Vote before Read!
Enjoy, happy Reading♡
...
Jimin tersenyum lebar saat barang-barang Jungkook selesai ia bereskan. Matanya menoleh kearah Jungkook yang terduduk dengan kepala menunduk.
"Jungkook, siap pulang?" Tanya Jimin seraya menghampiri Jungkook.
Jungkook mendongak dan tersenyum tipis, "I-iya."
"Tenang saja. Semuanya akan baik-baik saja." Jimin mengusap rambut Jungkook, "Yoongi akan senang mendengar kau akan pulang."
Jungkook mengangguk membuat Jimin tersenyum semakin lebar.
Bersamaan dengan itu, Paman Kim datang dengan dokter. Keduanya sama-sama tersenyum lebar,
"Baiklah. Aku akan memeriksamu terlebih dahulu sebelum kau pulang. Silahkan berbaring."
Jungkook mengangguk dan menuruti perkataan sang dokter. Berbaring tenang dengan mata yang masih melihat dokter itu tersenyum.
"Apa dia sehat?" Tanya Jungkook.
Dokter itu menangguk sebagai jawaban, "Tentu saja." Jawabnya seraya merapikan alat yang baru saja ia pakai untuk memeriksa Jungkook.
"Ketakutan itu belum sepenuhnya hilang. Tapi keadaanmu cukup stabil sehingga diperbolehkan pulang. Jangan terlalu larut dengan apa yang membuatmu tidak bisa pulang sebelumnya ya? Kau bisa Jungkook. Setidaknya demi bayimu."
.
.
.
Mata bulatnya mengedar. Menatap apartemen yang tampak bersih, seperti sebelumnya. Tak ada yang berubah.
Apa Taehyung bisa tanpanya?
Lalu, dia memang tak berguna kan sebelumnya?
"...kau mengerti Jung?"
Jungkook tersentak, mendongak dan melihat Jimin yang menatapnya. Jimin menghela nafas, "Aku sudah meletakkan barang-barangmu di kamarmu. Sekarang istirahatlah. Aku dan Paman akan pulang." Jelas Jimin pelan.
Jungkook mengusap tengkuknya seraya mengangguk kaku. Kepalanya menoleh kearah Paman Kim yang membuka suara, "Baiklah nyonya muda, kami permisi ya?"
Jungkook mengangguk lagi, hendak mengantar mereka sampai depan apartemen namun Jimin melarang.
"Kami bisa sendiri, kau istirahat saja. Aku sudah menghubungi Taehyung, dia akan segera pulang. Jangan takut, jika kau lapar, masaklah. Ada banyak persediaan di kulkas. Arra?"
Jungkook lagi-lagi mengangguk mendengar penjelasan panjang dari Jimin. Dirinya berbalik dan berjalan menuju kamarnya setelah Paman Kim dan Jimin keluar dari pintu.
'Kriet'
Wangi Vanilla yang pertama kali terdengar oleh indra penciumannya membuat keningnya mengkerut karena merasa tak yakin.
Jungkook mendorong pintunya dan masuk. Seketika matanya membulat lucu, tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Ini-- kamarnya kan?
Jungkook berlari kecil menuju sesuatu besar yang sedari tadi menarik perhatiannya. Dengan polos tangannya menyentuh kasur yang terasa nyata. Warna putih tulang yang terlihat sangat indah seperti mengundangnya untuk berbaring.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hurt Of Love (Vkook/Taekook)
Random[PRIVATE] "Luka yang kau torehkan pada fisik dan batinku tak sebanding dengan rasa cintaku untukmu. Tak peduli sekeras apapun kau menolak untuk menerimaku dan terus menyiksaku, aku tetap mencintaimu." ●○●○ Warning : • Boy x Boy / Yaoi • M-Preg • T...
