Happy reading!
Malam, telah pergi. Rembulan tak bersinar lagi, namun pagi telah tiba dan matahari hari ini muncul dengan malu-malu.
Senja baru saja selesai sarapan dan kini sedang memakai sepatunya karena akan berangkat ke sekolah
"Ca, bawa motor sendiri aja ya, tapi hati-hati. Kakak masuk jam 8, males nganterin," ucap Bintang pada Senja.
Senja mengangguk. "Tapi kak, kakak ke kantornya gimana? Kan naik ojek online bakalan nambahin pengeluaran."
"Hmmm, atau sekarang kakak udah punya pacar? Iya kannn!" tebak Senja sambil senyum-senyum tidak jelas.
"Udah sana berangkat, ntar telat lagi," kata Bintang dan Senja pun menyalimi tangan kak Bintang lalu menghilang di balik pintu lift.
---
"Terus mama ke sekolah kamu sama siapa Langit?" tanya mamanya.
"Ya naik ojek online kek," jawab Langit.
"Mama belum ngerti," kata Arumi — mama Langit.
Langit berdecak. "Ck, ya udah minta anter papa aja. Bodo amat lah Langit mau dimarahin papa juga." Langit menggerutu kesal dan langsung keluar dari rumah, menggas motornya menuju sekolah.
Pagi-pagi begini mama-nya sudah membuat emosi Langit naik.
🌅
Di kelasnya, Senja sedang menugaskan kepada teman-teman kelompoknya untuk melengkapi kertas karton yang telah Senja hias kemarin.
"Kata gue juga bawa lemnya yang banyak bege kalo kurang emang lo mau apa minta izin ke pak Suryo buat beli lem?" oceh Ramdan.
"Lo juga lagi pake nge-print segede gajah begini. Ya mana gue tau," ucap Zaki tak mau kalah.
"Apa lo Zaki? Gue yang print segede gitu, kalo kecil gak akan keliatan!" akhirnya Elvina nge-gas.
"Berisik ih, gue lagi konsentrasi nih buat bikin maha karya dari kertas gliter," kata Olivia dengan tatapan mematikannya.
"Sensi aja lu minyak," sahut Zaki.
"Apasih manggil gue minyak mulu," desis Olivia.
"Kan oil sama dengan minyak," jelas Zaki.
"Nama gue Olivia bukan Oilvia bege," kata Olivia dilanjutkan dengan jitakan di kepala Zaki.
"Oliv diem, gue lagi ngelem ini nih," protes Ramdan.
"Ih dasar laki-laki pengacau banget," kata Elvina. Senja yang daritadi fokus pada pekerjaannya, mulai kehabisan sabar dan sangat emosi.
"Kalian tuh gimana sih? Bisa gak kerja gak ribut sekali ajaa. Ini lagi urgent tau. Malah main-main kayak gini! Mau kalian gak dapet nilai hah? Kerjaan kalian gak sulit kok. Yang aku suruh nge-print berita juga beritanya dari aku. Kalian cuma print doang. Please dong ngertiin! Kalo kalian serius juga kan enak, jadi cepet selesai." Senja marah-marah karena anggota kelompoknya sangat tidak bisa diatur terlebih jika Zaki, Ramdan dan Elvina sudah ribut pasti membuat kepala pusing.
"Denger tuhh," kata Zaki.
"Kayak yang iya aja lo Zak," timpal Elvina.
"Udah! Mau kena murkanya Senja?" ancam Olivia.
Mereka tau kalau Senja sudah marah, bisa saja karton ini sekarang sudah menjadi serpihan karena dirobek olehnya.
Tak ada yang bisa mengendalikan amarah Senja sampai saat ini jika sudah marah besar, maka dari itu teman-temannya akan diam jika Senja sudah memarahinya.
Tak mau sampai Senja marah besar,
Itu emang salah satu sifat buruk Senja dari smp. Semenjak mama dan papa-nya bekerja diluar kota.
---
Free class atau jam kosong memang lebih baik daripada libur. Jika libur sebagian orang uang jajan juga ikut libur, begitu pun dengan Langit
Langit dan teman-temannya sedang bermain sepak bola di lapangan yang sedang kosong. Mereka bermain bola menggunakan kaos yang selalu dipakai dibalik baju seragamnya.
Keringat kini bercucuran di pelipis, membasahi kaos yang mereka pakai masing-masing, bagai sudah mandi keringat.
Fero melihat keluarnya bu Dewi dari ruang guru. Langsung mengintruksi teman-temannya untuk segera berlari menuju kelas
"Bu Dewi, bu Dewi cepet!" teriak Fero dan sedetik kemudian semua berlari menuju kelas dengan perasaan campur aduk.
Sampai di kelas, semua laki-laki yang tadi bermain sepak bola berbaring di lantai kelas yang sejuk. Menyalakan kipas angin yang berada di atap kelas.
"Untung gue kasih tau kan, kalo enggak pasti kita udah desek-desekan di ruang bk," kata Fero.
"Bosen gue kalo sekarang harus ke bk," sahut Abyan.
"Elu kemarin kan baru masuk bk oon," kata Yuda.
"Gue juga kemarin dari bk," celetuk Langit.
"Seriusan kemaren lo masuk bk? Gara-gara apa?" tanya Edgar.
"Ya, pecahin kaca uks," jawab Langit.
"Lawak lo!" kata Abyan
"Yo," sahut Langit
Hari-hari menyenangkan selalu datang bersama teman.
Udah yup udah wkwk
Maafin aku kalo banyak typo
Dan jangan lupa vote, comment kalo bisa soalnya itu bakalan jadi penyemangat tersendiri hehe
KAMU SEDANG MEMBACA
LANGIT SENJA
Novela JuvenilCOMPLETED [ March-12-2020] #1 in Langit Senja out of 44 stories [ April-16-2020] #19 in Langit out of 2.41K stories [March-12-2020] #66 in Senja out of 11.8K stories Naik-turun terus rank-nya. the beginning of writing February 1st, 2019 End of wr...
