Stories 46: Jeff The Killer (Creepypasta Characters)

4.7K 337 10
                                        

Kutipan dari koran lokal:
PEMBUNUH RIANG YANG TAK DIKENAL MASIH BERKELIARAN.

Setelah berminggu-minggu berita pembunuhan disiarkan, pembunuh yang belum diketahui ini masih semakin meresahkan. Berikut adalah sedikit bukti yang telah ditemukan; seorang anak laki-laki yang berhasil selamat dari serangan sang pembunuh menceritakan kisahnya.

"Aku bermimpi buruk dan terbangun di tengah malam," kata anak itu, "Aku melihat bahwa entah kenapa jendela kamarku terbuka, padahal aku ingat sudah menutupnya sebelum aku tidur. Aku bangkit dan menutup jendela itu lagi. Setelah itu, aku kembali ke tempat tidurku dan mencoba untuk kembali tidur. Saat itulah aku mendapat perasaan aneh, seperti ada seseorang yang sedang mengawasiku. Aku menatap padanya, dan hampir melompat dari tempat tidur. Dalam kegelapan aku melihat sepasang mata. Itu bukan mata biasa, mata yang gelap dan cukup menakutkan. Mata yang dibatasi dengan warna hitam dan... itu membuatku takut. Saat itulah aku melihat mulutnya. Senyum lebar mengerikan yang membuat setiap rambut di tubuhku berdiri. Sosok itu berdiri di sana, dan sedang mengawasiku. Akhirnya, setelah semua yang kulihat, dia mengatakan sesuatu. Dia mengatakan kalimat sederhana, namun dia mengatakannya dengan cara seperti orang gila yang bisa berbicara"

"Dia mengatakan, 'Go To Sleep' kemudian aku berteriak. Dia menarik sebilah pisau, dengan tujuan untuk menusukku tepat di jantung. Dia melompat ke atas tempat tidurku. Aku melawan balik, menendangnya, memukulnya, dan berguling-guling, berusaha menyingkirkannya dariku. Saat itulah ayahku datang. Pria itu melemparkan pisaunya ke bahu ayahku. Dia mungkin akan menghabisi ayahku jika salah satu tetanggaku tidak memanggil polisi."

"Kemudian polisi datang melaju ke parkiran, dan berlari menuju pintu. Pria itu berbalik dan berlari menyusuri lorong. Aku mendengar suara kaca pecah. Suara itu terdengar ketika dia keluar dari kamarku, aku mendapati jendela yang mengarah ke bagian belakang rumahku pecah. Aku melihat ke luar dan melihatnya menghilang dari kejauhan. Aku bisa memberitahumu satu hal, aku tidak akan pernah melupakan wajah itu. Wajah yang dingin, mata yang jahat, dan senyum psikotiknya. Semua itu tidak akan pernah pergi dari benakku."

Polisi masih mencari pembunuh ini. Jika kau bertemu siapa pun yang cocok dengan deskripsi dalam cerita ini, silahkan hubungi departemen kepolisian setempat.

***
Jeff dan keluarganya baru saja pindah ke lingkungan baru. Ayahnya mendapat promosi pekerjaan, dan mereka pikir akan lebih baik untuk tinggal di salah satu lingkungan yang "elit". Tentu saja, Jeff dan saudaranya Liu tidak bisa protes dengan kehidupan yang lebih baik. Karena mereka akan tinggal di rumah barunya. Siapa yang tidak bahagia tinggal di rumah yang bagus? Ketika mereka sedang berkemas, salah satu tetangga mereka datang.

"Halo," sapanya, "Nama saya Barbara, saya tinggal di seberang jalan rumah kalian. Yah, saya hanya ingin memperkenalkan diri saya dan juga putra saya." Kemudian dia berbalik dan memanggil anaknya. "Billy, ini adalah tetangga baru kita." Billy hanya mengatakan "Hai" dan berlari kembali untuk bermain di halaman rumahnya.

"Yah," kata ibu Jeff, "Nama saya Margaret, dan ini suami saya Peter, dan ini anak-anak saya, Jeff dan Liu." Mereka masing-masing memperkenalkan diri, dan kemudian Barbara mengundang mereka untuk datang ke pesta ulang tahun putranya. Jeff dan saudaranya merasa cukup keberatan, kemudian ibu mereka mengatakan bahwa mereka dengan senang hati akan pergi ke pesta ulang tahun putranya. Ketika Jeff dan keluarganya selesai berkemas, Jeff menghampiri ibunya.

"Ibu, kenapa kau mengajak kami ke pesta ulang tahun anak itu? Aku bukan anak bodoh seperti yang ibu kira."

"Jeff," kata ibunya, "Kita baru saja pindah ke sini, kita harus menunjukkan bahwa kita ingin menghabiskan waktu bersama tetangga kita. Jadi, kita akan datang ke pesta itu." Jeff hendak berbicara lagi, namun dia menghentikan niatnya itu, dia sadar bahwa dia tidak bisa melakukan apa pun. Setiap kali ibunya mengatakan sesuatu, dia tidak bisa menolaknya. Kemudian, dia berjalan menuju kamarnya dan duduk di atas tempat tidurnya. Dia duduk di sana dan memandangi langit-langit, namun tiba-tiba dia mendapatkan perasaan yang aneh. Perasaan yang didapat tidak begitu terasa sakit, namun... itu adalah perasaan yang aneh. Dia menganggap bahwa itu hanyalah perasaan biasa. Kemudian, dia mendengar ibunya memanggil dan dia berjalan menuruni tangga untuk mengambil barang-barang miliknya.

Creepy HorrorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang