Holahoo.. NengMadu yang manis kembali 😁
Cuslah langsung baca aja ceritanya. Jangan lupa buat tinggalin jejaknya guys, vote, coment, biar aku tahu seantusias apa kalian tentang cerita ini.
Typo? Komen aja, jangan malu, paling aku yang malunya wkwkwk...
Happy Reading....
^°^
^°^
^°^
^°^
Suara gelak tawa, obrolan saling bersahutan dan suara lainnya memenuhi seluruh seisi kantin dari para siswa-siswi yang berdesakan memesan makanan dan minuman serta saling bergerak dan menghindar agar tidak saling menabrak, bahkan tidak jarang di antara mereka pun bergerak cepat takut tidak kebagian tempat duduk-- lebih tepatnya takut tempat yang biasanya mereka tongkrongi akan di serobot oleh pihak lain.
Melihat hal tersebut, Vee yang duduk di baris paling ujung dekat tembok seperti biasanya hanya mampu menatap datar, sama sekali tidak peduli akan tingkah mereka yang seperti anak SD, meski sebenarnya mereka anak SMA yang sudah mestinya memiliki pola fikir dewasa.
"Gue heran yah, itu tempat duduk banyak. Tapi mereka malah saling berebut berasa takut tidak mendapatkan tempat."
Vee melirik malas Lili yang baru saja mencibir tingkah para murid, memutar bola matanya lantas kembali sibuk pada makanannya, bertingkah tidak peduli akan keadaan sekitar.
Adria mengangkat kedua bahunya tidak peduli sambil membalas acuh tak acuh, "yah itu hak mereka. Mungkin aja mereka udah terlanjur nyaman duduk di tempat biasanya. Ambil aja contohnya kita. Iyah, kan?"
Lala yang duduk di sebelahnya hanya mengangguk saja, enggan berkomentar. Sedangkan Lili hanya bisa manyun mendengar ucapan acuh Adria.
"Bedalah! Kita mah santai," rengut Lili sebelum kembali melanjutkan, "mereka tuh berisik banget tahu!"
"Nyindir sendiri mbak?" Celetuk Lala.
Lili mendelik, merasa tersindir. Dia hanya bisa mengumpat pelan, "babi, lo."
Hanya saja Lala tidak mengindahkan umpatan Lili, dia hanya mengedikan bahunya dan berkata tidak peduli, "iyahlah beda. Bego sih lo! Lagian siapa juga yang mau ambil tempat kita. Iyah kali cari mati tuh orang."
Mata Lili melebar, tidak terima saat dirinya di katain bego.
"Asem emang lo, La!"
Adria seketika terbahak.
Sedangkan Vee mencibik tidak peduli pada obrolan tidak penting temannya. Akan tetapi sorot matanya menatap kerumunan para murid lantas berbicara meremehkan, "merekanya aja yang pengecut. Tidak berani bertindak."
Setelah mendengar itu, ekspresi para murid di dekat Vee langsung mengungkapkan ekspresi sedih. Mereka sadar diri kalau mereka memang pengecut, untuk melawan gadis cantik berpostur mungil saja mereka sangat takut.
KAMU SEDANG MEMBACA
DAMN!!!! My Hot Daddy
VampirgeschichtenWARNING!!!! 20 ++ (Series 1 Blackwood) Pernah terpikir dan ngebayangin gak bakalan kepincut plus jatuh cinta sama om-om dari pada sama anaknya. Bisa saja itu terjadi, karena perasaan yang tumbuh siapa yang tahu dan siapa yang dapat mengontrolnya. It...
