Seorang pria dengan pakaian rapi berjalan di lorong rumah sakit, menuju ke tempat seorang wanita yang tengah duduk di depan kamar rawat sang anak. Wajahnya tidak menakutkan, tapi pada kenyataannya ia tengah melaksanakan misi yang berbahaya bagi wanita yang tengah duduk itu.
Bibir pria itu menyunggingkan senyum sinis pada wanita yang sudah setahun ini ia cari. Pintar sekali dia bersembunyi, hingga ia tidak bisa mengendus keberadaannya. Tapi sekarang ia telah berhasil menemukannya dan bonus dalam jumlah besar siap ia terima. Hanya ada dua hal yang bisa ia lakukan, bawa hidup-hidup atau bunuh di tempat.
Kejam memang, namun itulah tugas, lebih tepatnya tugas yang melanggar hukum. Meski melanggar hukum sekalipun, jika uang sudah menunggu maka tugas akan ia laksanakan. Di jaman seperti sekarang ini, uang adalah segalanya dan dosa adalah hal yang berada diurutan kesekian unruk dipikirkan.
Sementara wanita yang menjadi targetnya sudah berdiri. Disaat bersamaan, pria jahat yang hendak melakukan hal buruk pada wanita itu telah dilumpuhkan dengan tembakkan bius oleh pengawal sang Ketua Gangster yang bertugas disana.
Para pengawal itu adalah anak buah Seo Joon, yang saat ini bertugas menjaga Jiwon dan So Hyun. Mereka sudah tahu siapa saja yang akan berbuat jahat pada Ibu dan anak itu, jadi mustahil orang jahat bisa menyentuh Jiwon dan So Hyun.
Si tokoh jahat, Han Yoo Jin, belum tahu bahwa Seo Joon sudah tahu tentang orang yang dia bayar untuk menangkap Jiwon. Hanya saja, Seo Joon bersikap seolah tidak tahu apa-apa dan menunggu orang itu masuk ke dalam perangkapnya.
Dan Kim Jiwon. Wanita cantik itu sekarang sedang berhadapan langsung dengan Cho Kyuhyun, suaminya yang lebih mirip orang asing. Jiwon tidak tahu bahwa tadi ada bahaya berusaha mendekat padanya dan tidak penting juga untuk dipikirkan, karena anak buah Seo Joon sudah membereskan semuanya.
Inilah maksud dari ucapan Seo Joon, ketika dia mengatakan. "Aku tidak akan membiarkan Yoo Jin menyentuhmu, apalagi sampai melakukan hal buruk."
Sekarang, Jiwon hanya harus memikirkan bagaimana menghadapi Kyuhyun. Ia juga ingin mengatakan bahwa Yoo Jin adalah orang yang sudah menabrak So Hyun, tapi bibirnya terasa sulit untuk bicara. Ia hanya bisa diam dan menatap Kyuhyun, yang saat ini juga menatapnya.
"Maaf karena aku masuk. Aku..."
"Sudahlah. Ada sesuatu yang ingin aku katakan..." Jiwon memotong ucapan Kyuhyun, kemudian berhenti sejenak sebelum kembali bicara.
"Yoo Jin, dia adalah orang yang menabrak So Hyun." Ucap Jiwon dan sudah pasti membuat Kyuhyun sangat terkejut.
"Bagaimana kau tahu?"
"Mimpi, aku melihatnya dimimpiku." Dengan cepat Jiwon membalas pertanyaan Kyuhyun, yang sudah jelas kalau Kyuhyun meragukan ucapannya.
"Aku tahu dia istrimu, tapi..."
"Kami sedang dalam proses bercerai." Kali ini Jiwon yang terlihat terkejut, namun bersikap seperti orang biasa saja.
Jiwon sadar, ia dan Kyuhyun seperti bukan siapa-siapanya lagi sekarang. Maka apapun yang berhubungan dengan Kyuhyun tidak lagi menjadi urusannya. Ia dan Kyuhyun tidak lebih dari orang asing. Namun jika mengingat So Hyun dan pernikahan, kalimat orang asing terasa tidaklah tepat.
"Aku tidak mencintainya. Aku hanya mencintaimu." Kalimat inilah yang selama 17 tahun Kyuhyun tahan, untuk menunjukkan pada orang lain bahwa ia tidak lagi mencintai wanita yang sudah meninggalkannya. Tapi, apa yang terjadi?
Tidak peduli seberapa keras Kyuhyun meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia membenci Jiwon dan tidak lagi mencintainya, karena pada kenyataannya ia masih mencintai wanita itu. Cinta pada pandangan pertama tidak bisa ia hilangkan begitu saja. Tidak. Rasa cintanya pada Jiwon tidak akan sirna sampai kapanpun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Why Dad? ✔
Fanfiction"Ada hal yang ingin aku tanyakan pada pria bernama Cho Kyuhyun itu, kenapa kau begitu membenciku? Aku anakmu, Tuan Cho, tapi kenapa kau begitu membenciku?"
