Euphoria

143 15 5
                                    

~you are the cause of my euphoria~
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Setelah konser berjalan dengan lancar, pukul 21.00 waktu jepang bangtan kembali hotel untuk istirahat karena besok bangtan akan kembali ke korea selatan. pukul 08.00 pagi bangtan sudah berada di dalam pesawat.

kurang lebih satu jam kemudian bangtan dan para staf big hit sudah berada di korea selatan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


kurang lebih satu jam kemudian bangtan dan para staf big hit sudah berada di korea selatan. bangtan pun pergi ke dorm untuk istirahat dan membereskan barang-barangnya. namun, sepanjang perjalanan jimin selalu tersenyum karena mengingat janjinya dengan y/n. jimin pun berfikir untuk mengirim pesan ke kamu, setelah sampai di dorm...

*chat*

to: y/n
"nanti jam 4 sore aku jemput kamu di rumahmu"

"ngapain?"

"aku ingin pergi, ingat janji kamu"

"harus nanti?"

"iya, kamu gak boleh nolak"

"iya chimy"

sekitar jam 15.30 jimin sudah berada di depan rumahmu...

*chat*

to: y/n
"buka pintu!"

"(setelah mendapat pesan dari jimin, y/n berlari melihat ke jendela)"

y

/n membuka pintunya sambil mengumpat kesal karena kedatangan orang yang benar-benar bawel
"aisshhh, kenapa sudah datang"

"kamu belum siap?" jimin melihat orang yang baru saja membuka pintu itu dari atas hingga bawah

"belum lah, lagian ini baru jam 15.30 chim,"

"siap-siap sekarang, aku tunggu di luar," jawabnya cuek tanpa menatap lawan bicaranya dan kembali bersandar di mobil yang berwarna hitam lekat miliknya.

y/n pun hanya bisa menghela nafas menuruti apa yang diperintahkan jimin, karena pada kenyataannya dia tak bisa membantah atasannya.
sekitar 20 menit kemudian y/n keluar dari rumahnya yang bisa di bilang minimalis namun cukup nyaman untuk ditinggalinya sendiri, y/n bukan tipe orang yang suka memakai make up yang tebal atau dress yang mahal, y/n hanya menggunakan celana jeans dan kaos yang ditutup jaket, tak lupa y/n mengenakan topi hitam dengan rambut panjang terurai. y/n dengan santai menghampiri orang yang menunggunya tadi,
"emang mau kemana sih?"

melihat penampilan y/n dengan rambut terurai entah kenapa jimin menjadi menatap y/n intens, ya memang jimin selalu melihat y/n bekerja di kantor tapi tidak dengan rambutnya yang terurai seperti saat ini.

y/n yang sedaritadi memperhatikan sikap jimin dengan mata membulat bertanya ke jimin "jimin! kamu kok diem sih! ada yang salah ya sama aku? apa baju aku..."

sebelum y/n melanjutkan kalimatnya jimin mengatakan "oh.. enggak kok, kamu cantik" dengan nada yang rendah dan amat cuek, jimin lalu berjalan memasuki bangku kemudi,
"jadi jalan gak?" ucap jimin melihat y/n yang terus berdiri di tempat yang tadi. y/n pun menyusul jimin memasuki mobil di bagian penumpang belakang,
"memangnya aku supir kamu" ucap jimin melihat y/n yang duduk di belakangnya "pindah depan" suruh jimin,
dengan cepat y/n turun dan duduk di samping jimin. tak lama setelah itu jimin melajukan mobilnya.

dalam perjalanan keduanya hening tak mengucapkan kata sepatahpun, y/n benar-benar benci keheningan seperti ini "canggung" itu yang saat ini terlintas di benak y/n. hingga y/n akhirnya memulai percakapan terlebih dahulu,
"kita mau kemana sih?"

"udah liat aja nanti" jawab singkat jimin, namun terasa meyebalkan bagi y/n

tak lama di perjalanan akhirnya mereka berdua sampai di sebuah taman fantasi,
"ngapain kita kesini" tanya y/n
"aku bosan berada di dorm,"
"bagaimana jika ada yang mengenalimu?"
"kan ada kau, jika aku tertangkap kamera kau akan menjelaskan ke pd nim" jimin turun dari mobil sambil mengenakan topi dan mantel tak lupa masker yang menutupi wajahnya.
"arghhh jinjja... menyebalkan sekali orang itu"

y/n dan jimin bersenang-senang di tempat itu melupakan segala rutinitas, pekerjaan, dunia maya, dan resiko tertangkap dispatch atau sasaeng, (awas chim kamera dispatch dimana²😂)

hingga hujan turun tiba-tiba, akhirnya  mau tak mau jimin dan y/n meneduh di depan restoran,
"kenapa harus hujan... tadi itu sangat menyenangkan, aku bahkan tak mau pulang" ucap y/n menatap hujan
"aku benar-benar bersyukur hujan turun, kalau tidak mungkin aku lupa jalan pulang" timpal jimin

melihat y/n mengusapkan kedua telapak tangannya dan terus meniupnya jimin melepaskan mantelnya dan memakaikannya pada y/n, y/n terkejut dengan kelakuan jimin "eh.. gak usah jim"
"sudahlah, aku tau kamu kedinginan"
"gimana kalau kamu sakit"
"aku gak papa, aku gak mau kamu sakit dan cuti kerja, lalu setelah itu kamu mengadu ke tae karena aku ajak kamu hujan hujanan" jelas jimin
"(aku kira dia perhatian sama aku eh.. ternyata takut aku mengadu ke tae) -batin y/n"
y/n mendengus kecil "menyebalkan sekali"
"apa? kamu ngomong apa y/n"
"ahh aniiee"
"ayo kita kesana" ucap jimin sambil menunjuk ke arah mobil jimin terparkir
"ne"

jimin dan y/n berlari menerobos hujan ke arah parkiran, jimin memegang mantelnya di atas kepalanya dan y/n demi berlindung dari air hujan agar mereka tidak basah kuyup, tapi tanpa disengaja saat itu terjadi, y/n menatap wajah jimin yang fokus kedepan,
"(melihat wajah jimin dengan dekat mengapa begitu..... tampan)-batin y/n"
"kita sampai, cepat masuk mobil" ucap jimin membuyarkan lamunan y/n
"ahh ne"

(skip rumah y/n)
sampai di depan rumah y/n hujan sudah reda, jimin mengantar y/n sampai di depan pintu rumahnya,
"(menarik tangan jimin masuk rumah nya) aku tau kamu kedinginan"
y/n bergegas menyalakan penghangat ruangan, sedangkan jimin hanya diam duduk di sofa dan melihat sekeliling, percayalah jimin baru pertama kali masuk rumah y/n walau sudah lama mengenal y/n.
"tunggu sebentar, akan kubuatkan makanan, tapi sepertinya aku hanya punya ramen, kamu mau?"
jimin hanya mengangguk memberi jawaban.

setelah mereka berdua selesai makan ramen, jimin pamit untuk pulang karena saat itu sudah hampir jam 00.00,
"makasih untuk hari ini" -jimin
"ne, hati-hati di jalan"
jimin langsung melajukan mobilnya pergi dari sana, setelah mobilnya sudah tak terlihat y/n tersenyum mengingat hari yang menyenangkan tadi "baru pertama aku liat jimin sebahagia tadi"

jimin sampai di dorm tepat pukul 00.00, melihat lampu di dorm sudah mati jimin langsung masuk ke kamarnya karena jimin mengira semua member pasti sudah tidur di pulau kapuk, dugaan jimin salah, ternyata...

***

ternyata kenapa ya....
aku potong sampe situ soalnya cape ngetiknya, jari aku udah mulai kriting😊
makasiiii uda baca cerita aku yang gaje...
vote juga ya..
no plagiat² club😉
purple you💜











Promise of Scenery✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang