Sungjae sedang menunggu Joy di depan rumah yeoja itu. Sejak ia baru sampai di bandara, sampai sekarang. Jam 19.45 KST.
Sungjae sudah beberapa kali menghubungi Joy, namun tidak ada jawaban dari kekasihnya tersebut. Dan membuat Sungjae semakin khawatir.
Tidak lama, sebuah mobil taksi berhenti di depan rumah besar itu. Dan sudah Sungjae tebak, kalau itu adalah Joy.
"Sungjae oppa?" itu yang pertama kali Joy tanyanya padanya.
"Sooyoungie, dari mana saja kau? Aku sangat khawatir!" Sungjae langsung menghampiri Joy dan memeluknya.
Joy langsung mendorong Sungjae darinya, "sedang apa kau disini?"
Sungjae menatap wajah Joy, sepertinya ada sebuah perubahan pada gadisnya itu, "bisa kita bicara?"
Joy mengangguk, "masuklah!" Joy membuka pintu lalu di Ikuti oleh Sungjae di belakangnya.
Sungjae dengan senang hati masuk. Ketika mengetahui tidak ada siapapun di dalam rumah, ia langsung menebak Joy sedang tinggal sendirian sekarang.
"kau tinggal sendirian?" tanyanya basa basi, "kemana mereka?"
Joy yang sudah membawa nampan berisi air putih itu langsung menherahkannya kepada Sungjae. Lalu duduk di hadapannya.
"apa yang mau oppa katakan?" tanya Joy berbeda dengan Sungjae. Tanpa basa basi.
Sungjae berdeham, "kau pergi keluar bersama Youngjae?" tanyanya langsung.
"oppa tahu dari mana?"
"SNS," jawabnya singkat.
Joy mengangguk, "ahh benar, aku memposting foto ku disana hari ini," ucapnya lalu tersenyum.
"kenapa?" tanya Sungjae.
Joy mengerutkan dahinya, "kenapa?"
"kenapa kau kembali bedekatakn dengan namja itu?" tanya Sungjae lagi, "Bukankah kau sudah janji bahwa.."
"aku tidak akan berhubungan lagi dengan Youngjae?" potong Joy, "ya aku tahu itu."
"lalu kenapa?"
Joy tertawa sinis, "kenapa?" ulangnya, "Karena kau sudah melanggarnya lebih dulu."
Sungjae menatap Joy bingung, "aku?? Ada apa dengan ku?!"
"kau sangat pintar berekting ternyata?" ucap Joy, "kau yang melakukannya, tapi seakan-akan kau melupakannya?"
"apa yang aku lupakan?! Aku tidak mengerti apa maksudmu!!" seru Sungjae.
Joy memberikan ponselnya pada Sungjae, "Bukankah ini kau?"
Sungjae melotot ketika melihat apa yang Joy berikan padanya, "bagaimana.. Bisa?"
"apa kau benar-benar tidak tahu, hnn??"
Sungjae menggeleng, "dengar kan aku Sooyoungie! Aku tidak pernah memposting ini! Dan.."
"benarkah bukan kau? Lalu kenapa kau tidak bisa mengangkat telepon dari ku? Bukannya karena kau bersama wanita ini? Wanita bernama Natasha ini?"
"bagaimana kau tahu dia?!"
Joy tertawa, "kenapa kau terus menanyakan, bagaimana kau? Bagaimana bisa??"
Sungjae menggeleng-gelengkan kepalanya, "tidak tidak! Bukan aku yang melakukannya Sooyoung! Ponsel ku! Ponsel ku hilang beberapa hari setelah aku kembali dari Seoul terakhir kali!"
"hilang? Lalu bagaimana bisa kau memposting ini semua?! Apa hantu yang melakukannya?!"
"aku juga tidak tahu..."
Joy mendengus sinis, "kenapa oppa tidak katakan yang sebenarnya saja pada ku?"
Sungjae berjalan Menghambat Joy, "aku.. Benar-benar tidak tahu apa-apa, Sooyoung-ah.. Mungkin saja itu dilakukan oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab?? Kau harus percaya pada ku.." ucapnya sambil menggenggam tangan Joy.
Joy menepis tangan Sungjae, "aku tidak akan pernah percaya padamu lagi oppa," ucapnya lalu pergi meninggalkan Sungjae.
"Sooyoungie!" Sungjae mengejar Joy yang berlari ke kamarnya, "Sooyoung!"
Joy kembali menepis tangan Sungjae, "pergilah! Aku sangat lelah!" ucapnya lalu mengunci kamarnya.
"Sooyoung! Dengerkan aku! Aku tidak melakukan itu semua!!" teriaknya dari luar kamar Joy, "Sooyoung!!"
"Sooyoung!! Tolong dengarkan aku dulu!! Sekali saja!! Sooyoung!! Park Sooyoung!"
Cklek
Sungjae tersenyum akhirnya Joy membuka pintu. Dengan wajahnya yang datar.
Sungjae mencengkram kedua bahu Joy, "Sooyoung.. Dengarkan aku—"
Joy langsung mundur agar Sungjae tidak mendekat, "aku akan katakan pada eomma dan appa. Aku ingin membatalkan pertunangan kita!" ucapnya lalu melemparkan sebuah cincin yang Sungjae berikan untuknya.
Deg!
Dan setelah itu Joy masuk dan kembali mengunci pintu kamarnya dan tidak mengeluarkan suara lagi.
"Sooyoung!" Sungjae kembali mengetuk pintu, "dengarkan aku dulu!! Arghhh!!"
Sungjae memukul tembok yang berada di sebelahnya lalu mengambil cincin yang Joy buang.
Kriing kriing kriing
Sungjae mendapatkan panggilan dari seseorang. Eomma. Itu yang berada di layar ponselnya saat ini.
"Yeoboseyoo?"
"Sungjae-ya? Apa yang terjadi di sana?" seperti telepasi, ibunya itu tahu apa yang saat ini Sungjae rasakan.
"eomma.." Sungjae sedang menahan tangisannya.
"Ada apa adeul-ah?"
"sepertinya pertunangan ku dengan Sooyoung sudah berakhir.." ucapnya dengan suara beegetar.
"apa maksud mu?! Bagaimana bisa?! Apa yang terjadi pada kalian bedua?!" terdengar suara khawatir dari sang ibunda.
Sungjae mengelap air matanya, "aku akan kembali besok siang. Aku akan ceritakan semua besok," jawabnya.
"baiklah.. Jaga dirimu baik-baik," ucap ibunya lalu mematikan sambungan.
Sungjae mengusap wajahnya dengan kasar. Setelah menatap pintu kamar Joy, ia memutuskan untuk pergi.
♡♡♡
Story by Lisa
*cerita ini hanya fiktif belaka. Semua yang ada pada cerita ini hanya khayalan dari penulis. Gomawoongg >//<
KAMU SEDANG MEMBACA
Before We Get Married ✓
FanfictionPark Sooyoung (a.k.a Joy) yang harus memilih antara cinta pertama yang pergi meninggalkannya atau sang kekasih yang selalu ada disisinya. Genre : Romance, Drama, Fan fiction CAST : - Yook Sungjae of BTOB - Park Sooyoung (JOY) of REDVELVET - Choi...
