Happy Reading....
^°^
^°^
^°^
^°^
Ada yang berbeda dengan atmosfer ruang makan kali ini. Jika biasanya ruang makan akan berlangsung khidmat tanpa harus ada suara atau obroalan ringan. Kali ini tidak seperti biasanya.
Di meja makan, duduk dua sosok remaja belasan tahun dengan mimik wajah berbeda. Yaitu Darren dengan wajah bahagia sedangkan Jarren sebaliknya.
Suara gelak tawa Darren begitu terdengar bahagia memenuhi ruang makan, tubuhnya sedikit condong, sedangkan tangan kanannya sesekali memberi pukulan ringan pada meja.
Tatapan geli bercampur puasnya tidak sekalipun meninggalkan sosok Jarren.
Sedangkan di seberangnya, Jarren hanya terduduk bosan akan sikap bahagia Darren akan nasib sialnya.
"Bisa diem gak?" Sentak Jarren ketika perasaannya mulai merasa kesal.
Darren menggeleng pelan, tak berapa lama dia menghentikan tawanya, meski begitu tawa pelan sesekali akan keluar dari mulutnya.
"Haha. Lagian elo juga sih, hobby banget nyari gara-gara," decak Darren, "gue kan udah bilang jangan ke kamar Daddy, tapi lo-nya ngeyel banget. Tahu rasakan sekarang!" Sambungnya sebal.
Jarren memutar bola matanya, "ck, lagian lo ngomong setengah-setengah, bilang aja apa susahnya sih sama gue kalau Daddy itu lagi ngeseks pagi sama si Vee. Kalau gue tahu, mana berani gue ke kamarnya!"
Darren melotot mendengar omongan tanpa filter Jarren, "psstt. Ngomongnya di filter woy! kedengeran Daddy, tahu rasa lo!"
Mengibaskan tangannya, Jarren berkata acuh, "tenang aja, gue yakin Daddy masih di kamarnya kok."
"Terserah," Dengus Darren.
"Tapi Dar, sejak kapan si Vee ke mansion kita?" Tanya Jarren setelah beberapa saat terdiam.
"Kemarin."
Mengangguk-angguk, tak berapa lama Jarren menyeringai lebar, "ngomong-ngomong, gue jadi penasaran gimana Daddy kalau lagi ngeseks sama si Vee."
Uhukk... uhukk... uhukk...
Tiba-tiba Darren tersedak oleh makanya yang sedang di kunyahnya setelah mendengar ucapan Jarren. Para maid yang sejak tadi hanya berdiam diri di belakang layaknya boneka langsung bergegas menghampiri Darren, sedikit panik, mereka bergerak buru-buru menuangkan minuman yang langsung di tenggaknya hingga habis, sedangkan sebagian membereskan tempat yang terkena semburan Darren.
Melihat hal itu, Darren mendorong piring makanannya, meletakkan sendok dan pisau makannya. Nafsu makannya benar-benar hilang!
Dengan wajah memerah dia menatap geram pada kembarannya, "Jarren..."
"Kenapa?" Sahut Jarren kelewat santai, tidak merasa prihatin akan wajah jelek Darren, "gue gak salahkan kalau misalnya jadi penasaran sama gaya ngeseks Daddy bareng pacarnya itu.." menghela nafas pelan seperti sedang menyesali sesuatu, begitupun dengan Darren yang sama menghela nafas, ingin menghentikan apapun yang akan di ucapakan Jarren sebelum terjadi sesuatu yang nantinya malah semakin mempersulit kembarannya.
"Jarren, bisakah kau berhenti berbicara?" Darren sedikit meringis ketika pandangannya bersibobrok dengan tatapan tajam milik seseorang.
Sedangkan Jarren, dia tetap acuh, sama sekali tidak mendengarkan permintaan Darren, remaja itu malah terus melanjutkan perkataannya, "gak bisa Dar, gue masih gak terima!"
KAMU SEDANG MEMBACA
DAMN!!!! My Hot Daddy
VampireWARNING!!!! 20 ++ (Series 1 Blackwood) Pernah terpikir dan ngebayangin gak bakalan kepincut plus jatuh cinta sama om-om dari pada sama anaknya. Bisa saja itu terjadi, karena perasaan yang tumbuh siapa yang tahu dan siapa yang dapat mengontrolnya. It...
