Sejak tadi Yuqi hanya diam sambil memerhatikan jalan. Lucas melirik spion, melihat pantulan wajah Yuqi yang teduh dengan rambutnya yang sesekali tersapu oleh angin.
Lucas tersenyum singkat melihat Yuqi yang tenang-tenang saja. Lucas lalu memikirkan suatu ide nakal yang akan ia lakukan pada Yuqi.
Lucas langsung membelokkan ke kiri motornya membuat Yuqi langsung tampak panik.
"Ini salah jalan!" seru gadis itu sambil menepuk pundak Lucas.
"Sengaja" ucap Lucas tenang, diselingi senyum.
Yuqi membulatkan matanya. "Mau lo bawa kemana gue?!" pekiknya.
"Ada, tenang aja nanti gue bawa pulang" balas Lucas masih tenang.
Sementara Yuqi sudah tidak tenang dan gelisah terus-menerus.
"Gak mau! Turunin aja gue!" racun Yuqi, sambil memukul-mukul pundak Lucas.
Dan dengan sengaja Lucas menggas motornya, hingga Yuqi yang tadinya memukul pundaknya menjadi meremasnya karena takut terjatuh.
"Woi gila ya lo?!" pekik Yuqi.
"Iya gue gila. Semenjak liat senyum lo" balas Lucas lalu tertawa.
Yuqi membisu, semburat merah muncul begitu saja di pipinya, ia merasakan cuaca menjadi panas, padahal dia sedang di jalan dan angin tetap berhembus. Jantungnya berdegup kencang, ia bahkan menjadi malu hanya untuk menatap Lucas walau hanya pundak lebar itu yang terlihat.
"A-ap-apaan sih" ucap Yuqi terbata-bata lalu mengalihkan pandangannya kesamping.
"Cie salting" goda Lucas yang masih fokus pada jalanan.
Yuqi hanya mengacuhkannya, lalu berusaha untuk tidak melihat kedepan.
Lucas menjalankan motor sportnya memasuki lingkungan yang Yuqi tidak ketahui.
"Dimana nih?" tanya Yuqi.
Lucas hanya tersenyum, lalu menyuruh Yuqi untuk turun.
Yuqi turun lalu melihat sekitar, tempat itu mirip seperti taman, tapi tempat itu tertutup dan tak ada orang disana.
"Ini tempat kesukaan gue" ucap Lucas.
Yuqi menatap Lucas sejenak, lalu kembali mengagumi tempat tersebut. Lampu mulai menyala, hari sudah mulai gelap.
"Gue harus izin ibu" ucap Yuqi pelan lalu mengambil ponselnya dari sakunya.
Lucas hanya melihat pergerakan Yuqi.
"Udah?" tanya Lucas dan diangguki oleh Yuqi.
"Yaudah, ikut gue liat kesana" ajak Lucas.
Yuqi yang tidak dengar karena sibuk memperhatikan sekitar, akhirnya membuat Lucas bertindak.
Lucas meraih tangan Yuqi lembut, lalu menariknya untuk mengikuti langkahnya. Sementara Yuqi, gadis itu bahkan menahan nafasnya. Dia sibuk melihat tangan Lucas yang lembut menggenggam tangannya dan menuntunnya untuk mengikutinya.
Lucas lalu berhenti didepan sebuah bangku taman. Ia lalu menyuruh Yuqi untuk duduk di bangku itu.
"Kok sepi sih disini?" Ucap Yuqi yang baru saja duduk di bangku itu.
"Gue gak tau, mungkin karena terpencil" jawab Lucas.
Yuqi menatap kebawah, sadar bahwa tangannya masih digenggam Lucas.
Hangat, itu yang dirasakan Yuqi. Tapi lama-lama begini bisa saja ia merasakan panas terus-menerus. Bukan panas karena cuaca yang terik, tapi karena grogi yang ia rasakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Really Bad Boy✔
फैनफिक्शन❝Jangan datang kalau kau hanya menjadikanku sebagai mainanmu.❞ Really Bad Boy, 2019. A story by Gelapitto.
