As i told you

270 17 14
                                    

~katakan seperti yang saya katakan, karena membuat orang yang kita cintai tersenyumlah hal yang paling utama~
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

semalam itu y/n selalu saja memikirkan permintaan tae, suara tae terngiang-ngiang dikepala y/n hingga membuat dirinya tak bisa memejamkan matanya walau sebentar, hatinya selalu saja menimbang-nimbang apakah dirinya mau membantu tae atau bahkan mengabaikan nya begitu saja. hingga pada pukul 2 pagi y/n masih tetap terjaga dengan segala kerisauan dalam hatinya,

"apa salahnya membuat tae bahagia,"

dirinya pun mengambil keputusan untuk membantu tae mencari informasi tentang yoona, bahkan tak menunggu 2 hari atau 5 hari y/n sudah mendapatkan nomor ponsel yoona, y/n memang hanya memiliki 1 teman sekaligus sahabat perempuan di korea yaitu lera, tapi setiap bangtan tampil di acara music award y/n memiliki banyak kenalan. y/n hanya menganggap mereka hanya sekedar rekan bisnis, berbeda dengan lera yang tau segalanya tentang y/n. setalah mendapatkan nomor ponsel yoona akhirnya y/n dapat memejamkan matanya walau hanya sebentar.

pukul 7.00 KST y/n bersiap-siap hendak pergi ke big hit entertainment, tapi setelah y/n menutup pintu rumahnya ponsel y/n berdering,

*telefon*

"ya tae ada apa"

"apa kau masih dirumah"

"aku baru saja mau berangkat, ada apa?"

"tak usah bekerja hari ini, aku memberimu libur satu hari"

"sungguh?"

"ya, tapi maukah kamu mengikuti yoona ke myongdong kali ini?, cari tau apa kesukaan yoona"

"itu sama saja aku bekerja di luar kantor tae"

"ayolah y/n... plisss"

"ne..ne..."

"gomawo y/n..., aku tau kamu yang terbaik..."

*panggilan berakhir*

pertama kali panggilan tae yang membuat y/n menyesal mengangkat nya. baru beberapa menit yang lalu y/n mencoba membuat mood baik datang pada dirinya tapi tak ada satu menit pun mood itu hancur begitu saja setelah mendengar permintaan kedua tae. y/n berjalan dari rumah menuju halte sambil menggerutu merutuki nasibnya pagi ini.

"lebih baik aku kerja 24 jam di kantor dari pada harus mengikuti yoona"

"dasar tuan kim sialan, apa dia tak memikirkan perasaanku... hah... menyebalkan"

setelah y/n sampai di myongdong tepat setelah dirinya turun dari bus y/n melihat yoona turun dari mobilnya. y/n harusnya senang karena tak usah susah payah mencari yoona di tempat sebesar ini tapi y/n benar-benar tak mood untuk tersenyum sedikitpun hari ini. y/n mengikuti kemanapun yoona pergi, entah itu masuk ke toko sepatu, toko baju, toko tas, atau kesalon. kalau dibilang ini cukup melelahkan dan membosankan bagi y/n. bayangkan saja kalian hanya melihat orang berbelanja ini itu didepan mata kalian sedangkan kalian juga menginginkannya. dan setelah 2 jam mengikuti yoona, y/n dapat menyimpulkan bahwa yoona suka menghabiskan uang dengan berbelanja, tanpa mengikuti nya pun y/n sudah menduga. semakin lama tempat itu semakin ramai hingga y/n kehilangan jejak kemana yoona pergi, y/n terus saja melihat sekelilingnya mencari sosok perempuan itu, hingga mata y/n melihat yoona berada di dalam restoran bersama seorang cowok. walau y/n melihat dari jendela restoran tersebut y/n yakin bahwa dirinya tak salah orang. y/n semakin terkejut ketika cowok itu mencium bibir yoona begitu saja. y/n benar-benar terpaku oleh pemandangan yang dilihatnya hingga tiba-tiba hujan turun begitu deras, y/n tetap saja berdiri ditengah hujan sambil memikirkan perasaan tae jika tae yang melihatnya. y/n tak berniat untuk meninggalkan tempatnya berdiri dan meneduh, y/n hanya memikirkan apa yang akan dia katakan pada tae nanti. jika y/n mengatakan yang sebenarnya bagaimana reaksi tae, tapi jika tak dikatakan itu sama saja dirinya membohongi tae, y/n sudah sangat yakin hubungan cowok itu dengan yoona lebih dari sekedar rekan atau sahabat, semua orang yang melihat bahkan juga dapat menyimpulkan sendiri apa hubungan mereka.

Promise of Scenery✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang