3. Pesona

1.8K 204 61
                                        

*Ong POV*

Ong menikmati susu strawbery sambil menatap kosong komputer. Otaknya berkelana, mengingat kembali pertemuannya dg Daniel minggu lalu. Bahkan dia masih hafal aromanya, suara seksinya dan ohhh... Tentu saja bahu bidangnya.

Dari kenalan terbatasnya, dia mencari info tentang Daniel. Pria se-seksi itu sudah pasti banyak penggemar. Bahkan tim accounting, yg ku kira jarang sekali berhubungan dg tim project pun juga mengenalnya.

Pesonanya memang susah untuk ditolak

"Pagi...." sapa seseorang yang telah tiba

"Pagi" jawab singkat ong tanpa melihat siapa yg menyapanya, masih larut dalam lamunan dan susu strawbery

"Seminggu belakangan ini ku lihat kau sepertinya sering melamun ong?apa ada sesuatu?" tanya partner sebelah meja nya

Dan tentu saja ong hanya diam mengabaikan

"Yaaa... Ong !! are U sick?"tiba-tiba tangan itu menempel di dahi ong dan membuatnya terjingkat

"Aakk....!!! Kenapa memegang dahi ku?" kaget ong sambil menoleh

" Kau bengong terus. Kau ada masalah?"

Ohh... Si Minhyun
Iyaa... Hatiku yang bermasalah

"Aku baik-baik saja."

Apa Hatiku akan baik-baik saja jika bertemu dengan Daniel lagi?

"Kau yakin?" tanya minhyun lagi

"Heem..." jawab ong seadanya masih menekuri susu strawbery

"Benar yakin?" selidik minhyun sambil mencari pembenaran dalam mata ong

"Yakin!"

Yaaa... Benar, aku yakin hatiku tidak akan baik-baik saja jika bertemu lagi dengannya

"Ahhh...Anak manis!!" ujar minhyun sambil nyapu kasar rambut ong

Kebiasaan orang-orang didekat ong no. 1 adalah : memberantakkan rambutnya dan bilang kalau dia 'manis'.

Dan terlebih teman seangkatanya ini, daftar teratas orang yang paling sering mengacak-acak rambut ong dengan gemas. Moment indah pagi hari ini terpotong oleh seseorang

“Briefing Tim Wannaone, 10 menit lagi diruangan ku” ucap dingin seseorang dari arah pintu.

Ong dan Minhyun setengah kaget, dan menoleh ke sumber suara dan mendapati Daniel tengah berdiri depan pintu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ong dan Minhyun setengah kaget, dan menoleh ke sumber suara dan mendapati Daniel tengah berdiri depan pintu.

Dinginnnnn...

Daniel menatap tajam kearah mereka dengan Aura dingin dan hitam menguar dari arahnya, mengalahkan panas mentari pagi itu.

“Baik Pak” jawab Minhyun. Dan tidak ada balasan dari orang yang ada disebelahnya

MineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang