23 [SEASON 2]

197 13 0
                                        

"Ya apa yang kau katakan pada Sungjae oppa kemarin?!"

Pagi-pagi sekali Joy yang baru saja datang ke sekolah tiba-tiba menarik Youngjae untuk ikut dengannya ke atap. Dan itu membuat teman sekelas mereka kaget dengan tingkah Joy dan mereka tahu saat itu Joy sedang marah.

Joy sudah berniat berbicara dengan Youngjae sejak kamarin malam. Ia ingin bertanya maksud dari perkataan Youngjae kepada Sungjae kemarin.

"maksud mu apa?" Youngjae meringis, "aku sungguh tidak mengerti." ia menarik ujung bibirnya.

Joy yang melihat ekspresi wajah Youngjae semakin marah, "ya Choi Youngjae! Jangan bercanda! Aku serius!" Joy mengepalkan tangannya.

Youngjae berjalan mendekat ke arah Joy, "apa aku terlihat sedang bercanda?" ia menatap Joy dari jarak yang dekat.

Joy menarik kerah seragam Youngjae, "ya! Jangan main-main dengan ku! Sekarang jelaskan apa maksud mu!"

Youngjae melepaskan tangan Joy dari bajunya, "ayolah Joy! Kau ini kenapa? Kau bukan seperti Joy yang aku kenal. Dulu kau periang, kenapa sekarang kau sangat sering marah? Kau berubah, Joy!" seru Youngjae sambil melipat tangannya di dada.

"aku? Berubah kata mu?" Joy mendengus kesal, "kaulah yang berubah Choi Youngjae! Kau menghilang tanpa alasan! Lalu muncul dengan tiba-tiba! Dan mengatakan omong kosong bahwa semua ini salah eomma ku!"

Youngjae menatap Joy, "lihatlah kau sekarang. Kau bukan Joy, sekarang kau telah menjadi Park Sooyoung. Dulu kau sangat melawan perintah eomma mu. Dan sekarang, kenapa kau membelanya?" Youngjae mengangkat satu alisnya.

"berhenti mengatakan omong kosong yang tidak berguna! Kalau kau mengatakan aku sudah berubah. Ya, kau benar! Aku berubah! Dan itu semua karena mu!" Joy menatap Youngjae dengan tajam.

Namun Youngjae malah tertawa, "salah ku, ya? Hahaha.." Youngjae dengan cepat menarik tangan Joy dan membuat Joy tertarik mendekat ke arahnya, "kaulah yang membuat ku seperti ini Joy! Kau yang membuat ku seperti ini!!"

"lepaskan tangan ku!" Joy menarik tangannya.

Youngjae tersenyum, "sekarang kau sudah sangat mirip dengan eomma mu! Asal kau tahu Joy, semua situasi ini salah eomma mu! Eomma mu yang membuat kita seperti ini!!"

Plak!

Joy menampar wajah Sungjae dengan keras, "sudah ku bilang berkali-kali jangan katakan omong kosong! Aku sudah menahan agar tidak menampar mu, tetapi kau terus saja bercanda! Sekarang jawab saja pertanyaan ku. Kenapa kau mengatakan hal bodoh kemarin pada Sungjae oppa?"

Youngjae yang langsung terdiam saat Joy menamparnya lalu ia hanya meringis, "aku tidak menyangka bahwa Nona Sooyoung akan menampar ku."

Joy hanya diam mematung. Sebenarnya ia tidak tahu kenapa tangannya bisa menampar Youngjae. Seperti magnet Joy melakukannya begitu saja.

Youngjae melirik Joy, "kau mau tahu alasan ku?" ucapnya, "sebelum itu, aku akan memberi tahu padamu bahwa aku sudah mendengar pembicaraan mu dengan Sungjae hyung," jelasnya.

Joy tercengang mendengar penjelasan yang keluar dari mulut Youngjae, "ka-kau?! Apa saja yang kau dengar?!"

Youngjae mengangkat bahunya, "semuanya mungkin?" Youngjae menatap Joy, "tapi aku mendengar sesuatu yang keluar dari mulut mu. Dan itu membuatku sakit hati."

"lalu apa yang kau dengar?! Cepat katakan!" Joy mengguncang tubuh Youngjae.

"kau tidak pernah mencintai siapa pun. Dan tidak pernah berhubungan dengan siapa pun. Selama Sungjae hyung tidak ada," jawab Youngjae, "kau sudah membuat ku sakit hati Joy dengan mengatakan itu. Kau tidak pernah menganggap ku hadir di hidup mu."

Before We Get Married ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang