Cho Kyuhyun. Pria itu berdiri disebelah makam Ayah dan Ibunya, hingga terlihat seperti orang paling menyedihkan di dunia ini. Ia sendirian, tanpa seorang pun peduli padanya. Benarkah demikian, Cho Kyuhyun?
Rasanya tidak juga. Ada seorang gadis cantik yang menatap Kyuhyun dari kejauhan, memperhatikan setiap gerak-gerik pria itu. Sudah hampir 5 menit gadis bernama Cho So Hyun itu bersembunyi, padahal niatnya datang kemari untuk melihat makam Kakek dan Neneknya.
So Hyun datang kemari diam-diam, sebab Ibunya pasti tidak akan membiarkannya ke luar rumah. Namun, ia tidak pernah berpikir bahwa Tuan Cho ternyata sudah berada disini, karena biasanya dia selalu datang pada sore hari.
Dari kejauhan itu, So Hyun masih bisa melihat dengan jelas wajah Tuan Cho, yang terlihat berbeda. Pria itu seperti kesepian, sedih dan menyimpan semua seorang diri. Dia seperti butuh teman untuk berbagi, namun saat ini dia tidak memiliki teman untuk berbagi cerita.
Mata So Hyun terus menatap Kyuhyun, tanpa sekalipun teralihkah. Hingga akhirnya, ia merasakan tetesan air jatuh di tangannya. Hujan. Ya, hujan turun sesuai dengan perkiraan cuaca yang ia lihat. Hujan langsung turun dengan deras, membuat So Hyun buru-buru memakai payung.
Mata So Hyun menatap Tuan Cho yang berlari menembus hujan dan setahu So Hyun, mobil Tuan Cho parkir cukup jauh dari sini. Dia bisa bayah kuyup sebelum sampai di mobil, lalu kemungkinan akan jaruh sakit.
Dengan langkah cepat So Hyun berlari menyusul Kyuhyun, kemudian memayungi pria itu hingga diri sendirinya terkena hujan. Tidak apa-apa, yang terpenting Tuan Cho baik-baik saja setelah ini. Begitulah yang So Hyun pikirkan.
Langkah Kyuhyun seketika terhenti, begitu merasakan ada yang berbeda. Ia membalikkan badannya dan terlihat So Hyun tengah memayunginya, sementara dia kehujanan. Seluruh badan So Hyun benar-benar sudah basah karena air hujan.
"Aku tidak ingin Anda sakit. Jadi, pakailah payungku." So Hyun meraih tangan Kyuhyun dan memberikan payungnya, lalu mulai melangkah pergi.
Kyuhyun tertegun melihat apa yang So Hyun lakukan, hingga membuat ia langsung menahan tangan So Hyun dan menatap anak yang selama tiga hari ini tidak ia lihat. Tunggu, anak? Kau mengakuinya sebagai anak, Cho Kyuhyun?
Karena refleks So Hyun terlatih untuk melindungi diri, maka ia langsung membanting Kyuhyun begitu tangannya dipegang secara tiba-tiba. Percayala, ini refleks, bukan sengaja So Hyun lakukan.
"Ya! Apa yang kau lakukan?!" Bentak Kyuhyun dan ia merasakan sekujur tubuhnya sakit setelah ia dibanting oleh So Hyun. Selain kerasnya bantingan, itu juga disebabkan oleh faktor usia. Malangnya Cho Kyuhyun, karena ia tidak menguasai bela diri sebaik So Hyun.
"Maafkan aku, Ayah. Tadi aku refleks. Sungguh maafkan aku." So Hyun meminta maaf sembari membatu Kyuhyun berdiri dan ia tidak sengaja mengeluarkan kata Ayah karena terlalu panik. Ayah, kata yang sudah bertahun-tahun tidak So Hyun keluarkan, kini kembali ia keluarkan.
"Tadi, kau mengatakan Ayah? " Kyuhyun bertanya setelah berhasil kembali berdiri. Telinganya mendengar So Hyun mengucapkan kata Ayah, dan entah kenapa ia merasakan sesuatu di hatinya setelah sekian lama kata itu tidak pernah ia dengar.
Ekpresi panik So Hyun seketika lenyap setelah Kyuhyun bertanya, tangannya pun tidak lagi memegang tangan Kyuhyun. Apa benar tadi ia mengatakan Ayah? Sungguh lancang mulutnya kalau sampai benar-benar memanggil Tuan Cho dengan sebutan Ayah.
Tanpa mengeluarkan sepatah katapun, So Hyun pergi meninggalkan Kyuhyun. Bukan karena tidak ingin bicara dengan Kyuhyun, tapi karena ada hantu menyeramkan terus menerus memberikan tatapan tajam padanya. Meski sudah sering melihat hantu, ia kadang masih takut saat melihat hantu, terutama hantu dengan penampilan sangat menyeramkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Why Dad? ✔
Fanfiction"Ada hal yang ingin aku tanyakan pada pria bernama Cho Kyuhyun itu, kenapa kau begitu membenciku? Aku anakmu, Tuan Cho, tapi kenapa kau begitu membenciku?"
