ep. 5

2.5K 332 3
                                    

Pintu atap dikunci oleh Bo-ra, teman Min-ah yang berambut pendek. Ia meletakan kunci itu di saku. Chaeyoung dilempar ke lantai hingga mengakibatkan lututnya lecet.

Chaeyoung meringis, "Aaa!"

Min-ah dan kedua temannya itu tersenyum. "Wae? Appo?" [sakit]

Chaeyoung mencoba berdiri, "Kalian mau apa?"

Min-ah tertawa lalu melipat tangannya, "Kami hanya ingin bermain bersamamu Chae. Sudah lama kan?"

Ujung bibir Chaeyoung tertarik, "Nde, kalau itu mau kalian. Persyaratannya jika aku menang, jangan ganggu aku lagi."

"Daebak! Kau berpikir kalau kau bisa menang dari kami?" [hebat] kali ini Min-ah tertawa sangat keras. "Aigoo! Kau lucu sekali. Kalau begitu, ayo kita mulai."

Chaeyoung memasang kuda-kuda. Ia pernah sedikit diajari Lisa teknik judo. Dan ia berharap bahwa dengan apa yang diajari Lisa itu bisa berguna.

Min-ah memberi aba-aba, "Hana. Duel. Set." [123]

Dalam hitungan ketiga Chaeyoung meluncur seperti roket dan tendangan kakinya tepat mengenai perut Min-ah. Min-ah terlempar 1 meter dari tempatnya berdiri. Kedua temannya terkejut.

"Min-ah! Gwenchana?"

Min-ah memukul kepala Soo-in temannya yang berambut pirang, "Baboyaak! Ini sakit. Aku tidak mau tahu kalian harus menghabisinya. Sekarang!" teriak Min-ah sambil memegangi perutnya.

Dengan perintah Min-ah, kedua orang itu kebingungan untuk melawan Chaeyoung. Bo-ra memulai perkelahian mereka dengan menyambak rambut Chaeyoung. Dan terjadilah perkelahian perempuan pada umumnya. Mereka mencakar, menyambak, dan menggigit.

Min-ah merasa 1 lawan 2 belum cukup untuk mengalahkan Chaeyoung, ia pun ikut ke dalam perkelahian itu.

Kuku Soo-in patah karena mencoba mencakar Chaeyoung. Ia berteriak sangat kencang tanpa berpikir mereka bisa saja ketahuan.

Di sisi lain atap ada seorang laki-laki yang sedang tertidur pulas di atas matras. Tapi hibernasinya terganggu karena mendengar teriakan Soo-in.

Mata laki-laki itu membuka, "Aigoo! Ck, suara apa itu? Seperti teriakan perempuan. Hahh.. Aku malas memeriksanya. Tapi suara itu mengganggu sekali."

Laki-laki itu menguap sebentar lalu berjalan ke arah suara yang ia dengar tadi. Ia mengintip di balik tembok. Terlihat empat gadis berkelahi yang sangat berantakan penampilannya.

"Aigoo! Apa yang mereka lakukan? Sepertinya satu gadis itu dikeroyok. Ck, buruk sekali sikap ketiga gadis itu." laki-laki itu tidak mau berurusan dengan mereka tapi ia ingin tidur kembali.  "Ah, aku telpon Taehyung saja untuk kesini."

Laki-laki itu pun menelepon Taehyung untuk menyuruhnya ke atap dan Taehyung langsung menuju atap. Karena sudah mendapat persetujuan Taehyung, ia kembali ke matras yang biasa dipakai olahraga untuk tertidur kembali.

"Yaak! Park Chaeyoung kau melukai pipiku. Rasakan ini! " teriak Bo-ra sambil menarik rambut Chaeyoung.

Chaeyoung menyikut perut Min-ah.
"Aarghh!" ringis Min-ah.

Ketika Min-ah akan membalasnya dengan tamparan, tiba-tiba pintu atap itu terbuka. Semua mata gadis itu tertuju pada seseorang yang berada di daun pintu. Terlihat laki-laki berbandana di sana. Min-ah dan kedua temannya menatap satu sama lain.

Min-ah berbisik pada Bo-ra, "Bukankah kau sudah mengunci pintunya?" Bo-ra mengangguk.

Laki-laki itu menunjukan kunci serep di tangannya lalu bertanya, "Apa yang sedang kalian lakukan?"

~I'm not cinderella~ [Rose X Jjk]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang