"Jadi menurutmu bagaimana, Joon?" Seokjin menatap Namjoon yang kini tengah berbaring memeluknya dari belakang.
"Aku setuju. Hyukjae itu licik, entah apa yang akan di lakukan saat bertemu dengan Hoseok," Jin mengangguk lemah, ia sudah tidak tahu apa lagi yang harus ia lakukan, dia sudah terpaku.
"Aku... Aku khawatir... Dengan Hoseok dan Jimin... Jika Hoseok hampir membunuh dirinya sendiri, bagaimana dengan Jimin? 10 tahun lebih, Joon. Yang Jimin ketahui adalah hyungnya seorang malaikat," Seokjin menitikkan air mata, kembali ia ingat percakapan Jimin dengan dirinya saat lalu.
"Kenapa Hyukjae begitu membenci Jimin?" Namjoon mengeratkan pelukan dirinya ke Seokjin. Ia tidak tahu apa yang membuat seorang Park Hyukjae begitu membenci orang semanis dan sebaik Jimin.
"Aku tidak tahu, aku bahkan baru mengetahuinya saat aku dan Kook menyelamatkan Jimin dan Hoseok. Apakah kau akan percaya kalau Hyukjae yang dulu adalah pria yang begitu ramah dan pengertian? Kalau dulu dia sering membantuku saat aku kesusahan?" Namjoon memendamkan wajahnya di rambut Seokjin, membiarkan Seokjin meluapkan segalanya. Ia tahu orang yang paling tersakiti dengan pengakuan Hyukjae setelah Hoseok dan Jimin adalah Seokjinnya.
"Apakah begitu sakit?"
"4 tahun, Joon..."
"I'm sorry, baby."
"Everybody wants happiness, nobody wants pain. But you can't have rainbow without a little rain."
"But sometimes there's no rainbow after the rain."
"You have sun. I'll try to make it at least warmer."
.
.
.
.
.
.
.
-Season-
Chapter 20:
After The Rain
"Life isn't about waiting for the storm to pass, it's about learning how to dancing in the rain."
.
.
.
.
.
.
.
Before we go 2 the story, ku ingin minta maap kalo misalanya kadang A/N pake eng full... Itu tandanya ditulis pas lagi ngantuk... Dan saya biasanya nulis A/N baru publish... So.... Yeah, my sleeping schedule is fucked up...
Okay! To the Story!!!
Jungkook sadar. Ia sepenuhnya sadar kalau dia bersalah, namun keadaan seperti ini tidak akan memperbaiki apapun.
"Astaga, hyung! Aku minta maaf, aku tau aku salah. Kumohon jangan mengabaikan aku lagi..." Jungkook menatap melas orang di depannya yang masih berusaha mengabaikannya.
"Hyung~"
"Kalau begitu katakan apa yang terjadi," Taehyung menatap Jungkook yang kini telah membeku, tapi Taehyung mengabaikannya dan lebih memilih menatap mata Jungkook yang terlihat jelas diliput keraguan.
"Itu bukan ceritaku untuk ku ceritakan, Tae..." Jungkook meraih tangan Taehyung yang dengan segera Taehyung tarik.
"Aku tidak memintamu untuk menceritakan apa yang terjadi dengan Hoseok-hyung, Kook," Taehyung menatap Jungkook lekat, sinar matanya sirat dengan rasa sakit. Sebegitu susahnya kah untuk Jungkook menceritakan apa yang terjadi dengannya ke Taehyung, "apakah begitu susah?"
Jungkook menghela nafas berat, "aku tidak ingin orang lain terlibat. Aku tidak ingin kau terlibat lebih jauh, Tae."
Taehyung menggebrak meja, menarik perhatian orang-orang yanh ada di dalam cafe, matanya menyalang marah, "aku sudah terlibat, Kook. Mau bagaimanapun aku juga kekasihmu aku sudah pasti terlibat. Kau tidak memberitahukan Jimin kalau Hoseok-hyung pernah melakukan percobaan bunuh diri, aku mengetahuinya setelah menanyakan pada Jin-hyung! Sekarang kau berusaha menutupi apa yang terjadi denganmu?!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Season [YoonSeok]
Fiksi PenggemarHidup itu seperti musim yang silih berganti, ia penuh dengan rasa sakit dan tangis, namun tak jarang dipenuhi dengan tawa manis dan bunga cantik Jung Hoseok tersesat dalam kehidupan dan Min Yoongi menemukannya Bottom Hoseok Top Yoongi /!\: suicide a...
![Season [YoonSeok]](https://img.wattpad.com/cover/149964731-64-k785632.jpg)