WARNING!!!! 20 ++
(Series 1 Blackwood)
Pernah terpikir dan ngebayangin gak bakalan kepincut plus jatuh cinta sama om-om dari pada sama anaknya.
Bisa saja itu terjadi, karena perasaan yang tumbuh siapa yang tahu dan siapa yang dapat mengontrolnya.
It...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°°°°
Di keramaian koridor sekolah Vee berjalan santai dengan wajah acuh tak acuhnya saat melihat banyaknya wajah-wajah tersenyum atau menyapa secara singkat kearahnya.
Drtt... Drtt...
Satu alis Vee naik saat merasakan getaran samar dari handphonenya. Dengan ogah-ogahan Vee merogoh saku roknya yang ternyata ada pesan dari Alenzo.
Baby, bisadatangkeruanganku?
Setelah membaca isi pesan, Vee menghentikan langkahnya, dia mendongak menatap kearah ruang pemilik sekolah. Di sana Vee bisa melihat jelas sosok menawan Alenzo yang melambai singkat bersama wajah datarnya.
"Kyaaa, gue baper! Yang punya pacar pagi-pagi udah di dadahin aja."
Pandangan Vee secara terpaksa harus terputus setelah mendengar pekikan tertahan ala Lili yang lebaynya tak tertolong.
"Huuhh!" Adria dan Lala sontak saja langsung menyoraki Lili.
Sedangkan Vee hanya geleng-geleng kepala, tidak ingin berkomentar. Menurutnya lebih baik meladeni via pesan dari kekasihnya.
Yeah, sebentarlagiakukesana.
Mungkin karena terlalu sibuk saling mengirim pesan, Vee tidak terlalu peduli akan keadaan sekitarnya. Hanya saat suara cempreng Lili terdengar panik memanggil di belakangnya, dia menghentikan kesibukannya berniat memarahi Lili yang memang mengganggu kesenangannya. Akan tetapi baru saja kepalanya mendongak, pandangannya sudah terhalang oleh sesuatu cairan lengket manis dari jus dan suara pekikan para siswa-siswi memenuhi koridor sekitarnya.
"Oh ya ampun!"
"Astaga!"
"Ya Tuhan!"
"Oh God!"
"Vee!"
Hampir pada saat bersamaan, suara yang berbeda memasuki telinganya. Semua murid perempuan yang melihat kejadian itu memekik terkejut, sedangkan murid laki-laki mereka semua menatap dengan mata yang melotot tidak percaya, sama terkejutnya.