Chapter 24: Roses and Thorns

766 128 3
                                        

Setelah pergi dari apartement Hoseok, Jungkook kembali berjalan tanpa arah. Ia tidak tahu apa lagi yang dapat ia lakukan, biasanya dia akan bermain game atau menonton bersama Jimin dan Taehyung, namun melihat keadaannya yang sekarang...

Langkahnya membawa Jungkook ke jalan yang biasanya ia, Taehyung, dan Jimin susuri jika cuaca mendukung. Jungkook menyunggingkan sebuah senyum kecil. Ia teringat kembali memori-memori kecil saat itu. Ia ingat bagaimana Jimin mengeluh kelelahan karena berjalan terlalu lama, dirinya yang jatuh tersungkur karena Jimin tidak sengaja menendangnya, cerita-cerita ringan yang Taehyung bagikan kepada keduanya.

"Kenapa aku mulai menyesali semua ini... ARGH!!! Tidak, Kook. Ini satu-satunya jalan," Jungkook mengacak pelan rambutnya.

Pada satu titik Jungkook terhenti. Jalan agak menanjak dengan sebuah pohon rindang di bagian kanan trotoar. Tempat ia pertama kali bertemu dengan peri kecilnya. Walaupun saat itu Jimin tidak menyadari keberadaan Jungkook, tapi Jungkook tidak mungkin tidak menyadari keberadaan manusia paling menggemaskan, meskipun hanya berpapasan dan memandang kurang dari sepuluh detik. Mengingat semua itu Jungkook tertawa renyah. Tidak baik dia sendiri, mungkin ia harus mengunjungi Seokjin-hyung nya.

Jungkook berniat untuk meneruskan jalannya, namun sebuah cengkraman pada bajunya menghentikan Jungkook dan ia memutar tubuhnya. Di belakangnya ia lihat orang yang saat ini ia amat sangat rindukan.

"K-kita mungkin sudah bukan kekasih, tapi kita masih bisa berteman bukan?" Jungkook menatap sosok Taehyung yang masih terengah-engah. Matanya menatap Jungkook, "kumohon..." air mata turun dari mata Taehyung, cengkramannya semakin erat, seakan-akan Jungkook akan menghilang jika ia mengendurkannya sedikit saja.

Jungkook yang masih membeku hanya bisa melihat dengan sedih dan lantas memeluk Taehyung yang menangis dalam pelukannya, "maafkan aku, Tae. Aku tidak bisa, tapi kau harus yakin. Aku akan kembali. Aku pasti akan kembali."

Jungkook masih memeluk Taehyung yang menangis. Ia pun juga merasa tersakiti, tapi semua ini untuk hal yang lebih baik, agar keduanya tetap aman.

"Kau hubungi Jimin, oke? Aku akan menunggu sampai dia datang," perkataan Jungkook dibalas dengan sebuah anggukan dari Taehyung.

"Maafkan aku. Aku merindukan kalian."
"K-kami juga... Cepat kembali... Kalau tidak... A-aku dan Minnie..."
"Tenanglah..."

.
.
.
.
.
.
.

-Season-

Chapter 24
Roses and Thorns

"Kenapa mawar memiliki duri?"
"Karena mawar adalah penipu."

.
.
.
.
.
.
.

Hoseok dan Yoongi kini tengah berada di kamar apartment milik Hoseok. Keduanya terlalu malas untuk keluar dan memilih menonton film di ruang tamu dengan Hoseok yang menjadikan pangkuan Yoongi sebagai bantal.

"Hyung," Hoseok mengalihkan perhatiannya ke Yoongi yang masih fokus pada film. Yoongi sendiri yang mendengar hanya mengangguk pelan, Hoseok akhirnya memilih untuk mencubit pinggang Yoongi, "aw!!! Ada apa, Seok?! Astaga sumpa cubitan mu...." Yoongi mengelus pelan pinggangnya dan menatap Hoseok penasaran.

Hoseok membenamkan wajahnya di pangkuan Yoongi sambil mengoceh tidak jelas. Yoongi kemudia mengusap kasar wajah Hoseok, membuat Hoseok berusaha menyingkirkan tangan Yoongi.

Season [YoonSeok]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang