0.9 Need a hand, miss?

4.3K 830 139
                                        

Aku fast update lagi nich! Ehek. Jangan lupa vomment ya :D Long chapter ahead. Hampir 3k words! Enjoy reading 😄

 Hampir 3k words! Enjoy reading 😄

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Memang ajaib sekali sekolah kami ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Memang ajaib sekali sekolah kami ini. Bahkan sampai sore begini semua murid masih semangat mengikuti berbagai macam perlombaan yang diadakan. Tidak mau melewatkan pertandingan bola kelas Seunghun, aku pun ikut duduk di barisan kursi penonton bersama Suah. Karena merasa aneh memakai baju seragam sendiri dan bukan seragam olahraga, rasanya secara tak langsung kini aku tengah menjadi pusat perhatian.

Dari tempatku jelas terlihat beberapa kali Seunghun seperti linglung mencari keberadaan seseorang di kursi penonton. Saat matanya bertemu denganku, di antara ratusan orang yang menyaksikan pertandingannya, ia tersenyum lebar dan kembali mengalihkan pandangannya.

Dadaku terasa sakit. Tenggorokanku tercekat. Kalau biasanya aku akan secara tidak tahu malu meneriakkan berbagai hal untuk menyemangati Seunghun, kali ini aku hanya diam. Aku semakin diam tak berkutik kala mataku menyadari keberadaan beberapa siswi yang tadi melabrakku di dalam toilet, terlihat dari tempat dudukku mereka kini heboh dan sibuk menarik perhatian Seunghun di bawah sana.

"Ini final 'kan? Kelas kita juara 3 lomba sepak bola." ucap Suah. Sudah jelas, juara 1-nya pastilah kelas Seunghun. Pantas saja lapangan menjadi sumpek, hampir semua orang berada di sini untuk menyaksikan pertandingan final sepak bola. Kurasa ini perlombaan terakhir sebelum sekolah mengumumkan para juara dan memberikan hadiah. Dan seusai memberikan penghargaan bagi para juara, kami semua tidak bisa langsung kembali ke rumah masing-masing begitu saja, kami masih harus menyiapkan festival untuk besok.

Sudah kubilang, semua ini melelahkan bukan?

Atau hanya aku yang merasa begitu? Karena semua orang kelihatan begitu antusias dengan hari esok. Mungkin aku hanya terlalu lelah dengan apa yang terjadi hari ini.

Kalau saja hari-hariku berlalu seperti biasanya, kurasa sekarang aku akan berdiri meneriakkan nama Seunghun sambil memutar-mutar sapu tanganku di atas kepala. Suah saja tidak bersemangat untuk mendukung jagoannya si Park Jihoon karena dia pula melihatku dalam keadaan tidak semangat.

Ternyata semua hal yang kami rencanakan tidak berlalu dengan begitu lancar.

Ternyata semua hal yang kami rencanakan tidak berlalu dengan begitu lancar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mind Sync • hyunsuk [Rewriting]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang