FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA :D ||| VERSI BARU |||
Bagi banyak orang mungkin mawar hitam banyak dilambangkan sebagai hal yang buruk. Seperti kematian, perpisahan, dan hal-hal buruk lainnya. Tapi, tidak bagi Nicole. Menurutnya mawar hitam adalah...
Kalau masih gak nyaman dengan katanya, maaf. Nanti kalau ceritanya sudah berakhir akan direvisi!!! Oh ya kalau ada TYPO. Maafkan juga!!!
Dibantu ya :)
Selamat membaca 🧚🏻♀️
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kok dia belum bangun juga, sih?"
Tunggu, suara siapa itu?
"Paling sebentar lagi. Lagian lo, sih, kabur-kabur."
Tunggu, tunggu. Kenapa ia merasa tidak asing ya dengan suara yang kali ini.
Berbeda dengan suara sebelumnya yang lebih nyaring dan lembut, suara kali ini lebih berat.
"Elo, elo, panggil gue Kakak!"
Terdengar decakkan malas sebelum suara balasan berikutnya. "Apa, sih? Gitu aja ngamuk."
Ha ... Tidak mungkin salah lagi. Nicole tahu jelas itu suara siapa.
Pradipta!
Dan entah bagaimana bisa, seketika mata Nicole langsung terbuka. Sontak hal pertama yang menyambutnya adalah silaunya cahaya lampu yang menusuk matanya. Nicole menyipitkan matanya, mencoba melindungi indra pengelihatannya agar tidak rusak.
"Eh, astaga! Kamu udah bangun?" tanya seseorang dengan nada panik. Nicole hanya bisa memutarkan matanya malas mendengar hal itu. Di sisi lain, ia juga sama sekali tidak tertarik untuk membalas pertanyaan aneh dari wanita itu.
Setelah sudah beradaptasi dengan cahaya di ruangan, Nicole mengedarkan pandangannya, mencari sosok yang membuatnya sangat penasaran tadi maupun saat ini. Dan tidak perlu waktu lama, matanya langsung bertabrakan dengan sepasang mata milik seseorang. Milik sosok yang sedang berdiri di pojok ruangan.
"Lo ... ngapain di sini?" tanya Nicole dengan suara serak. Tentu pertanyaan itu mengarah pada lelaki tinggi yang ada di pojok ruangan itu. Menyadari keringnya tenggorokan Nicole sekarang, wanita yang sedang berdiri di sampingnya langsung memberikan minum pada Nicole. Tidak mau membuang kesempatan, Nicole menerima gelas berisi air putih itu.
Sambil sibuk menelan air putih, ia tetap memaku pandangannya pada lelaki yang terlihat kaget dengan keadaannya-atau mungkin diri Nicole sendiri. Mendesah lega, Nicole memalingkan wajahnya dan menatap wanita yang tidak ia ketahui namanya itu. "Gimana? Bapaknya udah ditangkep?" tanya Nicole dengan kedua alis yang terangkat tinggi.
Wanita itu tersentak, seakan pertanyaan Nicole sangat mengagetkan. Awalnya Nicole berharap besar, namun saat melihat tatapan teduh wanita itu, harapan Nicole pupus.