FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA :D ||| VERSI BARU |||
Bagi banyak orang mungkin mawar hitam banyak dilambangkan sebagai hal yang buruk. Seperti kematian, perpisahan, dan hal-hal buruk lainnya. Tapi, tidak bagi Nicole. Menurutnya mawar hitam adalah...
Masih terasa hangat jika aku memikirkanmu ... - Nicole Aryasatya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bel sekolah sudah berbunyi sejak tadi. Tapi, entah mengapa ia masih ada di sini. Padahal, sejak dulu ia selalu pulang tepat waktu. Tentu jika tidak ada rapat atau kepentingan lainnya.
Menghembuskan napasnya panjang, Kenneth meneguk habis air yang berada di botol bening itu. Sembari melayangkan tatapannya pada langit biru di atasnya, matanya menangkap awan putih yang bergerak lembut dan pelan sesuai dengan angin yang berhembus.
Entah sudah keberapa kalinya, Kenneth kembali menghembuskan napasnya. Ia tidak tahu mengapa sebagian kecil dalam dirinya menolak untuk pulang. Seperti, ada sesuatu yang harus ia selesaikan.
Sesuatu itu membuat Kenneth sangat terganggu.
Dengan tangan yang mengusap wajahnya pelan, Kenneth memutuskan untuk bangkit dari tempatnya. Mungkin ia akan mencoba besok lagi. Setidaknya, Kenneth harus tahu di mana perempuan itu, atau tidak mungkin Kenneth bisa kehilangan fokusnya saat KBM berlangsung.
Kaki Kenneth bergerak menuju parkiran sekolah, hendak pulang. Baginya, hari ini adalah hari yang cukup melelahkan. Ya, karena hari ini Kenneth kembali berbicara dengan Pradipta setelah sekian lama mereka berdiam diri dan mengacuhkan satu sama lain.
Tapi, hari ini sangat berbeda.
Saat Kenneth hendak berbelok dari koridor sekolahnya, seseorang tiba-tiba berjalan ke arah berlawanan darinya, membuat Kenneth dan orang tersebut saling bertabrakan.
"Aduh, aduh. Sorry, sorry. Nggak seng-Lho...Kenneth?" Suara yang samar-samar masih tertanam di benaknya itu membuat Kenneth langsung menunduk. Benar saja pemilik dari suara samar yang ia tebak itu benar sesuai dengan perkiraannya.
"Benar, kan, kamu Kenneth!"
"Halo, Kak Pauline ...." sapa Kenneth sambil membungkuk sedikit, memberikan salam. Dunia memang penuh kejutan. Tadi siang ia bertemu dengan Pradipta, adik dari wanita ini. Kini, Kenneth bertemu langsung dengan kakak dari lelaki itu. Hah, hari yang aneh sekali.
Senyum Pauline sontak sumringah. Membuat mata wanita itu reflek menyipit dengan pipi yang membulat. "Astaga, udah lama banget nggak ketemu. Kamu apa kabar?" sapa Pauline sambil melihat Kenneth dari atas ke bawah. Dari kedua mata wanita itu terlihat ketakjuban melihat bagaimana penampilan Kenneth sekarang.
Kenneth tersenyum simpul. "Baik, Kak. Kakak sendiri gimana?"
Senyum Pauline langsung berubah, menyiratkan senyuman sedih kali ini. "Sejak kalian berantem, hati Kakak jadi sedih. Nggak bisa liat cowok ganteng lagi. Kakak 'kan bosen liat muka anak itu terus," sungut wanita itu membuat Kenneth hanya bisa tersenyum canggung.