DETAK jantung Bella rasanya berdegup sangat kencang. Dengan resah gadis ini berenang melewati lorong istana dengan kedua tangan yang menutupi area dadanya.
Bella rasa sekarang dirinya tengah berada di sebuah istana di bawah laut. Ya, BAWAH LAUT!
Entah apa yang terjadi sehingga membuat Bella masuk ke dunia ini. Apakah Justin yang mengajaknya ke sini? Tetapi ini kan dunia immortal! Lagian Bella juga sudah memastikan bahwa yang sedang dialaminya ini adalah bukan mimpi.
Jadi ...
Ini nyata?
Bella menghentikan gerakan laju ekornya. Sekarang, mermaid ini bersembunyi di balik dinding karena tidak ingin berpapasan dengan duyung lain.
Bella rasanya ingin menangis saja. Sebenarnya apa yang terjadi dengannya? Kenapa ia bisa masuk ke sini?
Ingatan terakhir Bella sebelum ia pingsan adalah ...
Dirinya menunggu kedatangan Alex di rooftop. Namun, tak lama setelah Alex pergi, seseorang tiba-tiba membekapnya dari belakang sehingga berhasil membuat Bella tidak sadarkan diri.
Apa itu adalah ulah Justin? Entahlah. Lagian, sampai saat ini hanya lelaki itu lah yang Bella kenal di sini. Dan soal Alex ... Bella yakin bahwa sekarang lelaki itu tengah resah mencari keberadaannya.
Bella berdecak. Ada begitu banyak pertanyaan yang kini muncul di dalam otaknya. Tetapi yang paling penting sekarang adalah, dirinya harus mencari sebuah kain atau benda lain yang bisa ia gunakan untuk menutupi tubuh bagian atasnya. Tidak mungkin Bella membiarkan tubuhnya itu terbuka dan dilihat oleh orang asing di sini.
Lantas, Bella mengedarkan pandangannya ke segala sudut. Hingga kini tatapannya terhenti di sebuah ruangan dengan pintu terbuka, yang di dalamnya terdapat setumpuk ... kain? Entahlah. Bella harus mendekat untuk memastikannya.
Kali ini Bella mengintip, dan mengendap-endap untuk masuk ke dalam ruangan tersebut. Dan syukurlah, tidak ada seorang duyung pun yang menjaga ruangan ini. Dengan begitu, Bella bisa dengan leluasa mengambil kain itu.
Bella mulai mengikat dan membentuk kain itu hingga sukses menutupi tubuh bagian atasnya. Kini dirinya tidak perlu malu atau canggung lagi ketika bertemu dengan duyung lain. Di tambah, Bella sadar bahwa bagaimana pun juga ia harus segera beradaptasi dengan tempat ini seraya mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Bella berenang keluat dari sana dengan cukup hati-hati. Beruntung tidak ada seekor duyung pun yang memergokinya. Kini Bella bisa kembali menemui Justin dan menanyakan semuanya.
"Fftt ... lihatlah gadis aneh itu!"
Bella refleks menoleh ketika beberapa mermaid yang melewatinya, terlihat berbisik-bisik tidak jelas.
Namun Bella tidak terlalu memikirkannya. Tujuan utamanya sekarang adalah kembali ke kamar di mana ia terbangun untuk bertemu dengan Justin. Semoga saja lelaki itu masih berada di tempat yang sama.
"Apa dia sudah gila? Kenapa dia menutupi tubuhnya dengan kain aneh seperti itu?
Bella kembali menoleh ketika beberapa mermaid lain kembali membicarakannya.
"Aku rasa otaknya bermasalah, Arysa. Maka dari itu dia berpakaian aneh seperti itu. Dasar mermaid kuno."
Telinga Bella mulai memanas mendengarnya. Ia melirik kain yang tengah dipakainya sekarang lalu berdesis ketika merasa bahwa tidak ada yang aneh sedikitpun. Lagian, dirinya hanya ingin menutupi tubuhnya saja. Kenapa hal itu malah disebut aneh di sini?
"Hey, siapa dia? Apa dia badut baru yang akan tampil nanti malam?"
Ah, cukup.
Bella sudah tidak tahan.
Tanpa menunggu lagi, alhasil gadis ini mempercepat laju renangnya untuk pergi dari sana.
Dirinya tidak aneh.
Orang-orang di sini lah yang aneh!
Saat Bella sibuk melamun karna memikirkan hal tadi, tiba-tiba tubuhnya menubruk seseorang yang Bella asumsikan bahwa orang tersebut telah menghalangi jalannya.
"Bella?"
Bella mengangkat wajahnya untuk melihat si pelaku. Selanjutnya Bella tersentak ketika sadar bahwa orang yang telah ditubruknya tadi adalah Justin.
Ya, ini adalah kali keduanya ia bertubrukan dengan lelaki itu.
"Justin?" ujar Bella, merasa lega.
"Justin, bisakah kamu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa ... kenapa aku bisa ada di sini? Kenapa aku menjadi mermaid seperti ini? Siapa yang membuatku seperti ini? Apa kamu pelakunya? Apa kamu yang membawaku ke sini? Justin kenapa kamu malah diam saja? Kenapa kamu tidak menjawab semua pertanyaanku!" tanya Bella beruntun seraya memasang mimik wajah kesal.
Justin berdesis. "Bagaimana bisa aku menjawab pertanyaanmu jika kau saja tidak berhenti berbicara," jawabnya kemudian.
Bella berdecak. "Intinya kamu harus menceritakan semuanya!"
"Oke, oke. Aku akan menceritakan semuanya. Jadi tenanglah!" balas Justin, menaruh salah satu tangannya di bahu Bella.
Namun sebelum Justin hendak melanjutkan ucapannya, tanpa di sengaja matanya terhenti di kain yang melekat di tubuh Bella. Lalu lelaki itu tertawa terbahak-bahak.
Bella yang melihatnya tentu saja menjadi bingung. Sekarang, Justin juga ikut menertawakannya?
"Kenapa? Kenapa kamu tertawa? Apa ada yang aneh dengan baju yang baru saja kubuat ini?" semprot Bella.
Justin terkekeh. "Kamu sebut ini baju?" Justin menarik salah satu sudut dari kain yang dipakai oleh Bella, hingga berhasil membuat kain tersebut lepas seutuhnya dari tubuh Bella. Sontak Bella terkejut dan menutupi tubuhnya itu dengan tangannya.
"Apa yang kamu lakukan!"
"Itu bukan baju, Bella. Lagian di sini para duyung memang tidak memakai baju. Memangnya kau melihat ada duyung lain yang menutupi tubuhnya dengan kain?" kekeh Justin seraya menahan tawanya.
"Aku tidak peduli! Dasar mesum!"
Justin membelalak ketika Bella kembali mengatainya seperti itu. Padahal, ia mengatakan yang sebenarnya.
"Aku-"
"Sshht! Kau memang mesum! Dan itulah kenyataannya! Dasar lelaki mesum!" potong Bella sarkas, membuat Justin semakin tertohok di tempatnya. Apalagi mengingat bahwa banyaknya duyung lain yang berenang di sekitarnya, yang sudah pasti mereka mendengarkan semua hal yang di katakan oleh Bella. Hal itu sudah jelas dapat membuat image Justin menurun.
"Bella, dengar."
"Aku tidak mau dengar apapun! Kau memang mesum! Dasar mesum!" oceh Bella tiada henti. Gadis ini memejamkan mata seraya menggeleng-gelengkan kepalanya bak anak kecil.
Melihat responnya ini, Justin yang tadinya ingin marah sekarang entah kenapa amarahnya jadi meluap.
Justin menghela nafas pelan dan berenang untuk lebih dekat dengan Bella. Lelaki ini tersenyum kecil seraya memiringkan kepalanya untuk melihat Bella dari dekat.
"Kau mau melihat seberapa mesumnya diriku?"
________________________________
KAMU SEDANG MEMBACA
Mermaid Princess [END]
फ़ैंटसी[Fantasy-Romance] Kedatangan sesosok Pria tampan di kehidupannya, membuat semua pertanyaan yang selama ini terpendam di benak Bella, akhirnya satu demi satu mulai terungkap. Dari kejadian-kejadian gila yang diluar naluri, hingga kebenaran-kebenaran...
![Mermaid Princess [END]](https://img.wattpad.com/cover/180062420-64-k549177.jpg)