-37-

1.3K 61 2
                                        

JANGAN LUPA VOTE. BELAJAR MENGHARGAI KARYA ORANG LAIN HEHE

"Libur gini gak ada niatan jalan-jalan apa?" tanya Bintang.

"Enggak," jawab Senja singkat.

"Loh? Kan punya Langit, ajak jalan dong." Bintang berkata sambil senyum-senyum.

"Ngaco," balas Senja singkat, "kakak ke sini sendirian? Kak Vandonya mana?"

"Lagi reuni sama temen SMA," jawab Bintang.

"Loh? Kakak gak ikut apa?" tanya Senja.

Bintang menekan remot TV untuk memindahkan channel-nya, lalu menatap Senja. "Ada sama gak ada kakak di sana, gak berpengaruh. Dari pada di sana kakak cuma celingak-celinguk gak jelas mending di sini aja."

Senja memikir jauh. "Kakak gak mikirin apa kalo acara reuni pasti ada mantannya kak Vando tuh, apa kakak gak cemburu kalo nanti mereka berinteraksi?"

Bintang tersenyum. "Kuncinya kan satu de, kepercayaan. Karena kakak mikirnya gini, Vando mau berinteraksi sama siapapun di sana, termasuk mantannya kakak gak akan larang. Mau dia berpaling dari kakak dan pulang ke mantannya juga kakak gak akan larang kok."

"Kenapa gitu kak?" tanya Senja yang tampak bingung.

"Ya gini deh, kalo Vando ngelakuin kayak gitu, artinya dia gak bener-bener sayang sama kakak," jawab Bintang dengan santai.

"Ohhhhh," respons Senja lalu beranjak dari kursi yang ia duduki.

"Mau ke mana?" tanya Bintang.

"Ke kamar, ngantuk," jawab Senja.

"Halah, bilang aja mau teleponan sama si Langit Langit itu," ujar Bintang meledek.

"Astaghfirullahaladzim kakak, gak boleh suudzon gitu deh," balas Senja sambil menahan ketawa.

"Tau kok kakak, gak usah berbohong gitu lahhh, kakak juga pernah rasain kok di fase kayak kamu," ujar Bintang sambil tertawa.

"Idiiihhh apaan juga," ucap Senja lalu buru buru berjalan ke kamarnya.

Di kamarnya Senja senyum-senyum sendiri, lalu mengambil handphonenya dan membuka 3 pesan dari Langit

Langit
Ca, aku hari ini mau anter Bella buat beli stationary

Boleh gak? Soalnya mamanya minta aku buat anterin Bella

Tapi kalo emang kamu gak bolehin aku buat anterin Bella, yaudah gak apa-apa. Nanti aku pura-pura gak enak badan aja

Senja
Hmmm :'(

Yaudah deh gak apa-apa, kasian juga Bellanya. Kan udah lama gak ke sini jadi gak tau banyak tempat

Gak usah pura-pura sakit gitu ah, nanti sakit beneran hehe :')

Jleb. Satu kata yang mewakili Senja kini, entah kenapa dadanya kini serasa di hantam oleh benda yang keras

Langit
Kalo kamu emang gak ngebolehin aku, ya udah gak apa-apa. Lagian aku ngerti kok, kamu pasti cemburu kan? Apalagi kalo aku gak minta izin dulu sama kamu.

Senja
Temenin aja Langit, kasian juga. Gitu-gitu juga dia kan sahabat kamu dari dulu, pentingin dulu sahabat daripada pacar

Langit
Aku janji, walaupun aku lagi sama dia, hati aku tetep sama kamu kok. Kamu gak usah khawatir ya :')♡

Senja
Iya Langittt, aku percaya kamu kok :))

Tapi ada syaratnya lohhh wkwk

Langit
Apaan tuh?!

Senja
Mau minta beliin sticky notes yang lucu-lucu sama yg warna pastel gitu hehehehhehehe

Kalo gak dibeliin aku ngambek ya :v

Langit
Ih kirain apaan anjay, ok ok, aku beliin sekalian sama tokonya

Senja
Apesiii

Langit
Nanti aku anterin deh sticky notesnya

Senja
Kalo mau ke rumah pokoknya pc dulu okayy

Langit
Iya Caaa

Senja tersenyum tipis, walaupun begini akhirnya, hatinya masih merasakan sesak. Senja membaringkan dirinya di kasur. Menginggat ucapan Bintang yang belum lama diucapkan.

Setiap kata ia resapi, ia ingat. Sampai akhirnya Senja tenang kembali. Iya, Senja kini mengerti, kepercayaan nomer satu.

Akhirnya Senja tidur, karena merasa bosan, sampai akhirnya ada ketukan pintu

Ceklek

"Eh malahan tidur, kakak gak ditemenin gitu nonton TV?" tanya kak Bintang yang telah membuka pintu kamar.

"Serius deh kak, Senja ngantuk banget. Abis makan suka langsung ngantuk gitu kan," ujar Senja.

"Lama-lama gendut loh, idihh nanti Senja gendut eh pendek lagi, lengkap banget dah tuh," ledek Bintang.

Bugh

"Ih kakak kok ngedoain gitu sih?" pekik Senja setelah melemparkan dua bantal sekaligus.

"Bercanda doang astaghfirullah, emang kakak ngedoain kamu? Enggak juga!" balas Bintang sambil menutup pintu kamar Senja dengan keras.

"Gila kali yak," ujar Senja langsung melanjutkan tidur cantiknya pagi ini.

Dua minggu gak up ya? Maafkan aku yang sibuk atau entah hanya sok sibuk hwhwhw
Jangan lupa vote comment aja dah ya, biar aku semangkuy nulis wkwk
Thank you buat yang nyempetin baca LS ya

See you next chapter wkwk bye!

LANGIT SENJA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang