MP-33: Kesalahan di Masa Lampau

2.3K 155 0
                                        

KEESOKAN harinya, saat hari masih sangat pagi, Bella sudah diajak oleh Justin untuk berkumpul di aula istananya. Justin berkata bahwa mereka ingin memanggil Dewa laut lagi untuk memperjelas identitas dan asal-usul Bella yang sebenarnya. Dan sekarang, kini--Bella, Justin, Alex dan juga Dewa laut sudah nampak berkumpul di ruangan yang megah tersebut.

Sekilas Bella melirik ke arah Alex yang langsung dibalas dengan senyuman kecil oleh lelaki tersebut. Melihat hal itu, Bella menjadi lega. Nampaknya Alex memang sudah kembali menjadi Alex yang di kenalnya dulu. Dan Bella sangat bersyukur akan hal itu.

Sementara di sisi lain, Justin masih setia menggenggam tangan Bella. Ini membuat Bella jadi merasa terlindungi. Bella juga merasa sangat nyaman jika berada di dekat Justin seperti ini.

Selanjutnya mereka dikejutkan oleh kemunculan sebuah cahaya besar di hadapan mereka. Itu nampak seperti sebuah layar yang menampilkan kejadian di beberapa tahun yang lalu--di mana terlihat seorang lelaki dengan perahunya--tiba di sebuah pulau terpencil yang memiliki sebuah gua besar di atasnya.

"Itu adalah Ayah angkatmu, Bella--David," ujar Dewa laut, sukses membuat mata Bella melebar sempurna.

Ini adalah kali pertamanya Bella melihat ayahnya itu. Entah apa yang dirasakan Bella sekarang, tetapi Bella merasa sangat terharu karna setelah sekian lama ia akhirnya bisa mengetahui wajah dari ayahnya tersebut.

"Apa yang dia lakukan di sana?" tanya Bella kemudian.

"Perahunya terdampar di pulauku--tempat biasanya aku melahirkan bayi-bayi mermaid untuk menjadi mate setiap calon raja di kerajaan-kerajaan duyung di bawah laut," jelas Dewa laut.

Bella yang mendengarnya hanya mengernyitkan dahi, sedikit tidak mengerti dengan penjelasan Dewa laut saat ini. Hingga akhirnya Justin menjelaskan lebih lanjut.

"Dengar, Bella. Aku kan sudah pernah bercerita kepadamu bahwa setiap calon raja di kerajaan mermaid akan dipilihkan matenya secara langsung oleh Dewa laut?" Bella mengangguk mengiyakan. "Nah, Dewa laut ini melahirkan setiap mermaid yang akan menjadi mate-nya calon para raja ini di sebuah pulau. Yaitu pulau yang disinggahi oleh Ayahmu di daratan itu," sambung Justin menjelaskan.

"Kenapa beliau tidak melahirkan para mermaid ini di bawah laut?" tanya Bella.

Dan Alex menyahut, "Karna di bawah laut terlalu berbahaya. Banyak makhluk laut jahat yang sering berencana untuk membunuh bayi-bayi mate ini. Oleh karena itu, Dewa laut memilih untuk melahirkan mereka di daratan--tepatnya di pulau itu. Karna di sana merupakan tempat yang paling aman."

Bella bergumam, merasa mulai paham. Kemudian pandangannya beralih ke arah Dewa Laut lalu bertanya, "Tetapi ... maaf, bukankah anda seorang lelaki--ng, maksudku ... seorang merman. Jadi bagaimana bisa anda melahirkan bayi-bayi mermaid ini?"

Selanjutnya Bella tersentak ketika Justin dan Alex seakan menahan tawanya. "Bella, sayang ... maksud melahirkan disini adalah menciptakan. Dewa laut menciptakan bayi-bayi mermaid ini dengan kekuatannya, bukan dengan cara bereproduksi," jelas Justin di sela-sela tawanya.

Kini Bella tertunduk malu sebelum ia mengingat sesuatu. "Lalu apa yang terjadi dengan ayahku?"

Pandangan Dewa laut kembali beralih ke arah cahaya yang menjadi layar di hadapannya. "David masuk ke dalam guaku, di mana saat itu aku sedang pergi ke bawah laut untuk mengontrol keadaan kerajaan-kerajaan di sana. Dan aku meninggalkan kamu yang masih bayi--sendirian di dalam gua," ujarnya kembali bercerita.

"Aku?" Bella menunjuk dirinya sendiri.

Dewa laut mengangguk. "Iya. Kamu--yang masih dalam tahap pengembangan ekormu--itu, terlihat oleh David yang masuk ke dalam gua. Di sana, David menggendongmu. Dan hal tersebut merupakan hal yang sangat fatal, karena leluhur kami--bangsa mermaid--sudah bersumpah agar tidak memiliki interaksi apapun lagi dengan manusia."

"Ekormu yang baru saja tumbuh, bersentuhan langsung dengan kulit David dan hal tersebut membuat ekormu seketika lenyap digantikan dengan sepasang kaki manusia," lanjut Dewa laut, membuat Bella tertegun di tempatnya.

"Di saat yang sama, aku datang dan melihat kejadian tersebut. Aku sangat marah. Karna, menciptakan seorang bayi mermaid mate itu sangatlah tidak mudah. Tetapi David malah dengan seenaknya datang dan menghancurkan semuanya. Oleh karna itu, sebagai imbalannya, aku menahan David di penjaraku. Aku juga meminta kepada istrinya yang berada di daratan untuk merawatmu hingga kamu cukup dewasa dan bisa kembali ke lautan menjadi mermaid yang seharusnya."

Mendengar penjelasan panjang lebar dari Dewa laut, Bella semakin menggenggam erat tangan Justin. Kepalanya menunduk. Dan Justin sadar bahwa sekarang Bella tengah menahan tangisannya.

"Pantas saja Ibu tidak pernah memperlakukan ku dengan baik. Dia pasti sangat membenciku. Pantas saja ..." cicit Bella yang terdengar sampai ke telinga Justin.

Justin dengan cepat merengkuh tubuh Bella ke dalam dekapannya. Ia tahu apa yang di rasakan Bella sekarang. Pasti sangat sulit untuk Bella menerima semua kenyataan ini. Tetapi bagaimana pun juga, Bella memang harus mengetahui semuanya.

"Sekarang Bella sudah kembali ke lautan, kan? Jadi ... apa bisa Yang Mulia membebaskan tuan David?" Alex bertanya, mewakilkan pertanyaan yang tadinya ingin Bella sampaikan.

Dewa laut nampak diam sejenak. Dirinya seakan menimang-nimang sesuatu, hingga pandangannya beralih ke arah Bella yang masih dalam pelukan Justin. "Jika Bella menginginkan David untuk bebas, maka aku akan melakukannya."

Jawaban Dewa Laut membuat Bella sontak beranjak dari posisinya. Dengan sangat antusias, Bella menganggukkan kepalanya.

"Tentu, Yang Mulia! Tolong bebaskan ayahku!" seru Bella kemudian, di balas dengan senyuman kecil dari Dewa laut.

_____________________________

Mermaid Princess [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang