Vote before Read!
Enjoy, happy Reading♡
...
Yoongi duduk gelisah dengan tangan yang menggenggam erat penyangga kursi yang sedang di dudukinya. Matanya terus melihat jam dan lampu merah yang menyala tanda operasi belum selesai.
"Astaga hiks, lama sekali."
Jimin menoleh kearah Yoongi, memeluknya lalu mengusap punggungnya, membisikkan kalimat penenang berharap Yoongi tidak akan se-khawatir itu.
'Dip'
Semua berdiri saat lampu merah itu mati. Mereka yang sedari tadi menunggu kurang lebih 2 jam didepan ruang operasi dengan cepat menghampiri pintu yang sudah terbuka.
"Bagaimana dok?"
Dokter itu menghela nafas, "Operasinya lancar," Nafas Wooshi, Jimin dan Yoongi berhembus pelan, bersyukur karena semua lancar, "Tapi, bayinya tak bisa diselamatkan. Dan, Ibunya- koma."
Nafas mereka terkecat, hampir kehilangan kesadaran kalau saja suara dokter itu tidak terdengar, "Kalian boleh menjenguk, asal tidak membuat kebisingan apalagi keributan- saya permisi."
Dokter itupun berlalu dari situ. Menyisakan mereka bertiga dengan wajah sendu.
"Ayo masuk." Ujar Wooshi memecah keheningan.
Jimin dan Yoongi mengangguk, masuk kedalam setelah menutup pintu.
Mata mereka berkaca-kaca saat melihat lelaki manis yang terbaring lemah dengan bibir serta wajah pucat.
Yoongi meneteskan air matanya saat matanya kembali melihat luka lebam pada bagian badan yang tidak tertutupi kain.
Terisak kecil saat lebam itu juga ada di wajah Jungkook, dengan kepala yang diperban.
"Hiks."
Yoongi berbalik sebelum sampai disamping Jungkook, menutup mulutnya sambil terisak kecil.
Ia masih ingat, saat Jimin dan Wooshi berhasil mendobrak pintu kamar Taehyung- menemukan Jungkook terbaring dengan mengenaskan. Lupakan,
Yoongi hampir limbung kalau saja Jimin tak menghampirinya- menahan agar tak terjatuh.
"Kau baik?"
Yoongi mengangguk, memeluk Jimin erat. Menangis lirih di pelukan kekasihnya.
"K-kookie, hiks."
Jimin mengangguk, mengusap pelan punggung Yoongi, "Iya. Dia kuat, percayalah."
"Jimin? Lebih baik kalian pulang, ini sudah tengah malam. Kalian butuh istirahat." Ujar Wooshi.
"Lalu paman?"
"Paman disini. Akan menjaga Nyonya muda."
Jimin menghela nafas lalu mengangguk, menggenggam tangan Yoongi untuk keluar dari ruangan.
Wooshi tersenyum simpul, menatap wajah damai Jungkook, "Aku tak tau kau akan kuat atau tidak setelah mengetahui kenyataan pahit ini. Dan, Kami disini. Cepat sembuh nyonya muda."
.
.
.
Matahari dengan bangga bersinar, membuat burung-burung berkicauan dengan riang di pagi hari.
Taehyung mengernyit saat cahaya berhasil menyinari kelopak matanya yang tertutup.
Dirinya meringis pelan saat merasakan pening yang teramat. Matanya terbuka perlahan, menatap sekitar.
Kamar?
"Sial,"
Badannya terasa remuk bahkan hanya untuk duduk. Apa yang terjadi?
KAMU SEDANG MEMBACA
Hurt Of Love (Vkook/Taekook)
Losowe[PRIVATE] "Luka yang kau torehkan pada fisik dan batinku tak sebanding dengan rasa cintaku untukmu. Tak peduli sekeras apapun kau menolak untuk menerimaku dan terus menyiksaku, aku tetap mencintaimu." ●○●○ Warning : • Boy x Boy / Yaoi • M-Preg • T...
