pun membuat suasana menjadi lebih panas.

"ya! Kalian hentikan! Lebih baik kita pergi ke kelas, sebelum bel berbunyi!" Joy pun menyeret Yerin dan Hayoung agar berhenti bertengkar.

Namun lengannya di tahan oleh Youngjae, "Joy-ah, apa yang mereka katakan? Siapa yang lebih baik dari ku?" tanyanya dengan wajah ketidak tahuan.

Before We Get Married ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang