part 3

5.1K 658 50
                                        

Pria dengan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya tengah fokus menatap sekumpulan berkas yang menanti untuk ia selesaikan. Beginilah pekerjaan ia hampir setiap harinya, sebab jika akhir pekan ia tidak akan pernah mau mengerjakan tugas kantor walau sangat mendesak. Baginya, akhir pekan adalah waktu untuk santai, bukan sibuk mengurus pekerjaan  kantor.

Hanya saja, Kyuhyun sangat jarang berada di rumah jika akhir pekan sebab merasa kurang nyaman dengan kehadiran putrinya sendiri. Ia lebih memilih menghabiskan waktu di luar bersama Yoo Jin, wanita yang ia nikahi 5 tahun lalu dan sampai sekarang belum memberi ia anak. Entah apa yang terjadi, Dokter mengatakan Yoo Jin baik-baik saja, tapi tetap saja janin belum tumbuh di rahim Yoo Jin.

Ceklek.

Seseorang membuka pintu ruangan Kyuhyun, membuat pria bermarga Cho itu menoleh ke arah pintu dan terlihat Bibi Yi Jae dengan wajah khawatirnya berjalan terburu-buru mendekati Kyuhyun. Tidak hanya wajah khawatir Bibi Yi Jae yang terlihat, namun juga air mata mengalir deras di pipinya, seperti seorang Ibu yang mengkhawatirkan anaknya.

"Tuan, Nona So Hyun membutuhkan bantuan Anda." Ujar Bibi Yi Jae dan seketika membuat Kyuhyun memutar mata dengan malas.

So Hyun. Demi apapun, Kyuhyun sangat malas mendengar nama itu karena alasan yang bahkan hanya ia yang tahu. Tidak peduli So Hyun adalah putrinya, kebencian tetap tumbuh di hati Kyuhyun, seperti bagaimana ia membenci wanita yang melahirkan So Hyun. Cinta pernah memenuhi hati Kyuhyun untuk Ibu So Hyun,  namun lagi-lagi, benci telah melenyapkan rasa cinta dan merubahnya menjadi benci tak berkesudahan.

"Aku tidak peduli semua hal tentangnya! Jadi, pergilah sekarang!" Kyuhyun berucap dengan sangat dingin dan penuh penekanan, sebagai kode keras bagi Yi Jae untuk pergi secepat mungkin dari ruangan Kyuhyun.

Tapi, apakah Yi Jae akan menurut? Untuk masalah lain mungkin Yi Jae akan menurut, namun tidak untuk sekarang. Ini sangat darurat karena menyangkut keselamatan dan masa depan So Hyun. "Nona So Hyun ada di Kantor Polisi, Tuan. Ketua gangster bisa menyerang Kantor Polisi itu kapan saja jika Nona So Hyun masih di sana, semua karena Nona So Hyun membuat seorang anggota gangster kritis." Bibi Yi Jae kembali bicara dan kali ini Kyuhyun tidak menunjukkan tatapan malas, melainkan tatapan sangat terkejut.

****

Tiga orang Polisi tampan sedang fokus menonton rekaman cctv, yang memperlihatkan bagaimana luar biasanya seorang gadis dalam menghajar seorang anggota kelompok kejahatan yang sudah lama menjadi buronan karena pernah membunuh seorang wanita.

Decak kagum beberapa kali keluar dari ketiga mulut pria itu, yang bernama Park Chanyeol, Oh Sehun dan Shin Dong Hee. Sulit mereka percaya bahwa seorang gadis bisa mengalahkan seorang anggota gangster , bahkan sampai membuatnya kritis dan sekarang berada di rumah sakit.

Meski telah berhasil melumpuhkan salah satu buronan Polisi, So Hyun tetap ditahan untuk sementara waktu karena ingin dimintai keterangan. ketiga pria itu akan memastikan keselamatan So Hyun, walau tak ada jaminan pasti kalau gangster tidak akan datang dan mengobrak-abrik Kantor Polisi.

Gangster, kelompok dengan anggota yang pasti sangat terlatih dan siap melakukan apa saja demi menjaga nama kelompok atau organisasi itu sendiri. So Hyun yang sekarang duduk seorang diri dan menatap tiga Polisi itu tahu betul hal yang akan terjadi jika berhubungan dengan gangster ataupun mafia sebab ia bermimpi masuk ke dalam salah satu dunia hitam itu. Tapi Jiwon selalu melarangnya, bahkan sekarang setia duduk di sebelahnya.

"Kau baik-baik saja?" Jiwon bertanya pada So Hyun, tanpa sadar bahwa So Hyun lah yang seharusnya mengajukan pertanyaan seperti itu karena raut wajah Jiwon terlihat sangat tidak baik.

Why Dad? ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang