Halo Kakak2!
Apa kabar?
Rasanya udah lama banget ya kita ga ketemu dan saling sapa di WP.
Semoga Kakak2 sekeluarga sehat2 yaaaa.
Dua tahun ini aktivitas saya di dunia nyata terus meningkat. Sekedar buka WP, kini hanya bisa di malam hari atau akhir pekan. Itupun tidak selalu sempat. Nulis 1 paragraf (plus ritual hapus-ketik-hapus-ketik) butuh waktu bbrp jam. Apalagi ngetik 1 bab. Makanya EKSIPIEN ga kelar2.
Jadi sekarang, dalam rangka memaksakan diri membuka WP lebih sering, saya mau republish CERITA YANG TIDAK DIMULAI ini.
CYTD bukan cerita yg pertama kali saya publish di WP. Tapi ini adalah cerita yg pertama kali diterbitkan oleh Karos Publisher. Karenanya, cerita ini spesial untuk saya.
Dengan republish cerita ini, saya berharap mendapatkan kembali vibe Medika/Gezonde universe, sehingga bisa lebih lancar menyelesaikan EKSIPIEN yg sudah lama tertunda.
Di sisi lain, bagi Kakak2 yg udh pernah baca cerita ini, semoga bisa mengobati rasa kangen sama Pakde. Dan bagi Kakak2 yg belum pernah baca cerita ini, semoga Kakak2 suka bacanya dan berkenan vote.
Cerita ini spesial di hati saya. Saya harap, cerita ini juga spesial di hati Kakak2.
Makasih byk dukungannya, Kakak2 😘
* * *
Jam digital yang terdapat di ruang IPC (In Process Control - pengujian kualitas produk obat yang dilakukan selama proses produksi) baru menunjukkan pukul 8 pagi, tapi gadis itu sudah berkeliling di sepanjang koridor dan ruang-ruang produksi sediaan tablet dengan pakaian khusus yang dilengkapi hair cover.
"Tabletting nya mulai dari kapan, Pak Dul?" tanya gadis itu kepada laki-laki berusia empat puluhan, yang juga memakai pakaian khusus serupa, yang sedang menyiapkan sampel tablet untuk diuji kekerasannya.
"Baru mulai, Mbak. Ini lagi setting mesin pencetaknya, makanya lagi uji kekerasan tablet nih supaya tahu setting mesinnya udah pas atau belum," jawab Pak Dul. "Emang kenapa Mbak Haiva?"
"Timbangannya belum diverifikasi ya Pak?" gadis bernama Haiva itu balik bertanya.
"Oh iya, Mbak," jawab Pak Dul. "Tapi timbangannya belum dipakai kok. Habis ini baru mau diverifikasi, baru dipakai untuk nimbang tablet."
Haiva tahu bahwa Pak Dul sedang ngeles.
Timbangan analitik merupakan salah satu alat yang digunakan di industri farmasi, yang selain harus dikualifikasi saat pertama kali dibeli dan dikalibrasi tiap beberapa waktu sekali, namun juga harus diverifikasi akurasi dan presisinya setiap kali akan digunakan.
Haiva yakin bahwa sebenarnya Pak Dul memang lupa melakukan verifikasi harian terhadap timbangan yang digunakan untuk IPC tablet tersebut. Tapi kelihatannya Pak Dul tidak mau mengakui bahwa dirinya lupa, sehingga menggunakan justifikasi bahwa timbangan tersebut memang belum digunakan. Tapi Haiva malas berdebat pagi-pagi. Dia tidak mau merusak mood nya sendiri.
"Oke deh Pak. Kalo gitu, abis ini timbangannya buruan diverifikasi ya Pak," jawab Haiva kemudian. "Takut nanti kelupaan."
"Saya nggak lupa kok Mbak. Abis ini emang mau diverifikasi kok."
Tuh kan ngeles lagi, desah Haiva dalam hati.
Tapi bibirnya tetap mempertahankan senyum."Sip deh Pak. Mantep! Lain kali tiap pagi kalau baru dateng, timbangannya langsung diverifikasi aja Pak, supaya nggak terlewat."
Kali itu Haiva menggunakan kata terlewat alih-alih terlupa.
Lalu Haiva melipir dari ruangan itu, menuju ruangan lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
CERITA YANG TIDAK DIMULAI
RomanceWORK SERIES #1 Aku selalu berandai-andai. Andai aku terlahir lebih lambat, atau kau terlahir lebih cepat. Apa kita bisa bahagia? First published on May 2018 Final chapter published on August 2020 Reposted on December 2021
