MP-18: Dewa Laut

2.5K 199 2
                                        

SETELAH melahap suapan terakhirnya, Bella sekarang bergegas menuju ke kamar Justin. Sungguh, Bella tidak ingin menunggu lagi. Ada banyak pertanyaan yang ingin Bella ketahui jawabannya.

Di mulai dari dunia bawah laut ini, tentang dirinya yang menjadi mermaid seperti ini, tentang siapa Justin yang sebenarnya, dan tentang kenapa harus Bella lah yang mengalami semua ini. Rasanya kepala Bella seakan ingin pecah ketika Bella mengingat pertanyaan-pertanyaan tidak masuk akal itu.

Bella sekarang memberhentikan renangnya tepat di depan sebuah pintu berukuran cukup besar. Itu mengingatkan Bella kepada kejadian di mana ia pertama kali sadar di dunia bawah laut ini. Dan, ternyata ... kamar yang dulu Bella tempati adalah kamar Justin.

Tangan Bella terangkat--hendak mengetuk pintu tersebut sebelum sebuah suara dari dalam menghentikannya.

"Masuklah, Bella!"

Bella tersentak ketika ia mendengar suara bariton Justin. Bagaimana lelaki itu tahu bahwa Bella sudah berada di depan pintu?

Bella menghela nafasnya pelan. Ini menjadi pertanyaan tambahan yang nantinya akan ia tanyakan kepada Justin.

Tanpa menunggu lagi, Bella mendorong pintu tersebut dengan pelan. Sebelum seluruh tubuhnya masuk, Bella lebih dulu mengintip keadaan di dalam sambil menyembunyikan setengah wajahnya di balik pintu.

Justin yang memang sudah melihat pergerakannya sejak tadi hanya bisa tersenyum kecil. "Tidak ada siapapun di sini, Bella. Untuk apa kamu mengintip seperti itu?"

Bella menelan salivanya dengan susah payah. Ia kini memaksakan diri untuk berenang masuk ke dalam kamar tersebut. Dilihatnya Justin yang tengah duduk santai di sudut ranjang seraya menatap ke arahnya. Lelaki itu tersenyum kecil. Tidak, tidak, senyuman itu terlihat seperti senyuman menahan tawa.

Bella berenang mendekati tanpa membalas tatapan Justin. Gadis itu sekarang berhenti dan berdiri tak jauh dari posisi merman berekor biru tersebut.

"Kamu terlihat gugup. Apa aku membuatmu ketakutan?" tanya Justin, menggoda Bella.

Bella berdecak. Ia mengalihkan pandangannya ke sisi lain. "Tidak. Aku hanya tidak sabar untuk segera mengakhiri ini semua," cicitnya kemudian.

Senyuman Justin kian menipis. Lelaki itu sekarang mempersilahkan Bella untuk duduk di sampingnya, dan Bella pun langsung menurutinya. Terlihat jelas bahwa Bella benar-benar sudah tidak ingin menunggu lagi.

"Hm, dari mana aku harus memulainya?"

Bella yang masih tidak ingin menatap Justin, kini hanya bisa memainkan jari jemarinya dengan asal. "Ceritakan dulu siapa kamu sebenarnya," jawab Bella pelan.

"Kamu sepertinya sudah mulai tertarik kepadaku ya, Bella?" goda Justin, lagi. Nampaknya hal ini akan menjadi hobinya nanti.

Bella berdesis. Ia membalas tatapan Justin dan menjawab, "Jangan mengulur waktu lagi, Jus. Aku ingin segera mengetahui apa yang sebenarnya terjadi."

Justin terkekeh kecil. "Baiklah, baiklah." Justin berdehem seraya membenarkan posisi duduknya. Dan ia pun mulai bercerita.

"Pertama-tama, namaku adalah Justin. Justin Edzard. Aku adalah pewaris dari Aerist Kingdom, yang tidak lain adalah kerajaan yang sedang kamu tempati sekarang."

Mendengarnya membuat Bella terhenyak dan langsung mengedarkan pandangannya untuk menyusuri ruangan yang tengah ia tempati sekarang. Berarti ... kamar yang tengah ia tempati sekarang adalah kamar dari putra mahkota kerajaan ini? Dan Justin ...

Bella kembali menatap Justin. Lelaki itu kembali mengembangkan senyumannya. Justin adalah putra mahkota dari kerajaan ini?

"Kenapa kamu membawaku ke sini?" tanya Bella kemudian.

"Karna kamu adalah orang yang terpilih," jawab Justin, disambut dengan raut wajah bingung dari Bella.

"Terpilih? Maksudnya?"

Justin bergumam. "Terpilih menjadi pasanganku."

Bella semakin mengernyitkan dahinya. "Aku tidak mengerti."

Justin menghela nafasnya pelan dan berkata, "Dengar, Bella." Ia menjeda kalimatnya seraya memalingkan wajahnya ke arah lain.

"Di setiap kelahiran, setiap makhluk pasti diberikan pasangannya masing-masing. Termasuk mermaid sekali pun. Tetapi yang membedakannya, adalah mermaid atau merman sepertiku--yang menjadi pewaris dari sebuah kerajaan besar di bawah laut, tidak bisa memilih pasangannya masing-masing. Aku hanya bisa menerima orang yang ditakdirkan oleh dewa laut untuk menjadi pasanganku." Justin menggerakkan kepalanya untuk membalas tatapan Bella. Perlahan tangannya meraih tangan Bella lalu menggenggamnya dengan lembut.

"Dan itu adalah kamu," lanjutnya, membuat Bella tertegun di tempatnya.

"Bagaimana bisa kamu tau?"

Manik mata Justin bergerak turun untuk melihat sebuah kalung yang terpasang di leher jenjang Bella. Dan Bella pun menyadarinya.

"Kalung itu lah yang menjadi tandanya," balas Justin kemudian.

Sontak Bella menarik tangannya dari Justin lalu dengan cepat memegangi kalungnya. "Ini kalung pemberian dari Ayahku, bukan dari dewa laut!" elak Bella tak terima.

Justin tersenyum kecil. Ia sudah tau bahwa respon Bella akan seperti ini.

"Memangnya kamu tau, siapa ayahmu?"

deg

Pertanyaan Justin sukses membuat Bella terdiam di tempatnya. Gadis itu seakan membeku ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Justin.

"Kenyataannya adalah ..."

Justin mendekati Bella lalu berbisik,

"Kamu tidak punya Ayah, dan Ibu mu itu juga bukan Ibu kandungmu, Bella." Justin terdiam sesaat. Ia menarik Bella ke dalam dekapannya lalu memeluknya dengan erat. "Dewa laut lah yang langsung membuatmu ada di dunia ini. Dia menitipkan kamu kepada Ibumu."

Dan di saat itu lah,
Dunia Bella seakan tiba-tiba berhenti.

________________________________________________

Pembahasan di sini cukup sensitif ya. Saya mohon anda menjadi pembaca yang bijak.

Mermaid Princess [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang