ep. 9

2K 323 2
                                    

"Hei, apa kau tahu? tahun ini pangeran Jungkook hanya mengundang anak dari konglomerat saja. Aish, aku tidak dapat undangannya." ucap salah satu siswa perempuan di kantin.

"Aku dapat~ Berarti aku akan bersenang-senang sendirian tanpamu." ucap temannya.

"Bagaimana kau? Aish, tidak adil." jawabnya.

Lisa mendengar percakapan dua perempuan di belakangnya itu lalu ia berbalik kembali ke mejanya. "Apa benar itu? Hanya anak konglomerat saja yang dapat undanganya?"

"Hah, aku baru tahu itu." ucap Chaeyoung sambil mencolek kentang dengan saus.

Jennie pun mendekatkan wajahnya ke tengah meja lalu berbisik, "Hei, katanya Jungkook sedang mencari gadis untuk dipacari makanya hanya anak konglomerat saja yang datang." ucapnya. "Chae, kau harus dandan yang cantik agar ia memilihmu untuk berdansa. Kau dapat undangannya kan?"

Chaeyoung mengangguk, "Ehm, bahkan ia mengundangku secara langsung dengan mengajakku makan di cafe."

Jennie dan Lisa terkejut.

"Woah! Itu berarti ia berharap kau sungguh hadir Chae. Pokoknya kau harus datang ke pesta ini." kata Jennie.

Chaeyoung menunduk sambil mengaduk minumannya pelan, "Huft, aku... Hanya kurang yakin."

"Wae?" tanya Lisa dan Jennie serempak.

"Aku... Tidak ingin berharap. Disekeliling Jungkook pasti banyak gadis cantik. Bagaimana jika bukan aku yang dipilihnya? lalu aku akan..." Chaeyoung menjeda perkataannya, "Sedih nantinya."

Jennie memeluk Chaeyoung, "Awh, aku tahu perasaanmu Chae." lalu ia melepas pelukannya, "Tapi aku yakin ia akan memilihmu dari cara ia menyelamatkanmu, merawat lukamu, dan khawatir dengan keadaanmu. Jungkook memiliki hati yang lembut untuk memperlakukanmu. Percayalah padanya Chae,"

"Benar kata Jennie, Chae. Aku tahu dia bodoh tapi untuk urusan hati Jennie nomor satu." ucap Lisa.

Jennie memukul pelan bahu Lisa. Berkat kata Lisa mereka pun tertawa tapi Jennie seperti biasa sedikit jengkel dengannya walaupun begitu Jennie sangat sayang pada Lisa.

'Aku bersyukur memiliki mereka.'-Chaeyoung.

o(╯□╰)o

Malam yang Indah bagi Chaeyoung. Ia sangat merasa bahagia padahal ia hanya baru bersiap-siap untuk datang ke pesta itu. Ia melihat cerminan dirinya di cermin.

Gaunnya yang berwarna merah muda tampak berkilau dengan renda di pinggirannya. Ia juga merias rambutnya dengan bunga mawar yang indah. Jepit Mawar itu pemberian eomanya. Chaeyoung pun memakai topeng silver di wajahnya.

Chaeyoung mengambil nafas, "Aku sudah siap. Aku harus yakin dengan Jungkook."

Dia membuka pintu kamarnya untuk keluar tapi ia dikejutkan dengan kehadiran Min-ah di depan pintu kamar.

"Kau mau ke pesta pangeran Jungkook?" tanya Min-ah.

"Ooh, tidak. Aku mau ke pesta temanku yang lain." ucap Chaeyoung gugup.

Min-ah tertawa, "Bohong. Dengar Park Chaeyoung, kau tidak akan pergi ke pesta manapun malam ini karena..." Min-ah merobek renda yang ada di baju Chaeyoung dan merobek bagian lengannya juga. "Gaun ini sudah kurusak."

"Hentikan Min-ah!" teriak Chaeyoung.

Min-ah tertawa keras sambil merusak riasan rambut Chaeyoung. Chaeyoung tidak bisa membalas ia takut diadukan kepada nyonya Park. Ia pun menangis karena tidak bisa membendungnya lagi.

Hyerin datang karena mendengar teriakan Chaeyoung, "Ada apa ini?"

"Unnie, anak gila ini mau datang ke pesta juga." ucap Min-ah.

"Sudah, lihat. dengan keadaan seperti itu sudah cukup untuk menghentikannya." jelas Hyerin.

Nyonya Park menghampiri mereka lalu menyondongkan tubuhnya ke Chaeyoung, "Kau anak tidak tahu diri." ia mengangkat dagu Chaeyoung.

"Karena bajumu sudah jelek, kau tahukan tidak bisa datang ke pesta. Jadi tinggallah di rumah. Tepat jam 12 malam kami akan pulang dan siapkan air panas untuk kami berendam." ia mendorong Chaeyoung hingga terjatuh.

"Arrghhh.." Chaeyoung meringis.

"Apa kau mengerti Chaeyoung?" tanya Nyonya Park.

Chaeyoung mengangguk sambil terisak.

"Bagus. Eomamu pasti bangga denganmu karena kau sudah mendengar perkataan eomamu yang sekarang. Sudah, ayo kita pergi anak-anak." ucap Nyonya Park.

Min-ah dan Hyerin ikut di belakang Nyonya Park.

"Turuti saja apa kata eoma. Nanti kau terluka lagi." ucap Hyerin pada Chaeyoung.

Chaeyoung tidak menjawab ia hanya bisa menangis deras sambil memeluk riasan mawar milik eoma kandungnya. Ia tidak punya kekuatan untuk melawan eoma jahatnya.

( ≧Д≦)

Ketika berdiri di atas balkon lihatlah ke langit. Gemerlap Bintang di sana. Ada semburan violet bercampur biru. Matahari tak lagi bersinar ia tenggelam penuh untuk beristirahat.

Walaupun langit itu melukiskan keindahan ada kekhawatiran di diri Jungkook. Kalian bisa mendengar suara desahan nafasnya. Namun suara tepukan bahu Jungkook menyadarkannya.

"Hei, kau melamun?" tanya Hoseok.

Jungkook menggosok kedua telapak tangannya,"Ah, aku sedikit gugup."

"Itu bukan Jungkook yang kukenal. Kau sedang mencemaskan sesuatu ya?"

"Benar, aku khawatir hyung."

"Apa yang kau khawatirkan? Bukankah semua untuk pestamu sudah siap."

Jungkook mengusap tengkuknya, "Ani, bukan itu. Huft, aku khawatir gadis yang kuundang tidak bisa datang."

"Begitu. Kenapa kau berpikir dia tidak bisa datang?"

Jungkook menengadahkan kepalanya, "Kemungkinan eomanya melarang dia untuk tidak boleh datang ke pestaku."

Hoseok tersenyum, "Dia memang punya keadaan yang sulit tapi kau harus mengerti dirinya. Demi apa yang kau mau kau memang bisa melakukan apa saja Jung, namun untuk kehidupan gadis yang kau sukai kau harus izin dengannya untuk membantunya. Karena jika gegabah ia bisa membencimu."

Jungkook menatap Hoseok ia mencerna dengan baik apa kata hyungnya itu. Hosek menepuk-nepuk bahu Jungkook.

"Jangan khawatir ia pasti mengusahakan diri untuk datang." ucap Hoseok lalu kembali ke dalam ruangan.

Jungkook mengangguk hatinya mulai tenang. Ia mengikuti langkah Hoseok.

================================

Mianhae yorobun! chapter kali ini pendek.. Karena Author 🐰sedang sibuk acara kampus..

Terima kasih untuk pembaca Setia..
Jangan lupa vote dan komen 💕💕💕

~I'm not cinderella~ [Rose X Jjk]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang