Vote before Read!
Enjoy, happy Reading♡
...
Pagi hari di Seoul, banyak orang yang berlalu lalang untuk melakukan aktivitasnya.
Kendaraan dengan bermacam-macam jenis juga ikut mengisi padatnya kota Seoul.
Apa lagi yang harus dilakukan jika bukan mencari uang? Orang-orang bahkan rela merasakan sakit ditubuhnya karena kelelahan.
Okay- lupakan tentang uang.
Para pelayan di rumah megah itu sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Rumah sebesar itu, milik keluarga Kim. Mansion Kim.
Ada yang membereskan rumah. Membersihkan ini itu, dan ada pula yang mengepel lantai.
Sedangkan di dapur ada yang bertugas memasak, mencuci piring, dan menata semua persiapan sebelum sarapan.
"Dimana penutupnya?" Tanya Kim Wooshi selaku kepala pelayan disitu.
"Disini tuan." Jawab salah satu dari mereka.
Wooshi mengangguk dan kembali memeriksa semuanya hingga merasa benar-benar lengkap.
"Baiklah. Sekarang aku akan memanggil nyonya besar." Ujar Wooshi setelah selesai.
Baru saja hendak bergegas, suara lembut sudah terdengar membuat langkah Wooshi terhenti.
"Tak perlu," Lelaki itu terkekeh, "Aku disini. Aku akan turun sendiri, Hyung."
Semua pelayan membungkuk hormat pada Baekhyun yang turun dari tangga dan berjalan kearah meja makan.
Semua pelayan membalas senyuman indah dari Baekhyun yang ramah.
Baekhyun memilih duduk di meja yang bisa ia tempati. Tangannya bertumpu pada meja dan menatap semua pelayan dengan alis tertekuk.
"Tunggu apa? Ayo duduk dan makan bersama seperti biasa."
Bagi Baekhyun, semua pelayan yang berada di rumah ini adalah keluarganya. Baekhyun tak pernah bersikap seperti ia adalah majikan, namun seperti adik bagi mereka.
Baekhyun akan marah jika mereka tak menemani Baekhyun sarapan, makan siang ataupun makan malam.
Semua pelayan menyayangi Baekhyun sampai-sampai mereka rela tak di gaji dan bekerja dengan suka rela.
Dimana lagi, mereka akan menemukan majikan sebaik Baekhyun?
"Makan sesuka kalian. Aku tak akan bisa menghabiskan ini semua. Jangan sungkan, jangan makan terlalu sopan. Santai saja. Jangan seperti baru kenal." Mulut Baekhyun dimajukan sedikit membuat semua pelayan terkekeh kecil.
Baekhyun kesal sekali jika mereka terlalu sopan padanya. Bahkan Baekhyun harus marah dulu untuk membuat mereka menganggapnya seperti keluarga sendiri.
Semua pelayan menarik kursi dan duduk didepan meja besar yang terdapat puluhan makanan.
Mereka makan dengan sopan yang membuat Baekhyun kesal sendiri. Sekeras apapun ia meminta, mereka semua akan tetap sopan padanya. Baekhyun menghela nafas, tak apalah, yang penting mereka mau makan satu meja dengannya.
"Ah. Selesai." Kekeh Baekhyun setelah beberapa saat. Mengelap mulutnya dengan tisue dan menata piringnya.
Semua pelayan lantas berdiri dan membungkuk hormat.
"Letakkan saja nyonya. Maaf, biar kami saja yang bereskan." Ujar kepala pelayan saat Baekhyun malah membawa piring kotor itu untuk dibawa ke wastafel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hurt Of Love (Vkook/Taekook)
Random[PRIVATE] "Luka yang kau torehkan pada fisik dan batinku tak sebanding dengan rasa cintaku untukmu. Tak peduli sekeras apapun kau menolak untuk menerimaku dan terus menyiksaku, aku tetap mencintaimu." ●○●○ Warning : • Boy x Boy / Yaoi • M-Preg • T...
