"Jongin jangan nangith, ayo pulang." Hunnie menggandeng tangan Jongin dan Kyungi, beranjak pergi dari halaman belakang sekolah di ikuti Channie yang merengut kesal sambil menendang-nendang batu -batu kecil disekitarnya.
Sesampainya di gerbang sekolah, Jongin yang melihat appa-nya langsung berlari dan memeluk appa-nya dengan sesenggukkan. "Eh ini kenapa Nini nya appa nangis?"
Nini mendongakkan kepalanya dengan mata jernihnya yang masih mengeluarkan bulir-bulir air mata lalu ia menunjuk Channie "dia bilang Nini makin gendut appa. Nini nggak mau makan!"
"Tapi kan emang bener paman." celetuk Channie.
"Hahaha .. Jongin walau tambah embul tetap tampan sayang, jadi jangan nangis. Lihat appa tampan kan walau embul gini? Appa juga tetap penuh energi waktu nari."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jongin mendongakkan kepalanya menatap appa-nya lalu menganggukkan kepalanya dengan tersungging senyum manis di bibirnya.
Shindong terlihat terkejut melihat Kyungi berada disekolah dasar. "Eh, Kyungi udah ada disini aja. Sama siapa kesini?."
"Sendili dong paman. Kyungi kan udah besal." Kyungi membusungkan dadanya membuat Shindong terkekeh melihat tingkah lucu keponakannya.
"Lain kali tunggu disekolah atau minta ibu guru antarkan ya."
"Sekolah adek kan disebelah paman." celetuk Hunnie.
Shindong menepuk keningnya "ah paman lupa hehe. Yaudah ayo kalian masuk kita mau kerumah paman Sungmin, ayah dan bunda kalian sudah menunggu."