Reinkarnasi...

2K 56 1
                                    

Bagi yang masih berumur dibawah 15 tahun harap bijak. :D

Ini dongengnya agak nyeleneh :D

Warning 18+

....

Seorang laki-laki berdiri menatap pohon beringin dihadapannya, "disini, tempat dimana kita bertemu untuk pertama kalinya, dan disini pula tempat kita untuk terakhir kalinya bertemu. Jika saja takdir tidak mempermainkan kita, sampai saat ini pasti ada harapan untuk kita tetap bersama. Aku berhasil menunggumu sampai hari ini. Arumi, aku merindukanmu!"

***

"Jihan, kamu kenapa?" Alena menepuk pipi Jihan yang sedang mengigau. Keringat dingin membasahi pelipis dan tubuhnya. Jihan bangun dan mengatur nafasnya yang memburu. Ia kemudian menatap Alena yang menatapnya khawatir.

"Kak Lena! Mimpi itu!"

Lena mengerutkan kedua keningnya, "mimpi apa, Jihan! Katakan apa yang terjadi?"

Jihan hanya diam menatap, bibirnya kelu dan gemetar. Alena memberikannya segelas air putih untuk menenangkan Jihan.

...

"Anak-anak, hari ini kalian akan mendapatkan teman baru. Dia pindahan dari luar kota. Mulai sekarang, dia akan menjadi mahasiswa di sini. Arfan, silahkan masuk!" Pak Herlan, dosen dikampus itu mempersilahkan Arfan masuk.

Semua mata memandang Arfan, kagum. Ia memiliki wajah yang tampan sehingga membuat kaum hawa melotot meneteskan air liur.

Hanya Jihan yang tak berselera, ia sibuk dengan merangkum. Arfan dipersilahkan duduk, ia menempati kursi disamping Jihan. Jihan hanya meliriknya sekilas dan kembali menekuni tulisannya.

Arfan menatap Jihan tak percaya, jika reinkarnasi putri Arumi sangat berbeda jauh dengan Arumi dimasa lalu. Arumi yang hangat dan penyayang begitu mudah bergaul. Berbeda dengan Jihan, dingin dan acuh.

Jam kuliah telah berakhir. Diluar hujan turun begitu deras, sebagian mahasiswa memilih untuk menunggu, dan sebagian lagi pulang karena membawa payung. Ada juga yang menerobos derasnya hujan untuk sampai ke mobil mereka.

"Jihan, kamu pulang sama siapa?" Azka datang sambil membawa payung.

"Entahlah, Ka. Aku sendiri bingung mana ini sudah hampir malam lagi!"

"Ikut aku aja yuk? Kan kita satu arah!" Ajak Azka kemudian.

Jihan mengangguk dan mendekati Azka yang sudah membukakan payung. Jihan pulang dengan Azka, Arfan melihat kedekatan Jihan dan laki-laki itu. Ia marah karena Jihan tak mengenalinya.

"Kenapa kamu tidak mengingat semua kebersamaan kita, Arumi!" Gumam Arfan menatap kepergian Jihan. Ia menerobos hujan dan masuk ke dalam mobilnya.

...

"Pangeran, tempat ini begitu indah!" Suara riang Arumi membuat Arfan tersenyum bahagia. Arfan mengajak Arumi ke taman yang sengaja ia buat untuknya.

"Apa kamu suka?" Arfan memeluk Arumi dari belakang dang menghidu rambut panjangnya yang tergerai.

"Aku suka sekali, ini begitu indah!" Tangan Arumi menyentuh pipi Arfan yang sedang memeluknya dari belakang.

"Aku mencintaimu, Arumi!" Kata-kata itu membuat Arumi melambungkan kebahagiaan untuknya.

Jihan terbangun dari tidurnya, ia melihat jam disampingnya, "pukul 2 pagi. Ya Tuhan kenapa mimpi itu lagi yang muncul. Sebenarnya siapa aku ini! Dan siapa laki-laki itu?" Ia mengacak rambut panjangnya. Tanpa pikir panjang ia turun dari ranjang, dan berjalan keluar. Ia penasaran dengan apa yang dilihatnya dalam mimpi. Taman itu sama persis seperti taman belakang rumahnya.

Kumcer (Kumpulan Cerita)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang