MP-24: Ungkapan Justin

2.3K 179 8
                                        

BELLA akhirnya terbangun dari pingsannya. Gadis ini meringis sesaat ketika salah satu lengannya terasa sangat sakit. Lalu ia pun membuka mata.

Sosok pertama yang ia temukan adalah Justin. Lelaki itu nampak sedang berbicara dengan tabib istana tepat di samping ranjang. Kemudian, Bella mengedarkan pandangannya dan mendapatkan Alex yang juga kini telah sadar bahwa dirinya baru saja terbangun. Pandangan mereka akhirnya bertemu.

"Bella?"

Mendengar seruan Alex, Justin akhirnya ikut untuk menatap ke arah Bella. ia tersenyum lebar ketika melihat mata Bella telah terbuka lagi.

Justin langsung saja beranjak untuk naik ke atas ranjang untuk mendekati Bella. "Apakah ada yang sakit?" tanya Justin, segera meraih tangan Bella dan menggenggamnya dengan lembut.

Sementara Bella sekarang merubah posisinya menjadi duduk. Pandangannya tidak terlepas dari keberadaan Alex yang berdiri di samping kasurnya.

"Aku benar-benar minta maaf, Bella. Aku tidak bermaksud menyakitimu," jelas Alex kemudian. Dari matanya, Bella melihat dengan jelas bahwa ada sirat binar penyesalan.

Bella tersenyum tipis. Ia merasa lega ketika melihat Alex tidak diselimuti oleh rasa amarahnya lagi. Bella juga tidak tau apa yang terjadi setelah ia pingsan, tetapi melihat suasana yang damai antara Justin dan Alex membuat Bella bersyukur karenanya.

"Kalian sudah baikan?" tanya Bella, membuat Justin dan Alex sontak terkejut. Mereka berdua saling membuang wajahnya masing-masing.

Bella terkekeh melihatnya. "Kalian seperti anak kecil saja. Sudahlah, aku tau bahwa kalian ini sebenarnya berteman baik. Jadi ayo baikan!"

Justin masih membuang muka, begitupun dengan Alex. Walaupun apa yang dikatakan Bella benar--bahwa mereka berdua berteman--tetapi itu hanya cerita di jaman dulu. Di saat mereka masih sama-sama anak kecil yang hanya tau bahwa bermain bersama itu menyenangkan. Tetapi semua itu berubah ketika keduanya beranjak dewasa. Masing-masing kerajaan yang dimiliki oleh Justin dan Alex--yang tadinya akur--waktu itu mulai mengibarkan bendera perang satu sama lain. Alasannya adalah karena perebutan wilayah.

Di dunia bawah laut ini, setiap kerajaan mermaid memiliki ranking yang akan menilai setiap kualitas kerajaan yang ada. Dan oleh karena itu, kerajaan Justin--Aerist Kingdom, dan juga kerajaan Alex--Aera Kingdom, saling berebutan untuk menempati posisi pertama dari penghargaan itu. Walaupun sebelumnya kedua pangeran ini berteman dekat, tetapi seiring berjalannya waktu hubungannya menjadi renggang akibat tanggung jawab dari masing-masing kerajaan yang menekan mereka agar menjadi calon raja yang baik.

"Bella," panggil Alex, membuat Bella maupun Justin sama-sama menoleh.

"Maaf jika aku bertanya seperti ini. Tetapi apakah kamu bahagia disini? Atau kamu ingin kembali ke daratan--ke keluargamu?"

Pertanyaan Alex berhasil membuat Bella tertegun, begitu juga dengan Justin yang langsung khawatir jika Bella lebih memilih untuk pulang ke daratan.

Sebelum menjawab pertanyaan dari Alex, Bella lebih dulu untuk mengalihkan pandangannya ke arah Justin. Menatap lelaki itu yang kini juga tengah menatapnya.

"Apa Justin akan membiarkanku untuk pulang ke daratan?" balas Bella, berbalik tanya.

"Tidak perlu meminta ijin darinya, Bella. Aku akan membawamu pulang bagaimanapun caranya jika kamu mau," jawab Alex kemudian.

Di sisi lain Justin mengepalkan salah satu tangannya. Merman ini akhirnya bangkit dari duduknya dan memilih untuk bangkit lalu berkata, "Baiklah, Bella. Jika kamu mau, aku akan membiarkanmu pulang ke daratan."

Bella cukup terkejut mendengarnya. Justin ... lelaki itu membiarkannya untuk pulang?

"Tetapi aku harap kamu mengerti bahwa takdir menginginkanmu untuk tetap berada di sini. Dan jika kamu masih tetap ingin bersikeras untuk kembali ke daratan, hal itu tidak bisa menjamin bahwa kamu juga akan bahagia di sana. Sementara di sini, aku berjanji untuk selalu berusaha membuatmu bahagia." Setelah mengucapkan hal itu, Justin beranjak untuk berenang pergi dari sana sebelum merman itu menahan pergerakan ekornya dan berkata,

"Satu hal lagi. Aku tidak pernah berniat untuk memanfaatkanmu. Karna nyatanya, salah satu syarat agar kalung itu bisa berfungsi dengan baik adalah--pemiliknya harus bisa menggunakan kekuatan itu dengan sukarela. Jadi aku tidak akan pernah bisa memaksamu," jelas Justin, membuat Bella menatap ke arah punggungnya dengan sendu.

Justin menghela nafas panjang, ia melirik Bella dari sudut matanya. "Tetapi bukannya kamu hanya ingin menikah dengan orang yang kamu cintai? Jadi ... aku hanya tinggal berusaha agar kamu bisa mencintaiku. Aku harap kamu bisa menemukan jawabanmu sampai malam ini. " Kalimat itu menjadi kata-kata terakhir yang diucapkan oleh Justin, karena setelah itu merman tampan itu berenang pergi dari sana dan membuat Bella semakin termenung di tempatnya.

"Bagaimana?" tanya Alex yang sukses membuyarkan lamunan Bella.

Bella terlihat merapatkan bibirnya hingga berubah menjadi seperti segurat garis tipis. "Apa jika aku tinggal di sini, aku tidak akan dimarahi oleh Ibu dan dituntut menjadi orang pintar lagi, Alex?"

______________________________

Mermaid Princess [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang