9| Flower Shop and Cafe

353 29 2
                                        


Hasil kolaborasi bersama InoYomi

Happy reading

🍀🍀🍀


Setibanya di kamar, Ana langsung mengempaskan badan yang lelah. Ditatpnya tangan yang tadi berjabat dengan Alan. Senyum-senyum sendiri ketika mengingat tawa cowok itu.

Ana mengambil bantal, lalu menutup wajah, kakinya mengentak-entak tidak jelas. "Aku bisa gila!" teriaknya.

"Gila kenapa?"

"Astaga!" Ana melempar asal bantalnya saat mendengar suara yang familiar. "Kak Andra...." Gadis itu berlari dan berhambur ke pelukan pria yang berdiri di depan kamar. "Kangeeen..."

Andra tertawa. "Kamu masih kayak anak SD aja, Dek."

Ana melepas pelukan dan memukul dada bidang Andra dengan wajah cemberut. "Masih aja nyebelin. Berapa hari di rumah?"

Andra memasukkan dua lengan berototnya ke saku celana. "Dua hari. Kakak masih baru menjalani ikatan Dinas, jadi nggak enak lah kebanyakan cuti."

"Dan perjalanan juga jauh ke daerah pelosok, kan?" Ana bersedekap menatap kesal Andra. "Dan Kak Andra akan menghabiskannya sama wali kelasku."

Andra menggaruk tengkuknya. "Besok. Sekarang mau jalan-jalan?"

Ana mengangguk semangat. "Ana ganti baju dulu. Lima menit ya."

🍀🍀🍀

"Jadi, jalan-jalannya ke toko bunga?" Ana menatap Andra dengan tatapan membunuh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jadi, jalan-jalannya ke toko bunga?" Ana menatap Andra dengan tatapan membunuh. "Bilang saja Kakak mau ditemani beli bunga untuk Kak Riska."

Andra tertawa kuat lalu mengacak poni Ana. "Kamu pintar, Dek." Dia keluar dari mobil, meninggalkan Ana yang menggerutu.

"Selamat datang," sapaan seorang wanita muda yang kini terpesona melihat Andra.

"Liurnya menetes, Kak," sindir Ana sambil melihat-lihat bunga berbagai warna.

Wanita muda langsung menunduk dan Ana mendapat sikutan dari Andra.

"Maafkan ketidaksopanan adik saya. Dia memang begitu."

Wanita itu mengangguk dengan senyum malu-malunya. "Mencari bunga untuk siapa?"

Ana tidak terlalu mendengar cengkerama keduanya karena terlalu jijik duluan melihat tingkah wanita itu. Memilih beberapa tangkai bunga, pada akhirnya Ana hanya menyatukan beberapa mawar merah.

 Memilih beberapa tangkai bunga, pada akhirnya Ana hanya menyatukan beberapa mawar merah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Secret Clover [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang