Paginya Yuqi bangun dengan senyumannya, menyambut sinar matahari penuh semangat. Setelah semalam ia mendengar suara berat Lucas dipadukan dengan petikan gitar yang merdu, membuat gadis itu merasa seolah energinya telah terisi penuh.
Hari ini sangat cerah, seperti seolah mendukung suasana hati Yuqi yang tengah dipanah asmara.
Yuqi yang sudah siap dengan semua perlengkapan sekolahnya dan tinggal berangkat sekolahpun akhirnya berpamitan kepada kedua orang tuanya.
"Yuqi pamit!" Serunya lalu keluar dari rumah.
Hari ini dia tidak diantar oleh Ayahnya, karena Ayahnya memiliki urusan penting. Alhasil, tinggal lah dia didepan pagar rumahnya sambil menunggu driver gojek menjemputnya. Bagaikan sebuah keajaiban yang siap menambah mood Yuqi hari ini. Xiaojun muncul dari dalam rumahnya dengan motor sport hitamnya.
Xiaojun sudah rapih dengan seragam sekolah barunya, tapi berbeda dengan Yuqi. Sepertinya mereka tidak satu sekolah.
"Pagi Qi, belum berangkat?" Sapa Xiaojun.
"Pagi Jun, belum nih, gue gak dapet driver" sungut Yuqi pelan.
"Gak di anter?" Tanya Xiaojun.
"Nggak"
"Yaudah kalau gitu naik aja" ucap Xiaojun sambil menunjuk boncengan belakang motornya dengan dagunya.
'Hm.. Seperti deja vu' pikir Yuqi dalam hatinya.
"Nggak usah deh Jun, keknya kita beda sekolah. Entar lo malah telat" Tolak Yuqi.
"Masih kepagian ini, gue bisa kok nganter lo dulu"
'Gimana ya, sebenarnya sih rejeki ini. tapi gak enak dong kalau dia sampai telat cuma gegara gue' pikir Yuqi lagi.
"Gimana?" Tegur Xiaojun.
Yuqi menggeleng sambil senyum "gak usah deh Jun, lo kan anak baru. Masa sih telat"
"Kan gue bilang masih pagi ini, gapapa. Gue bisa cepet bawa motornya" tawar Xiaojun lagi.
Yuqi diam lagi, mau nolak tapi anaknya ngotot banget.
"Gak deh Jun"
"Maksudnya gak nolak" sambung Yuqi lalu tertawa.
Xiaojun juga ikut tertawa. "Ada-ada aja, yaudah buruan naik"
Yuqi naik di jok belakang Xiaojun. Selama perjalanan Yuqi tidak hanya diam, seperti dirinya dulu yang dibonceng oleh Lucas.
Yuqi mengobrol banyak topik dengan Xiaojun, bahkan Yuqi sampai tak menyangka kalau Xiaojun adalah orang yang sangat terbuka dan memiliki selera humor yang bagus.
"Qi, kalau gue minta lo jadi temen pertama gue disini, boleh?" Tanya Xiaojun tiba-tiba.
"Pake nanya lagi, ya boleh lah. Dari awal gue udah nganggep lo temen kok" balas Yuqi.
"Hahaha, iya juga ya. Ngapain gue nanya" balasnya lalu tertawa.
Tak lama, motor sport hitam Xiaojun sudah sampai didepan gerbang sekolah Yuqi. Para siswi sekolah yang baru datang, sibuk membisikkan Yuqi dan Xiaojun.
"Eh itu bukannya Yuqi ya? Anak kelas 11 IPA 1" ucap seorang siswi pelan.
"Iya deh kayaknya, siapa ya anak cowok itu?" Ucap siswi lain.
"Pacarnya kali? Anak sekolah lain lagi"
Yuqi cuek, sebenarnya ia dengar. Tapi Yuqi bukan orang semenah-menah yang akan melabrak siapapun yang membicarakan dirinya dibelakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Really Bad Boy✔
Fanfiction❝Jangan datang kalau kau hanya menjadikanku sebagai mainanmu.❞ Really Bad Boy, 2019. A story by Gelapitto.
