Maafkan untuk segala typo yang melambai
.
.
.
.
.
.
.
Kim Taehyung adalah orang baru di lingkar setan ini. Ia tidak mengetahui beberapa hal tentang orang yang terlibat di lingkar setan ini. Yang ia tahu pasti adalah dia akan dengan seluruh hidupnya melindungi dua orang tercintanya. Dua orang yang menjadi jangkar dalam hidupnya.
Katakanlah Taehyung seorang yang dangkal, seorang yang egois. Tetapi ia tidak akan mengambil kesempatan apabila itu menyakiti dua orang yang ia sayangi dengan segala hidupnya.
"Kookie!! Berhenti bermain game mu!! Ayo kita berkencan dengan Jimin!!!"
"Eh? Tunggu sebentar!!"
Jeon Jungkook mungkin saja makhluk paling malas sedunia. Park Jimin bisa saja menjadi manusia paling menjengkelkan. Tapi mereka bagai rumah untuknya. Mereka adalah jangkar yang menjaga kapal. Gravitasi yang membuatnya tetap berpijak.
"Cepat atau aku akan meninggalkanmu dan berkencan dengan Jimin sendiri."
Kim Taehyung tidak peduli jika ia harus menjadi peran antagonis di suatu kehidupan orang. Ia tidak peduli jika jagad raya mengutuknya. Selama itu akan menjaga kehidupannya. Hidup yang kini berada di genggaman dua orang.
"Jiminie!!! Maafkan aku dan Kookie agak telat... Si kelinci kelebihan hormon ini bermain game seharian!!"
"JEON JUNGKOOK!!"
"Bangsat kau Kim Taehyung... Ah!!! Jiminie manisku, maafkan cintamu yang satu ini ya..."
Ya, Kim Taehyung tidak peduli. Jika ia bisa menjaga semua ini, ia akan menyerahkan segalanya. Meskipun semua itu berarti dunia akan mengutuknya. Namun, jika itu yang perlu ia lakukan, terjun ke nerakapun ia bersedia. Menjadi iblis pun ia akan lakukan.
.
.
.
.
.
.
.
-Season-
Chapter 7
The Devil Who Give His All
"Most of the evils in this world is done by people with good intentions." -T. S. Eliot
.
.
.
.
.
.
.
Satu minggu.
Satu minggu dan Min Yoongi bahkan tidak dapat bertemu dengan malaikatnya.
Min Yoongi pasrah. Kalimat inilah yang begitu sering muncul dalam kamusnya.
"Lalu apa yang hyung akan lakukan? Kau tidak mungkin mendekati Hoseok begitu saja, yang ada hyung akan terkapar dan kehilangan satu bola emas."
Namjoon dan Yoongi kini berada di dalam ruang studio musik kosong. Yoongi duduk di sebuah sofa di pojok ruangan dan di seberangnya Namjoon duduk bersandar malas.
"Aku belum tau, Joon." Yoongi mengusap wajahnya, kehabisan ide, otaknya buntu.
"Lalu kau akan menyerah?"
Yoongi sigap menatap Namjoon, "woah, aku belum tau, Joon. Bukan berarti aku menyerah."
Min Yoongi memang pasrah, namun bukan berarti ia menyerah. Telur yang tidak pecah bukan berarti batu, hanya saja memiliki cangkang yang keras.
"Kau benar-benar ingin mendapatkan Hoseok, Hyung? Kau bahkan belum semenitpun berbicara dengannya."
"Joon, aku malas, bukan bodoh. Tentu saja aku sudah memperhatikannya selama satu minggu ini."
"That's creepy!" Namjoon memasang muka jijik kepada Yoongi.
"I'm not stalking him, you dumbass. That's a crime. Lagipula aku cukup bertanya ke teman-teman club nya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Season [YoonSeok]
FanfictionHidup itu seperti musim yang silih berganti, ia penuh dengan rasa sakit dan tangis, namun tak jarang dipenuhi dengan tawa manis dan bunga cantik Jung Hoseok tersesat dalam kehidupan dan Min Yoongi menemukannya Bottom Hoseok Top Yoongi /!\: suicide a...
![Season [YoonSeok]](https://img.wattpad.com/cover/149964731-64-k785632.jpg)