Tabir kebohongan perlahan terbuka dan segalanya akan jelas dengan semua kejujuran yang ada
***
Setelah diajak berputar-putar di mansion yang luasnya empat kali lipat rumahnya, Selena tiba di sebuah taman di belakang kediaman milik Edward. Netranya mengedar pada lingkungan yang begitu asri tersebut. Sesekali pandangannya menangkap berbagai bunga yang sempat pernah ditanamnya saat di London.
Taman ini begitu asri. Tanaman bunga yang berjejer rapi dengan sebuah kolam yang di tengahnya terdapat sebuah patung yang memancurkan air. Tak jauh dari kolam berbentuk lingkaran itu, sebuah gazebo berwarna putih. Kemudian di sampingnya terdapat ayunan untuk dua orang.
Selena tersenyum lalu mengarahkan tatapannya kepada Edward yang kini melihat gadis itu dengan sedikit menyunggingkan bibir ke atas. "Kau suka?" tanya pemuda itu lembut.
Tak dapat dipungkiri, Selena jatuh cinta dengan nuansa tenang di taman itu. Pun, entah mengapa gadis itu merasa damai ketika menghirup partikel demi partikel oksigen untuk memenuhi setiap gelembung alveolus pada paru-parunya.
"Aku ... suka," akunya dengan tersenyum kikuk. Ia terus terkagum-kagum pada taman yang begitu tertata itu hingga mengundang tawa kecil dari Edward.
"Setiap elf memang menyukai lingkungan yang asri," jelas Edward seolah membaca pikiran Selena.
Mengalihkan pandangan, Selena menautkan sepasang alis tebalnya. "Kau bilang elf? Kau bukan manusia?"
Edward mengangguk. "Kau ingat, kenapa kedua orang tuaku tidak pernah bertemu keluarga kalian?"
Menggumam sejenak, kepala Selena menggeleng pelan. "Memangnya kenapa?"
"Orang tuaku sebenarnya bukan manusia. Kami tidak bisa berlama-lama tinggal di lingkungan manusia. Kami harus melarikan diri dan ...." Edward sedikit melirik ke arah Selena yang terlihat ingin melontarkan kalimat sambungan.
"Kau akan dicurigai sebagai makhluk abadi karena masih terlihat muda walaupun menginjak sekolah menengah pertama," ucap Selena lirih dan disambut jawaban 'ya' dari Edward.
"Aku tahu sejak lama jika kau sebenarnya bermimpi seperti itu karena kalung yang kau gunakan. Selama ini, mantan kekasihmu dari masa lalu mengintaimu. Kau ingat seorang pemuda yang tampak seusia kita dan ikut bermain bersama ketika di lingkungan rumah? Seorang anak yang mengaku bernama Jasper dan sering kau lihat jika dia terlihat pucat."
Selena tersentak. Ingatannya akan seorang anak lelaki muda bernama Jasper terngiang-ngiang di sel abu-abunya. Seingat gadis itu, pemuda bernama Jasper itu merupakan tetangga yang tinggal dua blok dari tempat mereka tinggal di London. Namun, Selena selalu merasa aneh dengan perilaku Jasper apalagi saat gadis itu mulai ke psikiater untuk melakukan terapi mimpi buruknya.
Jasper tak pernah terlihat lagi.
Pemuda itu seakan menghilang ditelan bumi bersamaan dengan Edward. Pun, ketika Selena mencoba untuk mengunjungi rumah pemuda itu, nyatanya tempat tinggal Jasper kosong seolah tak pernah ditinggali selama bertahun-tahun. Hingga saat dia telah menjalani terapinya, ia menyadari sesuatu tentang Jasper.
"Dia adalah Luxio," gumam Selena tak percaya. Mati-matian dia menelan salivanya untuk mengusir risau setelah mendengarkan penjelasan tersebut.
"Kau benar," Edward mengambil langkah dan mendekati gazebo kayu tersebut, "dan aku menyadarinya setelah aku mengikuti ritual pendewasaan diri. Aku mendapatkan ingatan akan masa lalu saat aku menjadi sosok yang bernama Edward dengan fisik sama persis seperti di kehidupan sebelumnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
FALSE : The Beginning
FantasíaSelena tak pernah menyangka jika kalung yang selama ini diberikan sang ibu justru membawanya kembali bertemu dengan sosok-sosok yang berpengaruh atas kehidupannya di masa lampau. Gadis itu terus dihantui mimpi buruk yang membuatnya bertanda tanya me...
