*Daniel POV*
Siang itu daniel masih terlelap dihotel, merasa badannya hangat dan nyaman. Ketika membuka mata perlahan, kamar masih gelap walaupun ada secercah sinar dari korden jendela yg bergerak karena angin.
Dia terduduk sambil menusap matanya bergantian dengan cara menggemaskan. Melihat sekliling dan tak menemukan ong.
Dimana ongie ??
Matanya tertuju pada sticky note di meja sebelah kasur.
Aku ke Resort Ahn dulu yg terdekat unt survei. Jika sudah bangun, jangan lupa kabari aku.
Aq akan balik saat makan siang.Tidur yg lelap ya niel😘
Daniel tersenyum dan meraih handphonemya.
Ongie-yaa... Where are you?
Hai Niel.. Aku masih di Resort Ahn
Cepetan balik😣😣
Wee?? Wee?? Kau sakit?
Tidak
Kau lapar? Aku pesanin makan nya
Tidak
Lalu kau butuh apa?
Aku butuh kamu disini. Cepet balik. Sekarang.
Kau benaran sakit niel? Apanya yang sakit?
Benar.
Sakitnya kesemua badan sampai tulang tulang ku rasanya menjerit lemas karena tak bisa memelukmuNielll😒😒
Serius..
Kalau kau tak segera datang mungkin badanku akan jadi jelly.
.
Ong sedang menekan bel pintu saat daniel selesai mandi.
"Kau sudah balik" sapa daniel dibalik pintu"Ee.. Emmm... " balas gugup ong menyadari rambut basah seksi niel.
"Aku beli samgyupsal goreng asam manis. Kau pasti lapar" Ong masuk kamar sambil melepas sepatu tanpa menoleh ke Daniel lagi karena gugup
"Aku memang lapar" jawab Daniel lirih didekat telinga
Ong kaget dan hampir terjengkang, jika daniel tidak menangkap tubuhnya dari belakang
"Tapi bukan karena makanannya" sambungnya lirih sambil menatap mata Ong sayu
"Ka.. Kalau bukan makanan ... Lalu aapa?"
"Aku lapar karena dirimu" jawab daniel mengusap ujung hidung nya disepanjang garis leher ong
Nafas ong memburu sambil menengadahkan kepala menerima sensasi yang diciptakan daniel.
Hidung Daniel mengendus dan menggesekkan ke leher ong. Sesekali dicium kecil.
"Aahhhh..." lengkuhan tak sengaja ong lolos
Daniel tersenyim kecil dan sekali sentak membalikkan tubuh Ong.
Bungkusan samgyupsal jatih tak berdaya dari tangan Ong.Daniel mencium Ong dengan lembut, diikuti dengan tangan nya yang megang kepala ong.
Ong lemas dan bahkan tidak mengerti sejak kapan mereka sudah ada ditepi sofa dan lumatan semakin memanas. Lidah mereka saling membelit.. Saling tarik karena kebutuhan
Bahkan jika dalam rekaman kalian akan bingung mana lidah ong dan mana lidah daniel
🙈🙈Daniel melepaskan ciumannya karena mereka perlu mengambil oksigen untuk bernafas.
Ong mengira permainan akan jeda sejenak, tapi bukan daniel jika ada break time dalam kamusnya.Daniel melumatnya kembali sambil menarik tengkuk ong. Memperdalam ciumannya.
Ong merasakan tangan daniel meraba perut nya yang masih berkemeja.Dan entah sejak kapan tangan itu sudah menelusup ke perut telanjangnya
"Ahhhhh......" lengkuh ong menjadi jadi
Disela ciumannya, ong meraskan smirk daniel puas menyebabkannya mendesah tak karuan.
Ciuman beralih ke leher jenjang ong yang mulai menengadah keatas menikmati setiap sentuhan daniel. Lidahnya mengeksplorasi setiap jengkal leher ong dan tangan nya yang tidak tinggal diam telah menemukan titik sensitif pertama ong. Puting.
Ibu jari daniel mengelus memutar puting ong yang mulai mengeras
"Ahhhh... Niellll!!" Ong tergelepar pasrah dibawah sentuhan daniel.
Kemudian daniel mendongak dan tiba-tiba menghentikan aktivitasnya."Ku berikan satu kesempatan untukmu"
Gumam parau Daniel"Hem??" suara ong bahkan tak mampu membalas
"Kau pasti tau apa yang terjadi jika kegiatan kita ini kita lanjutkan." jelas Daniel menempelkan hidungnya ke hidung ong
"Tapi aku tak ingin menyakitimu. Maka jika kau ingin berhenti. Sekaranglah saatnya"
Ong terdiam memandang daniel sayu
"Karena jika kita lanjut. Aku takkan bisa menghentikan laju gairahnya"
.
.
.
.
.
.
.
.Haiiiii gaessss....
🙈🙈🙈🙈 ayooo yang 🔞🔞 jangan dibaca.
Saat ngetik ini. Gue ikutan basah coi..
Ya ampyuuunnnn otak gue 🙊🙊Ayooo diramaikan dilapak nya Ongniel shipper
Kira2 mereka berdua akan lanjut "Bergulat" atau tidak hayoooo
Jangan lupa vote dan komentarnya yaa
Klo banyak yang komen.. Besok aku kasih up lagi deh..
Ciaoooooo!!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine
Fanfiction"Bukan Angin yang membuat Daun terjatuh" - Daniel "Daun seperti halnya sepotong hati, dia akan terbang kemanapun cintakan membawanya" - Ong Hanya sepenggal kisah dari mereka yang berjuang untuk saling mempertemukan, tanpa takut terjatuh tanpa ragu t...