T a e
Gue buru-buru ke sekre setelah nemenin Irene makan siang, Irene tuh emang kelewat baik sampai bikin gue repot. Dia adalah Kakak tingkat yang dulu menjadi pendamping Gue Ospek. Nggak tahu gimana kita jadi dekat entah terhitung sejak kapan. Dan tadi saat Gue ke sekre buat nyamperin Jichu dan beruntungnya orangnya ada di sana, tiba-tiba Irene nelfon dan sudah di kafe dekat kampus. Dia bilang dia minta temenin makan dan gue udah di pesenin makanan. Ya masa Gue tolak, alhasil gue iya-iya aja.
Selesai nemenin dia makan dan ngobrol ini-itu Gue langsung balik ke sekre, tapi saat Gue ke sekre orang yang Gue cari udah nggak ada. Seperti biasa, meskipun sedang tidak ada yang di kerjakan sekre tetep rame.
"Jichu mana?" Tanya gue tanpa basa-basi.
Semua orang yang disitu sebagian menoleh ke arah Gue.
"Udah keluar dari tadi," Sungjae menyumbang jawaban. Ngomong-ngomong dia dari tadi masih disitu sama Joy, ada Wendy juga yang masih betah, dan beberapa anak-anak lain yang nggak gue perhatiin.
"Ya udah deh gue cabut duluan ya!" Ujar gue.
"Kemana Te?!" Seru Jeka dan Bang j-hope yang nggak mungkin gue nggak kenali suara mereka.
"Balik lah!" Jawab gue setengah berteriak berharap mereka masih bisa mendengar.
Buru-buru Gue ke parkiran, gagal sudah Gue ngajakin Jichu pulang bareng. Akhirnya gue mengendarai si blacki motor kesayangan Gue dengan pelan. Tapi, tiba-tiba mata elang Gue menangkap sosok Jichu yang tengah berdiri di depan mobil dan sedang ngobrol dengan seorang cowok.
Tanpa ragu-ragu Gue segera menambah kecepatan dan menghampiri Jichu sambil memanggil namanya.
Gue melirik cowok yang masih memegangi pintu mobilnya, lumayan keren juga. Sialan.
"Lo kemana aja sih Gue cariin?" Ujar gue ke Jichu.
Diam sejenak nggak ada jawaban.
"Gue kan udah bilang, balik bareng gue" ujar Gue lagi ke Jichu.
"Tadi elonya pergi" jawab Jichu.
"Sekarang udah disini," protes Gue.
"Jadi, lo pulang sama gue atau sama dia Chu?" Tanya lelaki jakung itu.
"Sama gue, dia balik sama gue." Jawab gue sambil turun dari motor dan mengambil helm untuk Jichu.
"Dia balik bareng gue, iya kan Chu?" Ujar gue lagi sambil memakaikan helm ke kepalanya secara paksa.
"Apaan sih, Gue bisa pake helm sendiri Tae" protesnya lirih.
"Udah..Lo balik aja, dia sama gue. Makasih atas tawarannya mas" ujar Gue ke lelaki itu mewakili Jichu.
"Taehyung ah" protes Jichu "aduh, sori Kak kayaknya gue bareng dia aja kali yaa.. daripada Kakak puter balik kan?" Ujar Jichu agak nggak enak. Ngomong-ngomong bahkan rumah gue malah berlawanan arah dengan arah rumah Jichu, tapi bodo ah yang penting dia pulang sama gue.
"Oke. No problem, kalau gitu Gue balik dulu Chu, see you" ujarnya diiringi senyuman ke arah Jichu.
Jichu mengangguk diiringi senyum, dan gue benci melihat pemandangan di antara mereka. Lelaki tadi masuk ke mobil, dan berlalu dengan mobilnya meninggalkan gue dan Jichu.
"Ayo balik" ujar Jichu menyikut Gue yang masih memandang kepergian mobilnya.
"Siapa dia?" Tanya gue, yang harus Gue akui dengan nada yang berbeda dan tidak santai.
"Kak Taeyong" jawab Jichu.
"Siapa lo? Tetangga?" Tebak Gue sambil naik ke motor.
"Kakak tingkat, satu fakultas" jawab Jichu yang sudah naik ke belakang gue.
"Fakultas psikologi juga?" Tanya gue lagi.
"Iya, kenapa sih?" Jawab Jichu.
"Nggak papa" sahut gue.
Dan selanjutnya sampai tiba di rumah Jichu kita tidak membicarakan apapun, kita sibuk dengan pikiran kita masing-masing.
"Nih, makasih" ujar Jichu mengembalikan helm yang baru ia pakai.
Gue menerimanya, kemudian mengacak rambutnya dan itu sukses membuatnya memberengut. Gue sukses dibuat ketawa geli, entahlah tingkahnya selalu membuat gue ketawa murah.
"Berantakan nih" sungutnya
"Iya-iya Gue rapiin" Gue menyisir rambutnya dengan jari-jari Gue, dengan posisi Gue masih duduk di motor.
"Hobi banget deh ngacak-acak rambut Gue" Sungutnya lagi.
Gue nyengir kemudian mencubit pipinya, ia mengaduh sambil menggosok pipinya bekas cubitan Gue.
"Jangan deket-deket sama cowok yang tadi" ujar Gue yang Gue sadari adalah tiba-tiba.
"Cowok siapa?" Tanya Jichu bingung "Taeyong?" Lanjutnya.
"Siapapun itu" jawab Gue
"Yee apa hak lo" dia menaikan sebelah alisnya.
"Yaaa-- ya gue temen Lo, Gue rekan lo, Gue partner lo" kilah Gue.
"Bodo amat. Gue aja nggak pernah protes lo sibuk sama deretan gebetan elo wek" jawab Jichu "termasuk tadi yang tiba-tiba ngilang pas dapet telfon dari Kak Irene" ujarnya lirih.
"Apa?! Apa-apa?" Ujar gue menagihnya untuk mengulang kalimatnya yang tadi.
Pipinya tiba-tiba memerah, dia berubah gugup tidak seperti biasanya "udah ah sana pulang, mau terus disini?" Usirnya
"Yeee ngusir" sungut Gue.
"Biarin sih, udah sana balik. Gue mau masuk" ujarnya lagi.
"Iya" jawab Gue. "Udah sana masuk"
"Iya, ini mau masuk" jawabnya terus melangkah menuju rumahnya, dan gue melepasnya dengan kekehan geli. Kemudian Gue bersiap untuk pergi, tapi tiba-tiba Jichu memanggil Gue.
"Tae!" Panggilnya.
"Hmm, apa?" Tanya gue.
"Tadi di sekre...ehm nggak deh, nggak jadi." Ujarnya
"Apaan deh, apa? Tadi di sekre kenapa?"
"Nggak papa, nggak ada apa-apa. Udah sana pulang" ujarnya sambil berlari memasuki gerbangnya. Bahkan ia membiarkan pintu gerbangnya masih terbuka.
____________________________________
KAMU SEDANG MEMBACA
Scenery
Teen FictionAll About me and you _Jisoo _Taehyung/V LENGKAP✔️ typo masih banyak bertebaran🙏
