Akan ada masa di mana sebuah ironi atas segala pengkhianatan dibalas dengan pengkhiantan.
***
Setelah kondisi mentalnya merasa lebih baik, Selena kini hanya menikmati semilir angin yang menyentuh lembut setiap mili kulit tubuhnya. Gadis itu kini tampak lebih baik dengan kondisinya sekarang walaupun sesekali Edward masih mendapatinya melamun. Entah memikirkan bagaimana nasibnya ke depan atau rahasia yang terjadi di masa lalu hingga mengakibatkan nyawa gadis itu harus melayang di tangan para pengincarnya.
Selain itu, Edward tak berani mengganggu Selena. Pemuda itu benar-benar memberikan waktu kepada sahabatnya untuk berdiam diri.
Sembari mengawasi gerak-gerik gadis yang kini duduk di ayunan tersebut, Edward membaca sebuah buku khusus yang berhubungan dengan kalung yang digunakan Selena. Sebuah kalung berbentuk oval yang di dalamnya terdapat lambang mawar merah dikelilingi warna biru sejernih lautan.
Pemuda itu merasa aneh. Ia yakin jika Reese beserta yang lain mengincar bukan untuk nyawa Selena saja atau justru mengenyahkan gadis bersurai panjang itu dari hubungan di antara para kaum vampire. Pun, saat di kehidupan sebelumnya, Edward meyakini jika Mrs. Coleen menyuruh Azzura dan kakaknya untuk melindungi Selena justru memiliki rahasia besar yang tak diketahui oleh siapapun.
"Edward." Sebuah alunan merdu suara mengisi gendang telinga pemuda itu. Lantas membuatnya menoleh untuk mengetahui siapa yang memanggil namanya.
"Kakak, kau sudah sampai?" tanya Edward hingga membuat Selena mengalihkan atensi ke arah pandangan sahabatnya itu.
Gadis itu membeku. Mendadak tubuhnya gemetar dengan bibir yang mulai berubah pucat. Pelupuk matanya kini menahan bendungan air mata jua.
Di sana-di samping Azzura-tengah berdiri seseorang yang menjadi pertanyaan sekaligus jawaban terbesarnya. Sosok yang selama ini ternyata kembali menyeret kehidupan tentramnya terancam. Sosok yang terlihat sama kacaunya dengan Selena ketika tatapan mereka bersirobok.
"Aldric," lirih Selena pelan, mengabaikan beberapa orang yang tengah memandangnya sendu.
Edward sadar jika pertemuan ini akan terjadi, maka cepat-cepat ia mengantisipasi dengan mengalihkan perhatian. Ia memberikan kode kepada Azzura untuk memberikan jawaban yang tertunda sebelumnya.
Azzura tersenyum. "Aku sudah sampai beberapa menit lalu. Tadi aku sempat melihat ke kamar tempat Blaire diistirahatkkan dan mengobatinya."
"Lalu aku menyuruh Xander untuk menungguinya di kamar. Aku yakin Blaire kini butuh Xander di sampingnya," lanjut gadis yang masih berstatus pasangan Devian tersebut.
Selena mengalihkan pandangan dan menatap Azzura. Gadis itu menunjukkan ekspresi tak percaya ke arah kakak Edward tersebut. "Kau ... mengobatinya?"
Lagi, Azzura tersenyum. Kali ini ia melangkah lebih dulu dibandingkan lelaki vampire di sampingnya. "Tentu saja, karena aku vampire penyembuh jadi sudah menjadi tugasku untuk menyembuhkan seseorang apalagi dia adalah reinkarnasi Mrs. Coleen. Tentu ini menjadi balas budi atas jasanya di masa lalu ketika menjadikanku salah satu tenaga medis di wilayah Colton."
Terenyuh. Selena tersenyum menatap Azzura yang ternyata telah sampai di hadapannya dengan begitu cepat. Ia segera memeluk gadis vampire itu dan berterima kasih atas pertolongan yang telah diberikan Azzura.
"Seperti kataku, kau tak perlu khawatir. Kali ini kita akan mengetahui alasan mengapa mereka begitu mengincarmu," Edward menimpali.
"Terima kasih," ucap Selena tulus sembari merenggangkan pelukan dari Azzura.
KAMU SEDANG MEMBACA
FALSE : The Beginning
FantastikSelena tak pernah menyangka jika kalung yang selama ini diberikan sang ibu justru membawanya kembali bertemu dengan sosok-sosok yang berpengaruh atas kehidupannya di masa lampau. Gadis itu terus dihantui mimpi buruk yang membuatnya bertanda tanya me...
