Ada seorang gadis di sana. Berjalan dengan tatapan kosong namun pikirannya tetap bekerja. Mengolah rencana, apa yang harus ia lakukan?
Kemarin ia dengan mantap sudah mengatakan kalau ia akan menemukan appanya lalu membuktikan ia bisa melakukannya.
Tapi bagaimana? Ia hanya seorang diri. Gadis yang hanya seorang diri melawan eoma tirinya. Menemukan appanya? Itu bagai omong kosong.
Polisi bahkan belum bisa menyelesaikan tugasnya.
Siapa yang bisa ia harapkan lagi? Tidak ada.
Langkahnya terhenti ketika ia sudah berhadapan dengan pintu atap. Dibukanya pintu itu hingga terdengar suara derek pintu terbuka.
Ia kembali berjalan ke pagar lalu memandang ke bawah. Tangannya mencengkeram pagar kawat itu.
Kini pikirannya mulai membaik bagai daun yang perlahan menyentuh tanah. Hembusan nafasnya membaur bersama angin.
Tiba-tiba terdengar suara botol kaleng yang ditendang.
Chaeyoung menoleh ke arah suara itu.
Seorang pria dengan bandana di kepalanya sedang berjalan ke arahnya. Ia mengantungkan kedua tangannya di saku celana.
"Kau sedang apa? Chae." tanya Taehyung.
"Aku?"
"Ehm,"
"Aah, aku sedang tidak melakukan apapun." jawab Chaeyoung.
Taehyung menghembuskan napas, "Sepertinya kita harus duduk untuk minum sesuatu. Ikut aku."
Pria itu berjalan ke sisi lain atap yang lebih sejuk, terhindar dari sinar matahari. Chaeyoung pun mengikutinya.
Terlihat matras dan Yoongi yang sedang tidur di atasnya. Taehyung duduk di sisi pinggir matras itu.
"Kaja. Duduk di samping ku."
Chaeyoung mengikuti arahannya lalu ia diberi sekaleng soda.
Taehyung meminum minumannya setelah itu menghembuskan napas lagi.
"Ada apa denganmu?" tanya Chaeyoung.
"Bagaimana cara mendekati temanmu?" tanyanya.
"Teman? Aah, Lisa."
"Ehm,"
"Aku juga tidak tahu. Kupikir sebelumnya ia tidak pernah punya kekasih bahkan dekat dengan teman pria. Kecuali teman-teman judo-nya."
Taehyung menunduk.
"Apa yang terjadi?" tanya Chaeyoung.
"Aku lelah."
"Mwo? Andwe. Aku tahu sekali, Lisa itu punya sisi lembut. Ia pasti luluh denganmu."
"Kapan?"
"Mwo?"
"Kapan ia akan luluh padaku?"
"Hmmm, aku tidak tahu caranya. Tapi Lisa menyukai seseorang yang sungguh-sungguh. Kau harus terlihat serius dengan latihan judomu. Mungkin ia akan luluh dengan usahamu itu." jelas Chaeyoung.
Taehyung diam sejenak, pikirannya bekerja.
"Benarkah?"
"Itu hanya saranku. Ia mencintai judo, dengan melihat kau serius ia mungkin tahu bahwa kau adalah orang yang menyukai hobi yang sama sepertinya."
Kini Taehyung terlihat bersemangat lagi. Ia berdiri lalu menggenggam tangannya, mengacungkannya ke langit.
"Gerrae! Aku harus menunjukkan kalau aku serius dengannya. Wohoo!"

KAMU SEDANG MEMBACA
~I'm not cinderella~ [Rose X Jjk]
Romance[The end] aku tidak ingat kapan mengenalnya.. yang kutahu ia sekarang sedang bertekuk di hadapanku.. dengan sebuah sepatu kaca berkilau.. ia yakin bahwa sepatu itu milikku.. dan memasangkannya di kaki kananku.. --a girl who keeps all her own proble...