MP-28: Pemaksaan

2.1K 156 2
                                        

BELLA mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Ia menatap satu persatu pelayan dan pengawal yang berlalu-lalang di sekitarnya. Mereka tampak sibuk dengan urusannya masing-masing--yaitu mempersiapkan acara pernikahan Alex dengannya malam ini.

Sejujurnya Bella sangat tertekan, karena Alex sungguh-sungguh dalam ucapannya perihal pernikahan yang akan dilakukan malam ini. Bella awalnya berpikir, bahwa Alex hanya asal bicara saja. Tetapi ternyata kenyataannya Alex benar-benar akan menikahinya malam ini.

Lihat saja bagaimana semua orang terlihat sibuk mempersiapkan dekorasi pernikahan untuk nanti malam. Ada yang membawa bermacam-macam kerang unik untuk hiasan, ada yang membawa setumpuk kain untuk pakaian yang akan dipakai Bella nanti, dan masih banyak lagi.

Sementara Bella sekarang--gadis ini hanya duduk terdiam ketika para pelayan mulai mendadaninya. Ia menatap ke arah cermin, memandangi bayangan dirinya sendiri. Tentunya Bella juga ingin memberontak, ia tidak ingin pernikahannya dengan Alex terjadi secepat ini. Tetapi ini juga resiko yang harus ditanggung Bella karena memilih untuk ikut dengan Alex, daripada tetap tinggal di Aerist Kingdom bersama Justin.

Mata Bella sekarang bergerak ketika ia melihat pantulan Alex di dalam kaca. Lelaki itu terlihat mengembangkan senyumannya dan berenang mendekati Bella. Kedatangan Alex ini membuat para pelayan yang tengah mendadani Bella otomatis keluar dari ruangan, hingga hanya meninggalkan Bella dan Alex saja.

"Kenapa kamu terlihat tidak senang?" tanya Alex, berdiri tepat di belakang kursi yang tengah Bella duduki.

Bella menghela nafasnya. "Pernikahan ini terlalu mendadak. Kamu juga tau bahwa umurku masih--"

"Bella, dengar." Alex memotong ucapan Bella. Lelaki ini menyimpan tangannya di kedua bahu Bella dan berkata, "Di dunia bawah laut ini, umur itu tidak berpengaruh dalam pernikahan. Lagian aku juga tidak akan melakukan hal yang--"

"Alex!" Bella sontak bangkit dari duduknya dan menatap Alex dengan tatapan marah.

"Kamu tau kan, bahwa kekuatan kalung ini tidak akan berfungsi jika aku tidak dengan senang hati menggunakannya? Tetapi yang kamu lakukan sekarang ... itu memaksaku," jelas Bella penuh penekanan.

"Kenapa kita tidak menunggu waktu yang tepat saja?"

"Tidak bisa," balas Alex cepat. Raut wajahnya terlihat berubah seketika. Ia menatap Bella dengan tatapan tajam. "Aku ingin menikah denganmu sekarang," lanjutnya kemudian.

Bella tertegun mendengarnya. Ia merasa bahwa Alex yang ada di hadapannya sekarang sudah berbeda jauh dengan Alex yang dikenalnya dulu saat di daratan. Kenapa Alex jadi egois seperti ini? Dia bahkan tidak memikirkan perasaan Bella sama sekali. Apa ini karena Alex yang takut bahwa Justin akan kembali merebut Bella darinya?

"Alex, tapi ... tapi aku tidak ingin menikah sekarang," cicit Bella, berharap Alex mengubah keputusannya. Namun sayang, keputusan Alex sekarang sudah benar-benar bulat.

"Lebih cepat, lebih baik, Bella. Percayalah kepadaku."

"Tetapi aku tidak pernah mencintaimu!" tukas Bella, mulai kesal.

Di saat itu, Alex mendekatkan tubuhnya. Ia juga mendekatkan wajahnya ke arah Bella agar dirinya bisa melihat wajah cantik Bella dari jarak dekat.

Kemudian Alex berbisik, "Aku tidak peduli. Yang terpenting, kamu secepatnya akan menjadi milikku."


Dan di saat itulah, punggung Bella menegang. Ia sekarang jadi yakin, bahwa keputusannya untuk ikut dengan Alex adalah hal yang buruk.

"Justin ... tolong aku."

*

Di sisi lain, Justin masih dalam perjalanan menuju Aera Kingdom. Merman tampan ini menengadahkan pandangannya ke atas dan menyadari bahwa waktu sore sudah hampir habis. Hal tersebut membuat Justin berpikir bahwa dirinya harus bisa lebih cepat lagi untuk tiba di Aera Kingdom. Karna, sebelumnya ia sudah mendengar berita bahwa Alex akan melangsungkan pernikahannya dengan Bella malam ini--melalui salah satu pengawal mata-matanya yang telah lebih dulu sampai di Aera Kingdom.

Tentu saja hal tersebut membuat Justin semakin memanas. Ia tidak menyangka bahwa Alex akan bertindak senekat ini. Dengan ini Justin berasumsi bahwa Alex hanya takut bahwa Bella akan direbut kembali oleh Justin. Padahal kenyataan, lelaki itu sendiri lah yang merebut Bella dari Justin.

"Alex." Justin mengepalkan kedua tangannya hingga menampilkan warna putih di setiap buku-buku jemarinya. "Aku tidak akan memaafkanmu jika sampai kamu berhasil menikahi Bella."

Justin merasa bahwa nafasnya mulai menggebu. Amarahnya terasa sudah mencapai puncak. "Jika hal itu sampai terjadi, aku akan membunuhmu," lanjutnya kemudian.

***

Tidak terasa, malam pun telah tiba. Alunan musik indah nan lembut terdengar di seluruh penjuru istana. Ini menandakan bahwa sebentar lagi acara pernikahan akan segera dimulai.

Sementara Bella--di ruangannya, hanya bisa terdiam membisu ketika para pelayan telah selesai mendandaninya sebagai pengantin wanita. Rambut Bella terlihat di gulung kecil ke atas seraya di hiasi oleh beberapa mutiara cantik sebagai hiasannya. Ekornya juga dihiasi oleh beberapa potongan kain yang membuatnya terlihat semakin indah. Dengan penampilan yang sempurna ini, Bella pasti akan otomatis menjadi pusat perhatian semua orang.

"Aku tidak ingin menikah ..."

Pelayan yang mendengar ucapan dari Bella ini hanya bisa diam. Karna ucapan itu tidak hanya sekali keluar dari bibir Bella. Bahkan, saat Bella mulai menangis--pelayan-pelayan tersebut tetap diam dan seakan tidak mendengar apa-apa.

"Apa kalian bisa membantuku untuk kabur dari sini?" tanya Bella kepada para pelayan yang berada di sampingnya. Namun saat salah seorang pelayan hendak menjawab pertanyaannya, kedatangan Alex yang sukses menghentikannya.

Semua pelayan termasuk Bella sendiri kaget ketika Alex datang secara tiba-tiba. Apalagi ketika Alex menyuruh kepada para pelayan untuk pergi keluar--meninggalkan dirinya dan Bella saja.

Bella yang melihat hal tersebut menjadi tertekan. Air matanya semakin keluar dan berubah menjadi butiran-butiran mutiara ketika Alex kini mendekat ke arahnya.

"Jangan menangis," ujar Alex sembari menangkup kedua pipi Bella dan menatapnya dengan tatapan intens.

Bella sesegukan akibat tangisannya. Ia tidak berani membalas tatapan Alex dan hanya bisa menunduk di tempatnya.

"Aku tidak ingin menikah, Alex ..."

Lagi. Entah sudah keberapa kali Alex mendengar kalimat itu keluar dari mulut Bella. Dan kali ini Alex sudah tidak tahan lagi.

"Bella ..." Alex menarik dagu Bella agar gadis itu mau membalas tatapannya.

"Aku mencintaimu. Dari dulu sampai sekarang, aku sangat mencintaimu," jelas Alex dengan tangan yang mengusap-usap pipi Bella dengan lembut.

"Maka dari itu, kita harus segera melangsungkan pernikahan."

"Alex-"

"Aku tidak menerima penolakan apapun darimu. Ini demi kebaikan kita," potong Alex.

Saat Alex memajukan wajahnya--hendak mencium Bella, gadis itu dengan cepat memundurkan tubuhnya. Dan hal tersebut membuat Alex kesal. Dilihat dari tatapan lelaki itu yang berubah menjadi tajam.

"Sepertinya untuk mempermudah kelangsungan pernikahan kita, aku harus melakukan sedikit pemaksaan terhadapmu, Bella," tegas Alex, membuat Bella yakin, bahwa dirinya sedang berada dalam posisi bahaya.

______________________

Mermaid Princess [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang