Peter dan keluarganya baru saja pindah ke Kota A sekitar 1-2 bulan. Bocah berusia 8 tahun itu berteman dengan Lena gadis berusia 10 tahun yang tinggal tepat disebelah rumah baru nya itu.
Tiap hari mereka berdua bermain bersama dengan riang, sampai suatu saat tiba-tiba Lena menjauhi Peter. Beberapa kali bocah berambut ikal itu membujuk Lena agar mau bermain bersama nya kembali, namun wajah Lena tampak pucat dan ngeri setiap kali melihat wajah Peter.
Malam itu begitu dingin, kedua orang tua Peter datang berkunjung kerumah Lena. Wajah mereka berdua tampak tidak baik, hatinya seperti dipenuhi kabut. Saat itu Lena sedang berada dikamar nya sambil mengelus-ngelus kepala se-ekor burung gagak.
"Lena bisa kemari sebentar!" seru sang Ayah memanggil, membuatnya terkejut.
Gadis berambut lurus itu pun segera melepaskan burung gagak tersebut keluar jendela dan menghampiri sang Ayah.
Lena berjalan menundukan kepala saat melihat kedua orang tua Peter disana dengan air mata yang bercucuran deras.
"Lena bisa beri tahu kami dimana terakhir kali kau melihat Peter?" tanya Ibunda Peter dengan suara sesegukan.
Lena menatap wajah wanita paruh baya itu sejenak dan kembali menunduk "Di-dibelakang rumah" jawabnya.
"Apa kau yakin?" tanya Ayah Peter yang menahan air mata.
Lena hanya mengangguk.
"Apa yang kalian lakukan? Mengapa Peter tak kembali kerumah? Sudah satu minggu dia menghilang! Mengapa polisi bodoh itu tidak bisa menemukan anak kita!" kesal wanita itu.
"Ka-kami hanya bermain-main seperti biasa..... La..lu..." lena menghentikan ucapan nya karena melihat sosok yang tak asing sedang berdiri disamping wanita paruh baya tersebut.
"Lalu apa Lena?" hardik wanita itu.
Mendengar itu Lena langsung mengalihkan pandangan nya kembali ke wanita bertubuh tinggi disana "Lalu kami memperebutkan se-ekor burung gagak yang terjatuh di tanah"
"Burung gagak?" tanya wanita itu tak percaya.
Lena mengangguk "Burung itu berbeda"
Mendengar cerita Lena wanita itu merasa sedang dipermainkan "Sudahlah Lena ceritakan yang sebenarnya, jangan bohongi kami terus, kau telah membunuh Peter bukan?! Ayo ngaku!!!" kesal wanita itu seraya mengguncang-guncang tubuh Lena.
Lena hanya terdiam sambil menatap Peter yang sedang menatap nya dengan penuh amarah di dekat ibunya itu.
"Tidak, sungguh bukan aku!" bantah Lena.
Ayah Lena dan Peter pun mejauhkan wanita itu dari Lena.
"Biar aku jelaskan!"
"Jelaskan nak Ayah juga ingin tahu yang sebenarnya"
"Jadi begini, Peter dan aku melihat se-ekor burung gagak terjatuh di tanah. Burung itu sedang terluka, Peter bersikukuh untuk membunuhnya karena tak ingin burung gagak tersebut kesakitan, tapi aku membantah nya dan ingin mengobati burung tersebut. Peter marah padaku dan malah memukul kepalaku dengan batu. Lihat lah ini." Lena menunjukan luka memar yang ia tutupi dengan rambut nya.
"Lalu, ia membawa burung itu kedalam hutan untuk menghabisi nyawanya. Aku mengejarnya, namun..." tiba-tiba ia ragu menceritakan nya.
"Lanjutkan lah Nak, tidak apa-apa."
"aku melihat gagak itu berbicara kepadanya..." Lena diam sejenak, ia merasakan seseorang berdiri dibelakang nya seraya memegangi pundak nya.
"tak lama gagak itu berubah menjadi manusia, ia mencabik-cabik tubuh Peter dengan kuku nya yang runcing, mengeluarkan isi perutnya lalu memakan semua bagian tubuh Peter."
"Hentikan!" seru Ibunda Peter yang mual mendengarkan cerita Lena.
"Lena kami tau kau suka sekali membuat cerita, tapi tolong kali ini saja beritahu yang sebenarnya. Dimana Peter berada?"
Lena menunduk, lalu menunjuk pojok ruangan tempat Peter berdiri.
Semua orang yang disana pun langsung mengikuti arah yang Lena tunjuk, akan tetapi tak satu pun dari mereka yang melihat keberadaan Peter disana.
"Tidak bisa dibiarkan, sudah cukup aku bermain-main dengan gadis kurang ajar ini" wanita itu ngedumel seraya membuat panggilan keluar pada detektif yang menangani kasus anaknya tersebut.
"Hentikan nyonya!" bentak Lena.
"dasar anak kurang ajar, tunggu saja kau tinggal di dalam penjara! Sialan!"
"Nyonya jangan lakukan ini, Lena tidak bersalah" Ayah Lena mengiba.
"Sudahlah diam! kau sama saja, Ayah tidak bertanggung jawab. didik anakmu dengan benar!"
Lena memalingkan pandangan nya ke atas, ia menatap sesosok yang memegangi pundak nya dari tadi dengan senyum yang tak dapat diartikan.
Tiba-tiba se-ekor burung gagak hadir di dalam ruangan tersebut, membuat ketiga orang dewasa itu terkejut dengan kehadiran nya. Burung itu bertengger dibahu Lena seraya mengepakkan sayap nya.
"Sudah kubilang cerita itu sungguhan" gumamnya.
"Aku tidak berbohong!"
Burung itu terbang diudara, kemudian berubah wujud seperti sosok yang memegangi pundak Lena sedari tadi. Mereka bertiga pun terlihat sangat terkejut menyaksikan hal tersebut.
"Aku berkata jujur!" teriak Lena sambil melompat kearah wanita itu dan menusuk nya bertubi-tubi.
Seolah ada yang memegangi tubuh Ayah nya Peter dan Lena, mereka berdua tidak dapat berbuat apa-apa menyaksikan berbuat gadis berusia 10 tahun itu.
Tak lama polisi datang menghampiri kediaman rumah Ayah Lena. Gadis itu di bawa ke kantor polisi, Lena pun menceritakan persis seperti yang ia ceritakan sebelumnya.
Namun polisi pun membantah dan telah berhasil menemukan kebenaran nya. Kebenaran nya adalah Lena lah yang telah membunuh Peter dengan memukul kepala belakang Peter dengan kayu. Lena mengubur jasad Peter di tengah hutan di bawah Pohon Oak. Namun alasan Lena membunuh Peter belum diketahui, karena saat ini Lena dinyatakan tidak waras, ia terjebak dengan fantasi nya sendiri. Burung gagak yang hadir dimalam itu pun sebenarnya tidak ada, melainkan hanya Lena sendirilah yang menirukan suara burung gagak.
----
Happy Helloween 🎉
Agak telat sih bilangnya, tapi yang penting masih tanggal 31 kan? :v
Maaf kalau author jarang publish cerita. Itu karena author sering sibuk. Beneran, engga bohong. Tapi untunglah akhir-akhir ini saya sedikit senggang, jadi mungkin saya bisa mencari beberapa cerita sebelum pertengahan November. Setelah pertengahan November harap dimaklumi jika saya benar-benar hampir tidak mempublish cerita apapun, itu dikarenakan betapa padatnya jadwal saya 😖
*Karena saya akan vakum cukup lama, apakah CH akan di discontinue (?)*
Tentu saja tidak, masih banyak cerita diluar sana yang belum saya searching. Jadi, tetap tunggu update terbaru dari Author Ri ya~ ^^
KAMU SEDANG MEMBACA
Creepy Horror
HorrorCerita-cerita yang dibagikan disini merupakan cerita horor yang berasal dari seluruh penjuru dunia. Namun, apakah kau cukup berani untuk membacanya? Satu hal pasti yang perlu kau ingat adalah you are not alone... Attention! Saya bukan pengarang dari...
