Stories 57: Mimicry

4.8K 392 17
                                        

(Cerita ini mengandung beberapa kalimat dewasa, dimohon agar pembaca dibawah umur untuk tidak membaca cerita dibawah ini.)

Saat pertama kali diwarisi Claudette aku khawatir bahwa dia akan kesepian untuk kemudian depresi. Aku tahu burung nuri adalah makhluk sosial, tapi bahkan aku hampir tak mampu menanganinya apalagi untuk mencarikan dia pendamping. Bibi June, yang “bermurah hati” memberikan burung itu padaku setelah tahu betapa enerjik dan keras suaranya, meyakinkan bahwa Claudette adalah tipe independen dan akan baik-baik saja sendirian.

Aku dan Claudette memulai dengan cukup sulit. Aku masih segan dekat-dekat dengan paruhnya yang besar dan cakarnya yang tajam dan dia lambat untuk percaya pada manusia baru. Dia sudah beberapa kali dipindahtangankan di usia 25 tahunnya, semua pemilik sebelumnya memberikannya seperti yang dilakukan Bibi June padaku. Itulah sebabnya aku mau memeliharanya; aku kasihan padanya dan berharap dia bisa menemukan sebuah rumah, meski itu berarti aku harus berjuang keras.

Kami melewati masa penyesuaian yang sangat panjang, di mana aku belajar bahwa selama aku mendapat gigitan, meskipun menyakitkan dan bisa lebih parah, paling tidakdia mulai mengenali bahwa aku adalah tangan yang memberinya makan. Saat aku tahu bahwa dia lebih senang berada di teras kecilku yang berdinding kaca, aku memindahkan sangkarnya dan melepasnya di sana, yang kemudian meningkatkan keakraban kami.

Butuh waktu lama, kesabaran, dan perlakuan khusus, tapi akhirnya kami sampai pada hubungan di mana dia akan terbang padaku dan hinggap di tanganku setiap kali aku keluar dan dia akan memakan apa pun yang kubawa untuknya.

Aku khawatir dia akan kesepian saat kutinggal, tapi kekhawatiran itu segera lenyap saat aku menyadari bahwa dia sudah berteman dengan burung-burung mockingbird yang bersarang di sebuah pohon di belakang apartemenku. Mereka saling panggil dan berkuak sepanjang hari, yang kadang membuatku dapat sedikit masalah dengan para tetangga yang lebih sensitif terhadap kebisingan, tapi itu tak ada artinya setelah aku membuatkan kukis dan kartu permintaan maaf pada mereka.

Aku tak pernah punya pikiran untuk memelihara burung nuri, tapi Claudette membuktikan bahwa dia adalah betina yang cerdas setelah melewati tingkah kasarnya di awal dan aku mulai tahu bahwa dia punya kosa kata yang luas (dan penuh warna) serta bisa sedikit menirukan. Aku juga tahu bahwa, setelah beberapa bulan setiap aku bekerja, dia telah mengajari beberapa hal pada si mockingbird.

Aku sedang duduk di teras suatu malam, menggaruk leher Claudette sebelum pergi membuat makan malam, saat aku mendengar suara yang pelan tapi sangat jelas dari arah atas.

“Sial!” kata suara itu.

Aku melompat, tidak melihat ataupun mendengar ada yang datang datang, lalu melihat berkeliling, tapi sudut kecil komplek apartemenku sunyi dan tak ada siapa pun di luar. Di pangkuanku Claudette mulai menggoyangkan kepalanya, bulu-bulunya berdiri meski hanya sedikit.

“Sial!” Suara itu berkata lagi.

“Sial!” Claudette menyahut.

Dia dan suara itu saling bersahutan beberapa saat, dengan antusias meneriakkan salah satu kata favoritnya, hingga aku menggiringnya masuk dengan malu dan membiarkan siapa pun yang mengejeknya itu tidak berbuat lebih jauh. Sampai akhirnya aku melihat salah satu teman mockingbirdnya terbang beberapa kali melewati teras, pasti mencari Claudette, dan aku tahu suara itu bukanlah seseorang yang sedang berbuat nakal; itu hanya mockingbird yang meniru Caudette.

Claudette sudah mengajari burung liar mengumpat.

Butuh lebih banyak kukis untuk tetanggaku saat mereka mengetahuinya.

Creepy HorrorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang