Happy Reading!!
Jangan Lupa Bahagia
***
CJR akan selalu ada untuk para Comate. Walau terpecah tapi di dalam hati para Comate, CJR tetap utuh.
- CJR -
___
(Namakamu) melihat gitar yang digunakan Aldi. Gitar kesayangan Aldi sejak SMP. Gitar itu masih disimpan Aldi ternyata. (Namakamu) sempat mengira bahwa Aldi benar-benar tidak akan memainkan gitar itu. Gitar yang pernah Aldi lempar tepat di depan (Namakamu) walau saat itu Aldi tidak melihat ada (Namakamu) di balik pintu.
Terima kasih cinta untuk segalanya
Kau berikan lagi kesempatan itu
Takkan terulang lagi semua kesalahanku
Yang pernah menyakitimu.
Aldi berhenti di hadapan (Namakamu). Ia tetap memetik gitarnya dan bernyanyi. Dari mata (Namakamu), Aldi bisa menangkap secerca harapan kembalinya (Namakamu). Gadis itu bahkan terharu sampai matanya berkaca-kaca melihat Aldi bernyanyi untuknya membuktikan bahwa pria itu masih bisa bermain gitar seperti dulu.
"Look!!" pinta Aldi merentangkan tangannya. Tangan kanannya masih memegang gagang gitarnya. "Gua masih bisa bermain gitar. Gua masih ahli, kan? Apa yang lo takutin?"
"Tapi kenapa lo malah milih drum?"
"Karena band nggak akan lengkap tanpa seorang drummer dan gua juga bisa memainkan drum. Jadi, nggak salah, kan?" Aldi menunggu respon (Namakamu) tapi gadis itu menunduk seperti memikirkan sesuatu. "Mau main?" Aldi akhirnya memberinya gitar.
"Al." (Namakamu) mendongak melihat gitar yang Aldi sodorkan.
"Coba!! Kalo nggak bisa, gua ajarin." Aldi memberikan senyum terbaiknya berusaha membuat (Namakamu) luluh.
Tangan (Namakamu) menyentuh gitar itu. Rasa gugupnya hilang seketika setelah memegangnya. Aldi masih tersenyum bahkan senyumnya lebih lebar saat (Namakamu) sudah membawa gitar itu ke dalam pelukannya. Aldi tidak tahan lagi, ia sangat ingin mencium pipi (Namakamu) yang begitu menggemaskan saat memasang wajah bingung.
Cup.
(Namakamu) langsung mendongak melihat Aldi yang tersenyum. Baru saja Aldi mengecup pipinya. Ok, saat ini (Namakamu) merasa panas di kedua pipinya khususnya pipi yang baru saja Aldi kecup. (Namakamu) tahu kalau sekarang pipinya merah karena merona dan malu. Kenapa anak mami seperti Aldi bisa se-sweet ini?
"Khem." Kiki berdehem
"Gua batuk. Khem, uhhukk." Iqbaal menirukan suara batuk.
"Krik krik krik." Zikri menirukan suara jangkrik.
"Ada jangkrik," ucap Bastian melihat ke arah lain.
"Jangkriknya makan kacang," timpal Salsha.
"Dunia milik berdua yang lain ngontrak." Steffi terkekeh.
"Apaan, sih? Nggak jelas." (Namakamu) mengerucutkan bibirnya untuk mengejek teman-temannya.
"Yuk!!" Aldi menarik tangan (Namakamu) untuk menuju ruang musiknya. "Kita senang-senang ini malam." Aldi begitu antusias.
Bastian, Zikri, Salsha, dan Steffi duduk di sofa sambil melihat ke 4 temannya mengambil tempat masing-masing. Iqbaal menggunakan gitar listrik, Aldi duduk di belakang drum, Kiki sendiri memakai keyboard, sedangkan (Namakamu) akan memainkan gitar akustik milik Aldi.
Mereka menyanyikan lagu-lagu populer kala ini. Betul kata Aldi, (Namakamu) memang bisa. Buktinya gadis itu memainkan gitar dengan bagus walau memang sedikit terlihat kaku karena melakukannya untuk pertama kali lagi setelah 2 tahun tidak bermain. Ya, kalau memang bakat udah pasti bisa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aldy Maldini
Fanfiction》Selesai《 Sinopsis By : Jumriani Ismail ¤¤¤ Anak Manja Vs Anak Garang? Good Boy Vs Bad Girl? Kira-kira yang mana yang menang? Aldy Maldini yang manjanya ketulungan atau (Namakamu) Fadiyah yang garangnya bukan main? Aldi dan (Namakamu) dipertemukan d...
