Information: Mengenal Gejala Seseorang yang Memiliki Niat Untuk Bunuh Diri

3.4K 298 5
                                        

Ini bukan sebuah cerita, saya hanya ingin memberitahu informasi yang mungkin akan berguna bagi kalian maupun orang-orang disekitar kalian..

Bunuh diri. Menurut KBBI, bunuh diri adalah membunuh/mematikan diri sendiri. Sering kita mendengar ada orang bunuh diri dengan cara gantung diri, melompat dari ketinggian, meminum racun, dan lain-lain.

Apa saja tanda-tanda seseorang berpotensi bunuh diri?

Apabila Anda memiliki teman, saudara, kerabat, atau mungkin pasangan (dan mungkin juga mantan) yang depresi dan gelagatnya terlihat seperti ingin bunuh diri, jangan dibiarkan. Anda mungkin bisa menghiburnya atau membuatnya lepas dari rasa depresi. Ada beberapa tanda orang ingin bunuh diri atau merencanakan untuk mengakhiri hidupnya, yaitu:

-Selalu berbicara atau berpikir tentang kematian.

-Depresi klinis (kesedihan mendalam, kehilangan minat, sulit tidur dan makan) yang semakin lama semakin memburuk.

-Memiliki "harapan untuk mati", sering nekat dan melakukan hal-hal yang berisiko menyebabkan kematian, seperti ngebut di jalan atau menerobos lampu merah.

-Kehilangan minat terhadap sesuatu yang sebelumnya sangat ia sukai.

-Sering bilang bahwa hidupnya hancur, tidak ada harapan, bahwa ia tidak bisa membantu apapun, dan tidak berguna.

-Mudah menyerah, keinginan berubah-ubah.

-Sering mengatakan kalimat seperti "Akan lebih baik kalau aku tidak ada," atau "Aku ingin mati saja".

-Tiba-tiba, secara tidak terduga berubah dari sangat sedih menjadi sangat tenang dan bahagia.

-Membicarakan tentang bunuh diri atau membunuh seseorang.

-Bertemu atau menghubungi teman dan keluarga untuk mengatakan selamat tinggal.

Ada baiknya Anda memfokuskan perhatian Anda terhadap orang-orang yang gerak-geriknya memperlihatkan tanda-tanda peringatan di atas, terutama jika orang tersebut pernah mencoba bunuh diri sebelumnya. Berdasarkan American Foundation for Suicide Prevention, seperti dikutip WebMD, antara 20%-50% orang yang memutuskan untuk bunuh diri, sebelumnya pernah berencana bunuh diri.

Cegah dengan pendekatan personal

Jika Anda memiliki rekan, teman, saudara, kekasih, atau keluarga yang menunjukkan tanda-tanda ingin bunuh diri, Anda bisa melakukan beberapa pendekatan personal. Tapi Anda harus serius dan benar-benar merawat orang tersebut. Dengarkan apa yang ia katakan. Bernisiatiflah untuk menanyakan rencananya, tapi jangan coba untuk berdebat dengannya tentang keputusannya untuk bunuh diri. Biarkan orang tersebut tahu bahwa Anda peduli dan mengerti, dan tahu bahwa Anda mendengarkan keluh kesahnya. Hindari pernyataan seperti, "Kamu punya banyak alasan untuk tetap hidup".

Jika Anda bertemu dengan orang yang depresi dan berbicara tentang bunuh diri, membuat gerakan seperti ingin bunuh diri, atau berencana bunuh diri, perlakukanlah sebagai keadaan darurat. Dengarkan orang tersebut, tapi jangan coba untuk berdebat dengannya. Segera cari bantuan dari petugas profesional seperti polisi, psikiater, atau dokter.

Orang yang depresi lebih sering bunuh diri. Depresi adalah penyakit yang serius. Beberapa studi menunjukkan bahwa neurotransmitter serotonin memainkan peran penting dalam neurobiologi bunuh diri. Para peneliti menemukan tingkat serotonin yang rendah dalam jaringan otak dan asam cerebrospinal orang-orang yang ingin bunuh diri.

Sebagai tambahan, kecenderungan bunuh diri juga mengalir di dalam keluarga. Ingat, setiap pembicaraan tentang bunuh diri harus dijadikan sebagai sebuah tanda peringatan. Segera ajak orang yang ingin bunuh diri tersebut ke ahli profesional yang bisa membantu.

Creepy HorrorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang